Setelah PUBG, Giliran Super Hero Lokal Mejeng di Dinusfest 2019
Para peserta lomba mural tengah menggambar tokoh super hero lokal, Aquanus, di Kampus Udinus, Semarang, Rabu (23/1/2019). (Semarangpos.com-Humas Udinus)

Semarangpos.com, SEMARANG — Setelah menampilkan inovasi kegiatan dengan menggelar Lomba Player Unknown’s Battle Ground (PUBG), Dinus Festival (Dinusfest) kembali menggelar acara yang menarik.

Kali ini, festival yang rutin digelar Kampus Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) setiap tahunnya itu menyelenggarakan lomba melukis di dinding atau mural. Lomba yang diinisiasi Himpunan Mahasiswa (HM) Desain Komunikasi Visual (DKV) Udinus itu digelar Rabu (23/1/2019).

“Mural merupakan sebuah wadah bagi mereka yang pandai melukis. Daripada melukis di sembarang tempat, kami sediakan tempat untuk menyalurkan kreativitas dan bakat,” ujar ketua pelaksana lomba mural, Aura Ramadhani, Rabu.

Para peserta lomba mural ini berasal dari berbagai daerah di Jateng. Mereka terbagi dalam 16 kelompok yang setiap kelompok terdiri dari empat orang.

Dengan penuh semangat, mereka menggoreskan tembok yang berada di pelataran parkir Kampus Udinus, Semarang, dengan kuas. Keunikan tema yang diangkat, yaitu super hero lokal, menjadikan lomba mural kali ini lebih menantang bagi para  peserta. Sebut saja Gundala Putra Petir, Aquanus, Si Buta dari Gua Hantu, Gundam Manusia Besi, hingga Wiro Sableng, ditampilkan para peserta di dinding kampus.

 “Super hero lokal ini sengaja dipilih agar masyarakat lebih mengenal dengan karya anak bangsa melalui lukisan di dinding,”jelas Aura.

Khanza salah satu peserta dari SMK Negeri 7 Semarang yang melukis karakter Godam Manusia Besi mengaku merasa senang dengan lomba mural itu.

“Selain enak dipandang, lukisan yang kami buat ini juga mempunyai pesan khusus. Karena Godam Manusia Besi ini menjadi pahlawan di era modern untuk memerangi kasus bullying di kalangan remaja,” tutur Khanza.

Peserta diberikan waktu sekitar 6 jam dan disediakan bidang lukis berupa dinding dengan ukuran panjang 3x2 meter dalam pembuatan mural tersebut. Unsur esensi, kesesuaian tema, dan estetika dijadikan kriteria penilaian oleh para juri. Juri berasal dari dosen program studi DKV Udinus yaitu Godham Eko Saputro S.Sn., M.DS dan alumni prodi tersebut.

Selain untuk meningkatkan kreativitas, dengan adanya lomba mural ini diharapkan siswa SMA/SMK/sederajat lebih kenal dengan program studi DKV Udinus yang sudah terakreditasi A. “Penyelarasan lomba dan program studi ini akan lebih memudahkan para peserta untuk memilih jurusan kuliah setelah lulus nanti,” jelas Kepala Humas Udinus, Agus Triyono.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom