Kategori: Sragen

Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Sekda Sragen Rasakan Ngantuk Selama 7 Jam


Solopos.com/Tri Rahayu

Solopos.com, SRAGEN -- Sekretaris Daerah atau Sekda Sragen Tatag Prabawanto mengaku mengalami rasa kantuk luar biasa selama tujuh jam setelah disuntik vaksin Covid-19, Senin (22/2/2021).

Informasi yang dihimpun Solopos.com, para para aparatur sipil negara atau ASN Pemkab dan legislator DPRD Sragen merasakan efek yang berbeda-beda setelah menjalani vaksinasi Covid-19. Ada yang mengantuk, pegal-pegal, nafsu makan meningkat, hingga diare.

Efek tersebut tidak terjadi dalam durasi lama. Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto mengaku mengalami kantuk yang luar biasa sejak satu jam setelah disuntik vaksin, Senin (22/2/2021). Tatag disuntik vaksin sekitar pukul 09.15 WIB dan mulai merasakan kantuk pukul 10.15 WIB.

Bahkan saat rapat pun, Sekda sempat memejamkan mata karena tak kuat menahan kantuk. “Reaksinya mengantuk dan mudah lapar pada hari pertama. Setelah itu tidak ada reaksi sampai hari ini,” ujarnya kepada Solopos.com melalui telepon, Selasa (23/2/2021).

Baca Juga: Pedasnya Cabai Rawit Di Sukoharjo, Harganya Tembus Rp95.000 Per Kg

Sekda Sragen itu mengaku mengalami rasa kantuk selama tujuh setelah disuntik vaksin Covid-19 atau sampai pukul 17.00 WIB. Legislator DPRD Sragen, Tono, pun merasakan kantuk dan badan terasa capai setelah menjalani vaksinasi Covid-19 bersama ASN Pemkab Sragen.

Setelah itu, Tono mengaku sudah merasa biasa lagi. “Pertama akan divaksin itu ya takut. Terus akhirnya ya pasrah saja. Yang penting saya yakin sehat saja. Sekarang jadi tenang dan aman karena sudah divaksin,” ujar Tono.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sragen Sutrisna juga merasakan kantuk dan lapar setelah menjalani vaksinasi. Ia merasakan kantuk itu 30-60 menit setelah disuntik. Setelah itu normal lagi.

Baca Juga: Gelapkan Uang BBM Rp15 Miliar Di Solo, Pengusaha Surabaya Divonis 3 Tahun Penjara

Pegal-Pegal

Reaksi serupa juga dialami ASN yang menjabat Kabag Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Sragen Dwi Agus Prasetyo yang juga menjalani vaksinasi Covid-19 pada Senin. Agus merasakan kantuk 2,5 jam setelah disuntik vaksin. “Ngantuk banget. Setelah saya tidur selama 30-40 menit sudah biasa kembali. Kalau untuk pegal-pegalnya sampai sore hari,” katanya.

Seorang ASN Sragen, Udin, 29, merasakan perutnya mulas dan langsung buang air besar setelah disuntik vaksin. Reaksi yang Udin alami itu diare tetapi hanya sekali itu. “Ya, hanya sekali itu untuk segera buang hajat. Setelah itu tidak ada reaksi apa-apa,” katanya saat ditemui Solopos.com, Selasa siang.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Sragen R Suparwoto mengaku tak merasakan reaksi yang ekstrem. Ia hanya merasa agak lapar dan nafsu makan menjadi meningkat. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Sragen Dwiyanto juga tak mengalami gejala klinis.

Baca Juga: PPKM Mikro Solo Diperpanjang Sampai 8 Maret, Ada Perubahan Aturan?

Begitu juga Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Sragen Aris Wahyudi yang tidak mengalami reaksi apa-apa. Bahkan pada sore harinya setelah vaksinasi ia langsung olahraga treadmill.

Wakil Ketua DPRD Sragen Aris Surawan tidak merasakan reaksi klinis. Ia berharap seluruh warga Sragen tidak terkena kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI). Dari tiga jenis efek vaksinasi itu, kata Aris, tidak ada efek yang terjadi. Semoga tidak ada warga Sragen yang takut vaksinasi.

Share