Setelah Golkar, Kini Giliran PAN Koalisi dengan PDIP di Pilkada Wonogiri
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Wonogiri, Sunarmin. (Istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI — Satu lagi partai politik di Wonogiri yang resmi berkoalisi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP, yakni Partai Amanat Nasional atau PAN.

Koalisi ini mencetak sejarah sepanjang digelarnya pemilihan kepala daerah atau pilkada langsung di Wonogiri yang kali pertama digelar 2005 lalu. Baru pada pilkada 2020 ini PAN bermitra dengan PDIP. Tiga kali pilkada sebelumnya PAN selalu menjadi rival.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah atau DPD PAN Wonogiri, Sunarmin, kepada Solopos.com, Rabu (15/7/2020), menyampaikan koalisi resmi PAN dengan PDIP terbangun sebelum Partai Golkar berkoalisi. Namun, PAN belum menyampaikannya kepada publik, karena menunggu momentum yang tepat.

Pemkab Klaten Sabet Penghargaan Soal KB, Bupati Sri Mulyani Dipuji

Dia menceritakan komitmen PAN untuk berkoalisi dengan PDIP diambil melalui rapat resmi DPD, Majelis Pertimbangan Partai atau MPP, dan pimpinan 25 Dewan Pengurus Cabang atau DPC, 21 Maret 2020 lalu.

Komitmen dan kesepakatannya yakni berkoalisi dan mengusung pasangan calon atau paslon yang diusung PDIP pada pilkada, 9 Desember 2020 mendatang. Seperti diketahui, PDIP merupakan satu-satunya partai di Wonogiri yang bisa mengusung paslon secara mandiri.

Tindak lanjut dari komitmen tersebut, PAN dan PDIP membahas, merumuskan, dan menyepakati nota kesepahaman/memorandum of understanding atau MoU koalisi. Lalu Sunarmin dan Joko Sutopo sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang atau DPC PDIP Wonogiri menandatanganinya, 4 Juni 2020.

Rapat Pleno

Kemudian DPD PAN mengusulkan pelaksanaan rapat pleno penetapan paslon kepada Dewan Pimpinan Wilayah atau DPW PAN Jawa Tengah. Selanjutnya hasil usulan diajukan kepada Dewan Pimpinan Pusat atau DPP PAN agar selanjutnya DPP PAN memproses penerbitan surat keputusan atau SK penetapan paslon.

“Penerbitan SK penetapan paslon oleh DPP PAN hanya tinggal menunggu DPP PDIP mengumumkan secara resmi nama paslon yang ditetapkan berdasar SK penetapan paslon. Sekarang ini kan yang diterbitkan DPP PDIP baru rekomendasi, belum SK penetapan paslon. Kalau rekomendasi masih bisa berubah. Kalau sudah terbit SK penetapan berarti paslon sudah definitif atau pasti,” kata Sunarmin saat dihubungi.

Seperti diketahui, DPP PDIP sudah merekomendasikan Joko Sutopo-Sriyono, anggota Fraksi PDIP DPRD Wonogiri sebagai calon bupati-calon wakil bupati atau cabup-cawabup.

Pola Tracing Diubah, Kontak Lini 1 Pasien Positif Covid-19 Sukoharjo Langsung Swab

PAN memutuskan berkoalisi dengan PAN karena beberapa alasan, yakni berdasar hasil survei internal, tingkat elektabilitas atau keterpilihan Joko Sutopo sangat tinggi. Kepuasan publik Wonogiri atas kinerja Joko Sutopo sebagai Bupati juga sangat tinggi.

Selain itu mayoritas masyarakat ingin Joko Sutopo melanjutkan memimpin pemerintahan karena selama ini dia dinilai berhasil membangun Wonogiri menjadi lebih baik. Atas dasar itu PAN memilih mengutamakan kepentingan keberlanjutan pembangunan daerah di berbagai bidang.

“Koalisi PAN-PDIP ini mencetak sejarah di perpolitikan Wonogiri. Baru di pilkada Wonogiri 2020 ini PAN berkoalisi dengan PDIP Wonogiri. Tiga kali pilkada berturut-turut sebelumnya PAN selalu berada di garda terdepan memimpin koalisi untuk berhadapaan dengan PDIP dan koalisinya,” ucap Sunarmin.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom