Kategori: Wonogiri

Setelah Waduk Baran Ninggal Tatu, Wahyu Glece Bertekad Buat Lagu Tentang Potensi Wonogiri Lainnya


Solopos.com/Aris Munandar

Solopos.com, WONOGIRI - Wahyu Setiyawan alias Wahyu Glece sedang hangat diperbincangkan lantaran membuat lagu tentang potensi Wonogiri berjudul Waduk Baran Ninggal Tatu. Menariknya, lagu ini berhasil menembus perusahaan industri rekaman dan dinyanyikan pedangdut Happy Asmara.

Wahyu merupakan pemuda asal Kecamatan Eromoko, Wonogiri, berusia 23 tahun. Lagu ciptaannya berjudul Waduk Baran Ninggal Tatu dibeli oleh perusahaan industri rekaman, Pelita Utama. Lewat Pelita Utama ini, lagu Wahyu dinyanyikan oleh Happy Asmara, pedangdut yang tengah naik daun.

Wahyu bersyukur lagunya bisa populer. "Tujuan utama saya bukan materi atau uang yang diperoleh. Karya saya bisa dikenal dan dinikmati orang banyak saja saya sudah senang," ujar dia saat dihubungi Solopos.com, Minggu (11/10/2020).

Berkas Kasus Pembunuhan Duwet Sukoharjo Dikembalikan Kejari, Ini Sebabnya

Ke depannya, Wahyu berencana mengembangkan bakatnya itu melalui channel youtube yang ia miliki. Ia mempunyai keinginan bisa mempunyai project dengan penyayi dan produser hebat dan terkenal lainnya.

Selain itu, lewat karya-karyanya ia akan mengangkat dan memanfaatkan potensi daerah yang ada di Wonogiri. Selanjutnya, ia akan menciptakan lagu dengan mengangkat potensi yang ada di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri.

Karya yang diciptakan Wahyu tidak lepas dari pengalamannya sebagai seorang pengamen di Solo. Namun, kini ia memilih tinggal di Wonogiri dengan pekerjaan yang seadanya. "Saat ini saya jadi kuli bangunan. Sebelumnya petani. Apapun pekerjaannya, saya syukuri dan terima," kata dia.

Pengalaman Pribadi

Lagu Waduk Banaran Ninggal Tatu sendiri menceritakan pengalaman pribadi Wahyu. Saat itu Wahyu mempunyai seorang kekasih yang tinggal di Pacitan, Jawa Timur. Karena kekasihnya tidak bisa menerima keadaan Wahyu, akhirnya kisah cintanya kandas.

Menurut Wahyu, keadaan saat itu membuat hatinya terluka. Maka dalam reff lagu Waduk Baran Ninggal Tatu itu terdapat lirik Matur suwun cah ayu gawe lara atiku.

Blusukan ke Pasar Tradisional, Sri Mulyani Menyerap Aspirasi Sambil Belanja

Wahyu yang saat itu tinggal di Solo bersama kedua orang tuanya harus pulang ke Eromoko. Ia ingin tinggal bersama neneknya di kampung halaman. "Saat itu saya ingin mencari ketenangan. Menenangkan diri, cari suasana di kampung halaman. Saya balik ke Wonogiri ini 11 bulan yang lalu," ungkap dia.

Selain, Waduk Baran Ninggal Tatu, lagu ciptaan wahyu yang digarap oleh pelita utama yang Eromoko Seksine Janji. Kini video itu juga telah diunggah di channel pelita utama. Lagu dinyanyikan oleh Safira Inema, seorang penyayi dangdut reggae asal Tulungagung, Jawa Timur, yang saat juga tenga populer.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi