Prabowo Subianto disaksikan Anies Baswedan, Sandiaga Uno, dan Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo menyampaikan orasi kemenangan Pilkada Jakarta, Rabu (19/4/2017). (Bisnis-Dedi Gunawan)

<p><strong>Solopos.com, JAKARTA</strong> -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengatakan akan melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pekan depan. Hal ini menyusul pertemuan Prabowo dengan <span>Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan (LBP)</span>.</p><p>"Mudah-mudahan di pekan besok ya kami bisa bertemu Pak Prabowo,&rdquo; ujarnya kepada wartawan, Minggu (8/4/2018). Dia menyebutkan pertemuan dengan Prabowo akan diikuti oleh Ketua Dewan Sura DPP PKS, Salim Said Assegaf, yang saat ini masih berada di luar negeri.</p><p>Akan tetapi, dia tidak menyebutkan apa isi pertemuan dengan pendiri Partai Gerindra yang Jumat (6/4/2018) lalu melakukan pertemuan dengan Luhut. Sohibul hanya menyebutkan bahwa pertemuan partai politik maupun tokoh partai dalam sistem demokrasi merupakan hal biasa. Dia mengklaim hal serupa tak jarang dilakukannya dengan partai politik maupun tokoh partai lainnya.</p><p>Dia juga menanggapi datar pertemuan antara LBP dengan Prabowo yang dia sebut sebagai komunikasi politik biasa. Menurutnya, apabila dirinya bertemu dengan Prabowo, masing-masing akan saling bertukar cerita berbagai pertemuan yang mereka lakukan.</p><p>"Biasanya pak Prabowo suka cerita, kemarin saya bertemu dengan pak Luhut misalnya. Kemudian, apa isinya suka ceritakan, kami juga begitu," ujarnya.</p><p>Sampai saat ini, Sohibul menyebut Prabowo belum menceritakan perihal pertemuannya dengan Luhut karena dia belum sempat bertemu dengan Prabowo. Prabowo dan Luhut bertemu di sebuah restoran Jepang di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, pada Jumat lalu. Tidak diketahui pasti apa yang dibahas keduanya dalam bincang-bincang yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu.</p><p>Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno mengungkapkan partainya tidak akan buru-buru dalam mengambil keputusan menghadapi Pilpres 2019.<br />Menurut Sandi, Prabowo tidak mau sekadar mendengar permintaan elite politik untuk mendeklarasikan diri sebagai calon presiden.</p><p><br />Partai Gerindra dan Prabowo kata dia, masih ingin mendengar apa yang menjadi keinginan masyarakat terlebih dahulu. "Bukan hanya mendengar apa yang elite (politik) mau. Kalau yang elite mau kan maunya sekarang, sekarang, sekarang terus. Sementara kalau masyarakat bilang \'yah kami ingin didengar\'," ujar Sandi di kawasan Kebayoran Baru.</p><p>Selain itu, katanya, deklarasi capres tidak perlu harus buru-buru. Menurutnya, masih ada waktu hingga Agustus 2018.</p><p>Hingga saat ini belum ada kepastian Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto maju kembali dalam Pilpres 2019. Sejumlah politikus Gerindra seperti Fadli Zon beberapa kali meyakinkan publik bahwa partainya segera mendeklarasikan Prabowo sebagai capres. Namun Prabowo sendiri belum pernah menyatakan keputusannya.</p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten