Setelah Terus Turun, Akhirnya Harga Emas Antam Bertahan Rp876.000/Gram
Produk emas batangan di Galeri 24 Pegadaian Solo, Selasa (7/4/2020). (Solopos/Farida Trisnaningtyas)

Solopos.com, JAKARTA — Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) pada hari ini Senin (8/6/2020) bertahan pada level Rp876.000 per gram, setelah sebelumnya terus turun.

Dengan demikian, emas Antam menghentikan tren penurunan sejak pekan kemarin. Berdasarkan informasi Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas Antam untuk cetakan 1 gram bertahan pada level Rp876.000.

Selain itu, harga emas dengan satuan terkecil 0,5 gram tetap berada pada posisi Rp474.000. Lebih lanjut, untuk satuan 2 gram dihargai Rp1.692.000, ukuran 3 gram Rp2.513.000, 10 gram Rp8.255.000, dan 25 gram Rp20.512.000.

Rekomendasi Saham Senin 8 Juni, Saham Sektor Konsumsi & Telekomunikasi Layak Beli

Harga emas Antam ini berlaku di Butik Emas LM Antam Pulo Gadung, Jakarta. Adapun, harga jual kembali (buyback) emas Antam tetap pada posisi Rp762.000. Harga jual kembali ini belum mempertimbangkan pajak jika nominalnya lebih dari Rp10 juta.

Berdasarkan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke PT Antam dengan nilai lebih dari Rp10 juta dikenai PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP. Selain itu, PPh 3 persen untuk nonpemegang NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

Harga emas Pegadaian juga bertahan dibandingkan dengan posisi Minggu (7/6/2020). Berdasarkan informasi dari aplikasi Pegadaian Digital Service, harga emas 1 gram Galeri 24 tercatat Rp905.000.

Layak Ditiru! Solo Punya 54 Kampung Siaga Covid-19

Tanda Ekonomi Global Cepat Pulih

Harga emas batangan Galeri 24 untuk ukuran terkecil 0,5 gram dipatok dengan harga Rp499.000. Harga itu tidak berubah dibandingkan harga perdagangan Minggu. Untuk diketahui, emas Galeri 24 merupakan nama yang dibuat oleh anak usaha Pegadaian.

Kemudian, untuk ukuran 5 gram harga jual emas batangan Galeri 24 dibanderol Rp4,358 juta dan berat 50 gram dijual seharga Rp43,057 juta.

Dilansir Bisnis.com dari Bloomberg Minggu, harga emas akhir pekan lalu mencatatkan penurunan mingguan terpanjang karena data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) lebih baik dari perkiraan.

ATM Perempuan Paruh Baya Semanggi Solo Dikuras Penipu, Ini Imbauan Polisi

Hal itu menjadi tanda lebih lanjut bahwa ekonomi global akan pulih lebih cepat sehingga membatasi permintan emas yang merupakan investasi safe haven.

Business Manager Indosukses Futures, Suluh Adil Wicaksono, mengatakan tren pergerakan emas saat ini terkoreksi sementara. Menurutnya, seluruh aset safe haven, termasuk dolar dan yen Jepang, terkoreksi karena agresifitas bank sentral membeli surat utang pada masa Covid-19.

Bakal Diluncurkan 25 Juni, Harga & Spesifikasi Redmi 9 Bocor

“European Central Bank [ECB] bahkan akhir pekan tidak sedikit melakukan pembelian untuk stabilisasi pasar keuangan,” ujarnya kepada Bisnis.com, Minggu. Suluh memprediksi akhir kuartal II/2020 emas spot masih akan berada di kisaran US$1.700 per troy ounce. Hal itu karena harga tertinggi pada Juni 2020 mencapai US$1.764 per troy ounce.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom