Setop Emosi Ketika Nilai Rapor Anak Kurang Memuaskan
Ilustrasi ibu dan anak. (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Orang tua punya opsi reaksi ketika buah hatinya mendapatkan nilai tidak memuaskan di sekolah. Ada yang menghadapinya dengan santai. Terkadang juga merespons dengan omelan, hukuman, atau pembatasan khusus agar si kecil lebih konsentrasi belajar nantinya.

Seperti dilansir The Conversation, reaksi orang tua saat merespons nilai atau hasil usaha studi anak bisa memengaruhi persepsi dan berdampak jangka panjang pada tumbuh kembang si kecil.

Studi Universitas Michigan yang diterbitkan di Journal of Family Psychology, meriset orang tua dari 500 anak di Amerika Serikat. Studi tersebut mempertanyakan respons orang tua saat anak berusia 11-13 tahun pulang membawa rapor di bawah ekspektasi atau lebih rendah dari harapan mereka.

Secara umum ada dua jenis tanggapan, hukuman dan proaktif. Dari respons tersebut ditakar dampaknya untuk pendidikan anak apakah lebih baik atau lebih buruk selama lima tahun ke depan.

Studi ini menemukan fakta anak-anak yang orang tuanya merespons rapor buruk dengan menceramahi panjang lebar, menghukum, atau membatasi kegiatan anak ternyata berdampak pada tingkat literasi dan matematika anak yang lebih rendah dari kelompok anak-anak direspons proaktif orang tuanya.

Hal itu bukannya tanpa alasan. Model pengasuhan reaktif tersebut dinilai tidak berhasil karena tidak mengatasi masalah mendasar yang dihadapi buah hatinya.

Ketika orang tua membatasi kegiatan anak, tanpa sengaja kesempatan anak belajar ketrampilan lain juga dibatasi. Demikian juga penerapan hukuman yang cenderung meningkatkan rasa frustasi belajar anak.

Jadi, sebaiknya Anda sebagai orang tua menyikapi hasil belajar anak dengan lebih bijaksana. Jika Anda kurang puas, sampaikan hal tersebut dengan cara yang lembut. Bukan malah memarahi yang justru membuat anak merasa tertekan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho