Setya Novanto seusai mengikuti sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (18/9/2018), sebagai saksi untuk terdakwa korupsi e-KTP Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung. (Antara - Muhammad Adimaja)

Solopos.com, BOGOR - Narapidana kasus korupsi KTP-Elektronik, Setya Novanto, ditempatkan di Rumah Tahanan (Rutan) khusus narapidana teroris. Setnov tiba di Gunung Sindur Kabupaten Bogor, Jawa Barat pukul 01.30 WIB, Sabtu (15/6/2019).

"Yang Rutan itu khusus teroris. Kalau yang Lapas kan umum, ada terorisnya, ada narkobanya, ada tipikornya," ujar Kepala Lapas Kelas III Gunung Sindur, Sopiana kepada Antara di Bogor, Sabtu.

Menurutnya, Rutan khusus narapidana teroris hanya sebagian kecilnya tetap dihuni oleh narapidana kasus lain. Jika dihitung, dari ratusan narapidana teroris, hanya sekitar 20 narapidana dengan kasus selain terorisme.

"Pidana narkotika ada juga di situ, yang berat-berat ada juga di situ. Lebih dominannya teroris, kalau yang umum enggak begitu banyak kurang lebih sekitar 20," kata Sopiana.

Meski begitu, masing-masing narapidana di Rutan Gunung Sindur ini menurut Sopiana memiliki sel sendiri. Sehingga, Novanto tetap berbeda sel dengan para narapidana teroris di Rutan Gunung Sindur.

"Kalau untuk kamarnya berbeda, karena kan di sana one man one cell," kata Sopiana.

Seperti diketahui, Novanto tiba di Rutan Gunung Sindur tengah malam sekitar pukul 01.30 WIB dini hari, Sabtu (15/6/2019), setelah dipindah dari Lapas Sukamiskin Bandung lantaran kepergok pelesiran.

Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat memindahkan Novanto karena terpergok berkeliaran di toko bangunan yang berada di Padalarang.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten