Wajah lesu Sandiaga Uno saat mendampingi Prabowo menyampaikan pidato kemenangan, Kamis (18-4/2019). (Twitter)

Solopos.com, JAKARTA -- Sandiaga Uno masih beranggapan kalau mengucapkan selamat sebelum penetapan presiden dan wakil presiden terpilih secara resmi merupakan budaya barat terutama Amerika Serikat. Meski banjir kritik di media sosial atas sikapnya itu, Sandi masih membela diri.

Dia menyindir Ketua PDIP Megawati Soekarnoputri yang tidak mengucapkan selamat kepada Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menang dalam Pilpres 2004 dan 2009. Saat itu, Megawati kalah dalam kedua Pilpres itu.

Sandiaga pun meluruskan maksud dari ucapannya terkait dengan selamat termasuk budaya barat. Ucapan selamat usai penyelesaian sengketa Pilrpes biasanya menjadi budaya barat.

"Saya sampaikan bahwa budaya-budaya we concede defeat and we offer congratulations [kami mengakui kekalahan dan kami mengucapkan selamat] itu hanya ada di pilpres-pilpres di demokrasi barat ya di Amerika terutama," kata Sandiaga di Mal Pelayanan Publik, Jl Epicentrum Selatan, Jakarta Selatan, Senin (1/7/2019), dilansir Suara.com.

"Kita enggak pernah melihat itu dilakukan oleh Ibu Presiden Megawati waktu 2004. Tidak melihat itu disampaikan oleh Ibu Presiden Megawati ke Pak SBY 2009. Di 2014 juga begitu," sambungnya.

Sandiaga meminta kepada seluruh pihak untuk tidak mempersoalkan terkait dengan pemahamannya soal ucapan selamat tersebut.

Sandiaga mengatakan alasan lain untuk tidak mengucapkan selamat sebelum Jokowi - Maruf Amin menjadi presiden dan wakil presiden terpilih ialah untuk menghargai para pendukungnya.

Lebih lanjut Sandiaga mengatakan kalau dirinya sudah menyampaikan ucapan selamat kepada Jokowi - Maruf seusai Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan keduanya sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.

"Tapi waktu keputusan MK itu apa yang mau diselamatin? Selamat menang MK gitu? Itu kan sangat tidak pada tempatnya dan sangat mencederai kepada para pendukung kedua belah pihak terutama kepada pendukung Pak Prabowo dan Sandi yang pada saat itu masih mengharapkan hasil yang positif," ujarnya.

"Bagi saya ucapan selamat itu harus sesuai dengan kebudayaan kita kaya kemarin setelah penetapan KPU kita memberikan selamat berjuang, selamat bekerja, selamat menjalankan amanah rakyat," tandasnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten