Setelah Dinyatakan Positif Covid-19, 10 Anggota KPPS di Klaten Mengundurkan Diri

Sebanyak 10 anggota KPPS yang bakal bertugas dalam Pilkada Klaten 2020 mengundurkan diri setelah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi tes swab Covid-19. (Reuters)

Solopos.com, KLATEN — Sejumlah anggota penyelenggara pemilu memilih mengundurkan diri setelah dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu mereka lakukan atas inisiatif pribadi.

Anggota KPU Klaten Divisi Teknis Penyelenggaraan, Samsul Huda, menjelaskan rapid test ditujukan kepada puluhan ribu panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), serta Linmas menjadi salah satu kegiatan yang harus dilakukan.

Pemeriksaan dilakukan untuk menjamin proses Pilkada Klaten 2020 aman dari persebaran Covid-19.

Soal jumlah anggota penyelenggara pemilu dengan hasil rapid test reaktif hingga ada yang terkonfirmasi positif, Samsul mengaku hingga Jumat siang belum mengetahui jumlahnya secara pasti. Proses pemeriksaan dilakukan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Klaten melalui Dinas Kesehatan (Dinkes).

Siang Bolong, Pria 31 Tahun Ini Coba Perkosa Gadis Remaja di Rumah Sakit

Meski belum mengetahui jumlahnya secara pasti, Samsul menjelaskan sudah menerima informasi panitia pemilihan kecamatan (PPK) ada anggota penyelenggara pemilu melakukan isolasi mandiri lantaran terkonfirmasi positif Covid-19.

Di antara anggota penyelenggara pemilu yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, ada yang mengundurkan diri dari keanggotaan penyelenggara pemilu. Setidaknya ada 10 anggota KPPS yang mengundurkan diri setelah dinyatakan positif Covid-19.

Alasan

Pengunduran diri itu inisiatif dari masing-masing anggota KPPS. Salah satu alasan yakni mereka tak ingin membebani anggota KPPS lainnya lantaran harus menjalani isolasi mandiri meski diperkirakan mereka bisa sembuh dari Covid-19 sebelum bertugas pada 9 Desember 2020 mendatang.

Atas kondisi itu, Samsul menjelaskan PPS sudah diminta mencari petugas KPPS pengganti.

“Dari sisi regulasi nanti petugas penggantinya wajib melengkapi administrasi. Termasuk surat pernyataan tidak pernah menjadi anggota partai politik mana pun. Tentu saja nanti para pengganti itu harus melalui rapid test terlebih dahulu,” kata Samsul saat ditemui di KPU Klaten, Jumat (27/11/2020).

Tega, Ibu Biarkan Bayinya Mati di Lubang Toilet Usai Melahirkan

Ketua KPU Klaten, Kartika Sari Handayani, berharap warga yang memiliki hak pilih tetap datang ke TPS pada hari pemilihan 9 Desember 2020 meski ada fenomena anggota KPPS mengundurkan diri setelah dinyatakan positif Covid-19.

Dia memastikan protokol kesehatan secara ketat diberlakukan di TPS mulai dari pengecekan suhu tubuh, pengaturan jarak, hingga menyiapkan sarung tangan sekali pakai bagi setiap pemilih.

“Setiap yang akan masuk tetap diperiksa suhu tubuhnya. Kalau ada yang suhunya lebih dari 37,3 derajat celsius langsung diarahkan ke bilik suara khusus khusus,” kata Kartika.

Berita Terbaru

Bawaslu Jateng Telusuri Politik Uang Pilkada di Empat Kabupaten, Mana Saja?

Solopos.com, SEMARANG--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menelusuri dugaan praktik politik uang yang terjadi pada pilkada serentak...

Beda Quick Count KPU, Partai Demokrat Klaim Menang di Pilkada Rembang

Solopos.com, SALATIGA — Partai Demokrat mengklaim meraih kemenangan pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Padahal hasil...

Harta Rp22 Miliar, Sahrul Gunawan Hanya Punya 1 Mobil

Solopos.com, JAKARTA -- Calon Wakil Bupati Bandung, Jawa Barat, Sahrul Gunawan untuk sementara unggul dalam hitung cepat Pilkada Bandung...

Sahrul Gunawan: Gagal di Pemilu Legislatif, Berjaya di Pilkada Bandung

Solopos.com, JAKARTA -- Artis sekaligus penyanyi Sahrul Gunawan yang menjadi calon Wakil Bupati Bandung, Jawa Barat, untuk sementara unggul...

Tak Bertuan, 32.772 Lembar Formulir C Pemberitahuan Dikembalikan

Solopos.com, KLATEN – Sebanyak 32.772 lembar formulir model C pemberitahuan sebagai undangan bagi pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT)...

Keluarga Kalla Kalah dalam Pilkada Makassar?

Solopos.com, JAKARTA — Pemilihan umum kepala daerah di Kota Makassar diikuti empat pasangan calon yang memperebutkan kursi wali kota...

Partai Demokrat Sementara Menangi 44% Pilgub 2020

Solopos.com, JAKARTA — Sekretaris Badan Pemenangan Pemilihan Umum Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengklaim menang di empat dari sembilan provinsi...

Berkat Sosialisasi di Masjid, Partisipasi Pemilih Pilkada Wonogiri Tinggi

Solopos.com, WONOGIRI — Komisi Pemilihan Umum Wonogiri mengklaim tingkat partisipasi pemilihan kepala daerah atau Pilkada Wonogiri 71,26 persen berdasar...

Sri Mulyani Ungkap Kunci Sukses Dongkrak Suara di Pilkada Klaten 2020

Solopos.com, KLATEN - Pasangan Sri Mulyani-Yoga Hardaya unggul atas lawan-lawannya berdasarkan hitung cepat Desk Pilkada Pemkab Klaten. Sri Mulyani...

Pilkada Klaten: Mulyo Unggul di 23 Kecamatan, ORI 2 Kecamatan, ABY-HJT 1 Kecamatan

Solopos.com, KLATEN – Pasangan calon bupati (cabup)-calon wakil bupati (cawabup) Klaten, Sri Mulyani-Yoga Hardaya atau Mulyo, menang di 23...