Ketua Dewan Pembina DPP Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra, berpidato dalam Rapimnas III DPP Partai Berkarya di Lorin Solo Hotel, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (10/3/2018). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)

Solopos.com, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) mengatakan bahwa langkah Prabowo Subianto merapat ke kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin merupakan hak pribadi.

"Mengenai Pak Prabowo saya kira itu hak prerogatif beliau sendiri," kata Tommy seusai menggelar pertemuan dengan petinggi PKS di DPP PKS, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

Tommy menuturkan bahwa koalisi Prabowo-Sandiaga sudah selesai seiring berakhirnya penyelenggaraan Pilpres 2019. Karena itu, menurutnya, Prabowo maupun Partai Gerindra berhak menentukan sikap politik mereka.

Dia pun mengaku tidak merasa kecewa dengan keputusan Prabowo untuk bergabung dengan pemerintah dan menjadi Menteri Pertahanan. "Tentu tidak karena dalam politik kita selalu harusnya menerima kenyataan yang ada," katanya.

Sambut Tommy Soeharto, Presiden PKS Minta Jangan Dipeluk

Adapun sebelumnya, Partai Berkarya merupakan salah satu partai yang mendukung Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019. Namun usai pemilu, Prabowo justru memutuskan bergabung ke kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan petinggi PKS, Partai Berkarya menyatakan partainya siap bekerja sama dengan PKS untuk menjadi oposisi terhadap pemerintah. Tommy menegaskan partainya akan mengkritik kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro-rakyat.

"Seperti diketahui oposisi memang tidak secara langsung ada di Indonesia. Oleh karenanya, kami akan selalu berpihak pada rakyat. Kebijakan yang baik untuk rakyat akan kami dukung pemerintah. Kalau tidak baik, kami akan menyuarakan bagaimana yang lebih baik dan bagaimana solusinya. Itu yang akan kami lakukan dalam waktu-waktu ke depan," kata Tommy.

Fadli Zon Sebut Ahok Jadi Bos BUMN karena Jokowi, Prabowo Jadi Menhan Karena ....


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten