Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menerima penghargaan dari Wakil Presiden, Jusuf Kalla, di Jakarta, Selasa (15/10/2019). (Semarangpos.com-Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) kembali mendapat apresiasi atau penghargaan dari pemerintah pusat. Kali ini, giliran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang memberi penghargaan ke Pemprov Jateng dalam ajang Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019.

Penghargaan dari Kementerian PANRB itu diserahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di Istana Wakil Presiden, Jl. Medan Merdeka Selatan No.6, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019) siang.

Total ada 8 inovasi pelayanan publik milik pemerintahan di Jateng yang masuk dalam daftar Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2019. Kedelapan inovasi itu yakni aplikasi pelayanan online bagi pasien di RSUD Prof. Dr Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto, program Oce Oke Pemkab Banjarnegara, Pattas Sosial Mitra Kurir Langit Pemkab Banyumas, program Gerakan Kembali Bersekolah Atasi Anak Tidak Sekolah (GKBATS) Pemkab Brebes, dan Balakar to Response Time milik Pemkab Cilacap.

Selain itu ada juga program bertajuk Misteri Calon Pengantin Paseso Merapi milik Pemkab Magelang, program Rumah Sakit Rasa Toyota dari Pemkab Wonosobo dan Rumah Kedelai Grobogan.

“Kami memang mendorong setiap instansi membuat satu inovasi, satu opd satu inovasi, begitu pula kabupaten kota, kita pilih yang mana mau dilombakan. Kita ajukan 22 dan masuk ke Top 99, kemudian diseleksi menjadi 45 yang terbaik, kita mendapat 8 yang terbaik. Kami tentu bangga dan senang,” ujar Ganjar.

Dengan penghargaan itu, Ganjar berharap menjadi motivasi jajarannya baik di tingkat pemprov, pemkab, dan pemkot untuk membuat aplikasi atau sistem yang mendorong layanan publik menjadi lebih baik. Selain itu juga akan menjadi rujukan nasional maupun daerah yang belum membuat aplikasi atau sistem.

Sementara itu, Jusuf Kalla mengatakan inovasi merupakan keniscayaan bagi pemerintah daerah dalam menjawab dinamika yang berkembang.

"Inovasi itu tentunya penting untuk semua daerah, terutama bagi daerah yang memegang prinsip kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah? Padahal sebenarnya, kalau bisa dipermudah, daerah bisa lebih makmur, lebih cepat dan lebih baik," kata Wapres.

Sementara itu Menteri PANRB, Syafruddin, mengatakan pemerintah daerah yang inovasinya terpilih sebagai Top 45 mendapatkan alokasi Dana Insentif Daerah (DID). Pemberian DID ini telah dilakukan sejak tahun anggaran 2018.

Penghargaan dari Kemen PANRB ini merupakan yang kali kedua diterima Pemprov Jateng dalam sepekan terakhir. Padah hari Senin (14/10/2019), Pemprov Jateng juga menerima penghargaan dari Kementerian Tenaga Kerja.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten