Pak Setu, penjual balon keliling asal Karanganyar (Instagram-@thoryc.id)

Solopos.com, SOLO – Kisah perjuangan -merangkak-pak-setu-asal-karanganyar-jualan-balon">Setu si penjual balon keliling dengan merangkak asal Jatipuro, Karanganyar, Jawa Tengah, viral di media sosial. Sosok Setu, 50, yang menginspirasi tersebut tampil di program TV Hitam Putih Trans 7, Rabu (26/6/2019).

Setu menceritakan kesehariannya sebagai penjual balon kepada pembawa acara Hitam Putih, Deddy Corbuzier. Rupanya, Setu telah bekerja sebagai penjual balon keliling di Kota Solo, Jawa Tengah, selama tiga tahun belakangan. Dia biasanya menghabiskan waktu selama enam hari di Solo untuk bekerja.

Sudah tiga tahun jualan balon. Jualannya di Solo. Di kampung enggak jualan. Biasanya menjahit sepatu atau sandal dan mengisi korek api gas. Kalau di kampung enggak laku balonnya,” kata Setu.

Setu berangkat ke Solo dari kampungnya di Gempolan RT 004 RW 004, Jatiyoso, Karanganyar, Jawa Tengah, sekitar tiga sampai empat kali dalam sebulan. Dia menghabiskan waktu selama enam hari di Solo untuk berjualan balon dengan menumpang istirahat di masjid.

Dari kampung naik ojek ke Jatipuro. Dilanjutkan naik bus ke Solo. Di Solo enam hari jualan balon baru pulang,” sambung Setu.

Dari hasil penjualan balon itu, Setu mendapat uang sekitar Rp100.000 hingga Rp175.000 per hari. Dengan total keuntungan mencapai Rp700.000 sampai Rp800.000 setiap pekan. “Hati nurani saya mengatakan kayaknya yang paling menguntungkan itu jualan balon,” sambung Setu.

Hasil perasan keringat -ndul-ahlinya-ahli-kebanjiran-job-offline-setelah-viral-di-medsos-">Setu selama berjualan balon dipakai untuk mencukupi kebutuhan keluarga yang terdiri dari satu istri dan enam anak. Dengan segala keterbatasan, dia mampu membiayai anak sulungnya kuliah dan menikahkan anak keduanya.

Pengin melarang bapak jualan, tapi enggak bisa. Saya enggak pernah malu sama bapak. Justru bapak sangat luar biasa karena bisa menyekolahkan saya sampai kuliah dan menikahkan adik saya,” terang Abbu Sofyan, anak sulung Setu yang berusia 21 tahun.

Diberitakan -ndul-ahlinya-ahli-kebanjiran-job-offline-setelah-viral-di-medsos-">Solopos.com sebelumnya, sosok Setu si penjual balon difabel yang menjajakkan dagangan dengan cara merangkak viral berkat foto serta video pengguna akun Instagram @thoryc.id. Unggahan itu memperlihatkan seorang pria separuh baya yang menggendong balon dengan cara merangkak di sepanjang jalanan Kota Solo. Bagian lututnya dilindungi dengan sol sepatu agar tidak terluka.

Perjuangan Setu mencari rezeki dengan keterbatasan fisik tersebut mengundang decak kagum. Sejumlah netizen menilai Setu mengajarkan hal positif dengan kondisi fisiknya yang serba terbatas. Meski tidak bisa berjalan, dia memilih tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten