M. Asadullah (istimewa)

Solopos.com, SEMARANG — Cabang olahraga panahan bisa dibilang menjadi momok bagi Kabupaten Boyolali di Pekan Olahraga Pelajar (Popda) SD/Sederajat tingkat Jawa Tengah. Sejak 2007, Kota Susu tidak pernah mampu menempatkan atletnya sebagai yang terbaik. Jangankan meraih medali emas, Boyolali pun kesulitan untuk mendapatkan medali perak atau perunggu.

Namun Popda edisi tahun ini yang digelar di Semarang, akhir Juni, agaknya menjadi titik kebangkitan Boyolali. Tanpa disangka, Boyolali merangsek ke peringkat kedua klasemen umum dengan torehan tiga medali emas dan empat medali perak.

Mereka sukses melampaui pencapaian tim kuat, Kota Solo, yang harus puas berada di peringkat ketiga dengan tiga medali emas dan satu medali perunggu. Prestasi Boyolali hanya kalah dari Kabupaten Batang yang menjadi juara umum dengan catatan empat medali emas dan tiga medali perak.

Atlet panahan belia dari ASAD Archery Boyolali, Muhammad Asadullah D.R., menjadi bintang kesuksesan tim lewat sumbangan dua emas dan dua peraknya. Bocah yang akrab disapa Asad itu berhasil memenangi persaingan di Divisi Nasional pada jarak 20 meter dan 25 meter.

Hal ini membayar lunas kegagalannya meraih medali tahun lalu lantaran cedera tangan. Adapun di jarak 30 meter dan beregu, atlet yang mengidolakan Ega Agatha itu menjadi runner up. Prestasi Boyolali dilengkapi performa cemerlang Kinandrea yang berhasil menggondol satu emas dan dua perak di Divisi Kompon.

“Capaian ini tentu membanggakan bagi Boyolali yang telah puasa medali di cabang panahan sejak 2007,” ujar pelatih Asad di ASAD Archery, Triyanto, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (30/6/2019).

Triyanto menyebut tumbuh suburnya klub panahan di Kota Susu pada dua tahun terakhir menjadi salah satu faktor meningkatnya performa Boyolali di cabang panahan. Asadullah yang menjadi andalan tim pun sudah malang melintang di kejurnas maupun kejurprov meski usianya baru menginjak 12 tahun. Tahun lalu, Asad sempat menggondol dua emas dari ajang SIPAS Solo Open Archery Competition 2 di Benteng Vastenburg.

“Asad sudah banyak tertempa di kejuaraan panahan lintas daerah. Tak jarang dia juga melawan atlet yang lebih senior sehingga pengalaman dan mentalnya lebih terasah,” ujar Triyanto. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten