Setya Novanto Beberkan Aliran Duit E-KTP ke Banggar DPR
Setya Novanto seusai mengikuti sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (18/9/2018), sebagai saksi untuk terdakwa korupsi e-KTP Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung. (Antara - Muhammad Adimaja)

Solopos.com, JAKARTA -- Mantan Ketua DPR Setya Novanto membeberkan aliran uang ke sejumlah anggota DPR dan Badan Anggaran (Banggar) DPR yang berasal dari dana proyek e-KTP.

"Sebesar US$3,5 juta kalau boleh saya sebutkan diberikan pertama kepada Chairuman [Harahap] US$500.000, Pak Jafar US$100.000, Akom [Ade Komarudin] US$700.000, dan Agun [Gunandjar] US$1 juta, serta Melchias Mekeng dan Markus Nari diberikan di ruangan saya, di ruang ketua fraksi," kata Setya Novanto dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Setnov menjadi saksi untuk dua terdakwa yaitu mantan Direktur Operasional PT Murakabi Sejahtera Irvanto Hendra Pambudi Cahyo yang juga keponakan Setnov, serta pemilik OEM Investment Pte.Ltd. Made Oka Masagung. Keduanya didakwa menjadi perantara pemberian uang US$7,3 juta kepada Setnov dalam kasus korupsi e-KTP.

"Ivan kasih atas perintah ketua fraksi totalnya 3,2 juta AS, ini yang dituduhkan kepada saya 3,5 juta dolar AS itu," ungkap Setnov.

Setnov mengaku bahwa dirinya pernah dikonfrontasi di hadapan penyidik soal penerimaan dari Irvanto yang dalam dakwaan disebut sejumlah US$3,5 juta.

"Saat konfrontir, saya baru tahu yang pemberian tahap pertama untuk Olly Dondokambey 500 [ribu dolar AS], [Mellchias Markus] Mekeng 500 [ribu dolar AS], Mirwan Amir 500, dan untuk Tamsil [Linrung] itu yang pertama saat dikonfrontir pada tanggal 22 Maret 2018 dan didapat angka 3,5 juta [dolar AS]," tambah Setnov.

Pemberian uang itu oleh pengusaha Andi Narogong itu karena nama-nama anggota DPR tersebut juga adalah anggota Banggar DPR. "Hubungan dengan Mekeng, Olly, Mirwan Amir, hubunganya sebagai Badan Anggaran yang meloloskan proyek ini. Saya ingat-ingat lagi saat ketemu Nazaruddin di Sukamiskin, \'Pak Nov kenapa banggar dikasih-kasih uang di depan saya tidak disampikan?\'" cerita Setnov mengulang pernyataan Nazaruddin kepadanya di LP Sukamiskin, Bandung.

Menurut Setnov berdasarkan cerita Nazaruddin, untuk penyiapan anggaran e-KTP 2011 sudah diberikan US$1 juta untuk Melchias Markus Mekeng, US$1 juta untuk Olly Dondokambey, US$1 juta untuk Mirwan Amir, dan US$500.000 untuk Tamsil Linrung yang seluruhnya diberikan di lantai 12 di ruangan Ade Komarudin.

"Ada alokasi dana untuk mendapatkan tambahan Rp1,2 triliun untuk uang muka e-KTP memang sebaiknya saya dikonfrontir dengan Andi [Narogong] dan Nazaruddin," ungkap Setnov.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom