SMA Kristen 2 Solo yang akan ditutup dan bergabung dengan SMA Kristen 1 Solo. (Solopos/Agnes Yustin Roswita)

Solopos.com, SOLO -- Satu lagi SMA dihttps://soloraya.solopos.com/read/20190507/489/990257/aturan-zonasi-ppdb-smpn-solo-sudah-terbit-orang-tua-siswa-galau" title="Aturan Zonasi PPDB SMPN Solo Sudah Terbit, Orang Tua Siswa Galau"> Kota Solo yang akan tutup pada tahun ini. Setelah SMA Tripusaka milik Yayasan Pendidikan Tripusaka memastikan tutup pada April lalu, kini giliran SMA Kristen 2 yang akan ditutup oleh Yayasan Perhimpunan Pendidikan Kristen Solo.

Terkait penutupan tersebut, semua siswa SMA Kristen 2 akan dipindahkan ke SMA Kristen 1 Solo. Penutupan sekolah swasta itu disebabkan menurunnya jumlah siswa setiap tahun. Sekolah yang berusia 37 tahun itu (dibangun pada 1982) terletak di Jl. Abdul Muis No. 35, Setabelan, Banjarsari, Solo.

Pada 1998, sekolah tersebut masih memiliki jumlah murid yang ideal, yakni 40 siswa per kelas. Kini, jumlah siswa per kelas rata-rata hanya 15 orang.

"Menurunnya jumlah siswa per tahun disebabkan minat masyarakat menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah ini semakin berkurang mengingat adanya sistem zonasi yang diadakan di SMA negeri. Ditambah beberapa SMK negeri yang sudah dibangun," kata Kepala SMA Kristen 2, Bambang Siswanto, saat ditemui Solopos.com, Rabu (8/5/2019).

SMA Kristen 2 Solo terdiri atas 12 ruang kelas dengan laboratorium fisika, laboratorium kimia, dan laboratorium biologi. Saat Solopos.com menilik laboratorium tersebut dari kaca jendela, tampak segala perlengkapan seperti kerangka manusia, peraga tubuh biologis manusia, tabung kimia berbentuk lonjong, dan beberapa alat lain masih masih lengkap.

Begitu juga dengan laboratorium komputer dan ruang mesin jahit yang lengkap dengan alat-alatnya. Saat ini, siswa kelas X sebanyak sebanyak 13 anak telah dialihkan ke SMA Kristen 1 Solo sejak awal tahun ajaran 2018-2019 lalu.

"Siswa yang masih bersekolah di SMA Kristen 2 tinggal siswa kelas XI dan siswa kelas XII. Jumlah siswa kelas XI ada 20 anak, yang terbagi menjadi dua kelas. Sedangkan jumlah siswa kelas XII ada 15 anak," tutur Bambang.

Bambang menambahkan guru-guru yang masih bekerja di https://soloraya.solopos.com/read/20190507/489/990152/nasib-ekstrakurikuler-tari-tradisional-di-smpn-solo-nyaris-tak-ada-yang-minat" title="Nasib Ekstrakurikuler Tari Tradisional di SMPN Solo, Nyaris Tak Ada yang Minat">sekolah itu tengah melamar pekerjaan sebagai guru di sekolah lain. Ada yang melamar ke SMK Kristen 1, SMK Kristen 2, dan beberapa sekolah lain. Meskipun sekolah tersebut mengalami penurunan jumlah siswa tiap tahun, sekolah tersebut tidak menerima siswa yang tidak naik kelas atau siswa pindahan dari sekolah lain. SMA Kristen 2 tetap mengusahakan mutu pendidikan yang baik.

Kepala Seksi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Provinsi Jateng, Heru Supriyanto, mengatakan belum menerima Surat Keputusan Penutupan SMA Kristen 2 dari Yayasan PPKS. Ia mengatakan SMA swasta yang telah melaporkan akan ditutup yakni SMA Tripusaka.

"Saya memang mendapat infomasi dari Kepala SMA Kristen 2 bahwa sekolah tersebut akan di-merger dengan SMA Kristen 1 sehingga SMA Kristen 2 akan ditutup," jelas dia.

Soal sistem zonasi yang disebut menjadi salah satu penyebab minimnya calon siswa yang mendaftar di SMA Kristen 2, Heru menjelaskan sistem zonasi sejatinya diadakan dengan tujuan memeratakan https://soloraya.solopos.com/read/20190507/489/990064/perpustakaan-smpn-di-solo-sepi-koleksi-bukunya-terbitan-lama" title="Perpustakaan SMPN di Solo Sepi, Koleksi Bukunya Terbitan Lama">pendidikan sekolah, baik swasta maupun negeri. "Jika sekolah tersebut akan ditutup, mau bagaimana lagi," kata Heru.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, pada 2016 hingga 2017 ada dua SMA swasta yang tutup yaitu SMA Murni dan SMA Widya Bhakti. Sedangakn 2019, pada bulan April, Heru menerima Surat Keputusan Penutupan SMA Tripusaka dari Yayasan Pendidikan Tripusaka.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten