Kondisi di bekas pasar darurat Pasar Klewer di Alun-alun Utara Keraton Solo, Kamis (25/5/2017). (Solopos-M. Ferri Setiawan)

Solopos.com, SOLO -- Pemkot Solo telah mendapat persetujuan dari Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Paku Buwono (PB) XIII untuk memperpanjang sewa lahan Alun-alun Utara (Alut) Keraton Solo yang kini dipakai pasar darurat Klewer timur.

Namun, Pemkot batal menawar tarif sewa lahan tersebut sehingga Pemkot harus membayar dengan sewa sama seperti sebelumnya yakni Rp2,5 miliar setahun.

Biaya sewa ini akan dibayar dua kali. Pembayaran pertama sudah dialokasikan senilai Rp1,25 miliar dalam APBD Perubahan (APBD-P) 2018. Sedangkan pembayaran kedua Rp1,25 miliar di APBD 2019. Sesuai perjanjian, masa sewa lahan Alut untuk pasar darurat pedagang Pasar Klewer berakhir pada 20 Oktober.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Subagiyo mengatakan Pemkot telah mengajukan permohonan perpanjangan masa sewa lahan Alut ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

“Surat perpanjangan sewa Alun-alun sudah kami serahkan ke Sinuhun [Paku Buwono XIII Hangabehi] sejak September lalu. Sudah ada surat balasan juga, intinya Sinuhun tidak masalah sewanya diperpanjang,” katanya ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Selasa (23/10/2018).

Semula Pemkot berencana menawar perpanjangan sewa lahan Alut separuh dari nilai tersebut. Namun dibatalkan dengan pertimbangan Pemkot masih menyewa lahan dengan kondisi sama.

“Sewanya masih sama seperti dulu. Barang-barang [bekas bangunan pasar darurat] kan masih ada di sana semua, jadi nilainya [sewa] batal diturunkan,” katanya.

Subagiyo mengatakan Pemkot menyiapkan anggaran untuk perpanjangan sewa lahan Alut senilai Rp2,5 miliar. Dana tersebut akan dibayarkan ke Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat selaku pemilik lahan Alut dalam dua tahap.

“Di sana kan masih ada bangunan bekas pasar darurat. Itu yang jadi pertimbangan kami [nilai sewa sama],” katanya.

Saat ini, Pemkot masih fokus pada pembangunan Pasar Klewer timur. Sesuai informasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melelang pembangunan Pasar Klewer sisi timur pada November mendatang.

Kementerian PUPR menyiapkan anggaran Rp58 miliar untuk pembangunan pasar tersebut. Anggaran itu dialokasikan untuk konsep pasar dibangun lantai basement dan semi basement serta bagian atas digunakan untuk hall.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan Pemkot tetap mengandalkan sumber pendanaan dari Kementerian PUPR untuk pembangunan Pasar Klewer sisi timur. Hal itu setelah Kementerian Perdagangan (Kemendag) membatalkan menganggarkan pembangunan itu.

Semula anggaran pembangunan Pasar Klewer akan dibiayai Kemendag melalui dana Tugas Pembantuan (TP) pada tahun ini. Kemendag menjanjikan akan memberikan anggaran revitalisasi Klewer timur tahap pertama senilai Rp42 miliar, namun dibatalkan.

“Kemendag sudah menyerahkan untuk pembangunan Pasar Klewer timur ke Kementerian PUPR,” katanya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten