Kondisi jalan simpang Joglo yang dipenuhi pasir dan pecahan batu sehingga membahayakan bagi pengendara sepeda motor, Selasa (18/9/2018) pagi. (Solopos-Irawan Sapto Adhi)

Solopos.com, SOLO -- Pembangunan flyover atau overpass di perlintasan kereta api (KA) tidak hanya akan berhenti di Manahan dan Purwosari. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memastikan rencana itu akan berlanjut ke Simpang Tujuh Joglo.

Flyover Purwosari hingga kini belum juga ada tanda-tanda akan dibangun. Pemkot mengatakan pembangunan flyover Purwosari kemungkinan akan dimulai awal 2020 mendatang.

Pada tahun yang sama Pemkot akan membuat feasibility study (FS) pembangunan jalan layang Simpang Joglo, Banjarsari. “Yang jelas awal tahun depan overpass Purwosari sudah dimulai. Tahun ini kami fokus memindahkan sarana utilitas di area overpass Purwosari. Tahun ini lelang. Sedangkan untuk overpass Joglo mudah-mudahan 2020 masuk FS,” ujar Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, saat diwawancarai wartawan belum lama ini di Solo.

Rudy mengakui pembangunan jalan layang di Simpang Joglo sudah sangat mendesak mengingat kepadatan arus lalu lintas di kawasan itu. Keberadaan jalan layang dibutuhkan untuk mengurangi kepadatan arus atau mencegah terjadinya kemacetan.

Rudy mengakui kebutuhan anggaran pembangunan overpass Joglo jauh lebih besar dibandingkan overpass Manahan dan Purwosari. Kepastian kebutuhan anggaran overpass itu masih menunggu perhitungan detail dan FS.

“Joglo lebih besar dari Purwosari. Tapi belum tahu pasti berapa kebutuhannya, belum ada FS nya,” imbuh dia.

Di sisi lain rencana pembangunan overpass Joglo mendapat tanggapan positif dari warga dan pengguna persimpangan itu. Mereka beralasan kemacetan arus lalu lintas masih sering terjadi kendati jalan tol sudah beroperasi beberapa waktu terakhir.

“Kemacetan sering terjadi saat waktu berangkat dan pulang kerja,” tutur Hari Sarbowo, seorang pengguna jalan yang ditemui Solopos.com.

Menurut dia, langkah Pemkot Solo memprioritaskan Palang Joglo untuk dibangun overpass sudah tepat. Ada tujuh ruas jalan yang bertemu di Joglo sehingga kawasan itu sering macet. Kawasan itu butuh solusi berupa overpass.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, memang kerap terjadi kemacetan lalu lintas di perlintasan sebidang Palang Joglo saat jam pulang kerja. Kondisi itu membuat petugas polisi lalu lintas dan sukarelawan bekerja keras mengurai kemacetan.

Padatnya arus lalu lintas di palang Joglo pada jam pulang kerja memaksa sebagian warga memilih jalur perlintasan tanpa palang pintu di Nusukan. Aksi nekat itu dilakukan demi tidak terjebak kemacetan di perlintasan Joglo.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten