Setelah 6 Tahun, Derby Mataram Persis Vs PSIM Terjadi Lagi
Penyerang Persis Solo Ugiek Sugiarto (dua dari kanan) merayakan golnya ke gawang Persik Kediri pada laga uji coba yang digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (27/4/2019). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO - Derby Mataram bakal tersaji pada Liga 2 Indonesia musim 2019. Derby tersebut mengacu pada pertemuan antara Persis Solo dengan PSIM Jogja. Kepastian itu didapat dalam manager meeting di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Senin (27/5/2019) malam WIB. 

Persis dan PSIM sama-sama tergabung di Grup Timur Liga 2 musim ini. Kali terakhir mereka bertanding pada 27 April 2013 silam di stadion manahan. Dalam pertandingan lanjutan Grup 5 Divisi Utama itu kedua tim bermain imbang 0-0.

Pertemuan Persis dan PSIM sendiri selalu menjadi laga panas di kancah kasta kedua sepak bola Indonesia. Hal itu tak lain karena adanya friksi antara pendukung Persis dengan pendukung PSIM. Tak jarang, meski kedua tim tak bertemu langsung, konflik antarsuporter bisa terjadi.

Menyikapi kemungkinan panasnya laga antardua tim, Manajer Persis Solo Setiawan Muhammad mengatakan sudah bersepakat dengan PSIM untuk meredakan friksi antarsuporter. Kedua belah pihak akan mengajak masing-masing suporter untuk berdamai. "Musim ini, kami sepakat berdamai dengan PSIM untuk sama-sama memajukan sepak bola Tanah Air," kata dia.

Pelatih Persis, Agus Yuwono (AY), mengatakan anak asuhnya siap menghadapi seluruh tim yang berpartisipasi di Liga 2 musim ini, termasuk menghadapi PSIM. Menurutnya, Persis tak mungkin mundur meski laga melawan PSIM dipastikan panas di dalam dan luar lapangan.

"Satu grup tak apa-apa. Masa kami menghindar. Kalau kami enggak siap [bertemua PSIM], mengapa harus latihan susah-susah," ungkapnya saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Ia juga tak pilih-pilih lawan di grup timur. Menurutnya, semua lawan harus dihadapi dengan serius. Persis tak boleh meremehkan satu tim manapun agar tidak terlena. "Kami mewaspadai semua tim. Kalau pilih-pilih, kami bisa terlena. Bagi Persis, semua pertandingan adalah seperti pertandingan final. Musuh terbesar sebuah tim adalah kelengahan," terangnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho