Ilustrasi flu burung (kemeninfo.go.id)

Solopos.com, BERLIN – Saat China dan sejumlah negara dunia mati-matian berperang dengan virus corona, Jerman melaporkan temuan kasus virus flu burung H5N8. Virus itu telah membunuh 44 burung dari satu kawanan, yang terdiri atas 69 burung.

Temauan itu berasal dari di Bretfeld di kawasan Baden-Wurttemberg, menurut OIE yang berbasis di Paris, mengutip laporan Kementerian Pangan dan Pertanian Jerman.

“Seluruh unggas dan burung tawanan telah dimusnahkan dan dibuang secara aman pada 7 Februari 2020. Tak ada unggas, produk unggas atau burung tawanan telah dikirim,” bunyi laporan tersebut.

Ancaman Virus Corona Belum Kelar, Flu Babi Renggut 56 Nyawa di Taiwan

Kasus flu burung N5H8 telah terkonfirmasi pada seekor burung liar di Negara Bagian Brandenburg, Jerman timur pada Januari. Namun, tidak ada burung di peternakan itu yang terkena, kata kementerian.

Selain kasus flu burung, Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan melaporkan, 56 orang meninggal dunia akibat flu babi atau virus H1N1 selama tiga bulan terakhir. Dilaporkan South China Morning Post, Senin (12/2/2020) ada 13 orang berusia antara 47-97 tahun meninggal akibat flu babi.

Ilmuwan AS: Hanya Kehendak Tuhan yang Bisa Hentikan Virus Corona

Wabah ini cukup memprihatinkan di tengah laporan krisis di China akibar virus corona 2019-nCov. Otoritas kesehatan China, NHC melaporkan korban jiwa akibat epidemi itu sudah mencapai 1.018 orang.

Seluruh orang yang terinfeksi virus corona di China daratan telah mencapai 42.638 orang, dan 7.333 dalam keadaan parah. Sementara mereka yang dicuriga terinfeksi virus korona mencapai 21.675 orang.

Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh, ada 716 orang, sehingga pasien yang dinyatakan sehat dari virus korona mencapai 3.996 orang.

Flu Burung Muncul Lagi di China, 18.000 Ekor Ayam Dimusnahkan

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten