Jalan Lingkar Kota (JLK) di Segmen 2, Dusun Sumber, Desa Pare, Selogiri, Wonogiri, Minggu (15/12/2019). (Solopos/Cahyadi Kurniawan)

Solopos.com, WONOGIRI -- Jalan Lingkar Kota (JLK) Wonogiri akhirnya siap digunakan secara penuh setelah melewati proses pembangunan selama kurang lebih 10 tahun.

JLK mulai dibangun pada 2010 dan dipastikan beroperasi secara penuh pada 2020. Kini, jalan beton sepanjang 15,594 kilometer (km) masih tahap penyelesaian akhir di sejumlah ruas.

Pantauan Solopos.com, JLK itu sudah dilewati pengguna jalan untuk memangkas jarak tempuh dari Selogiri ke Wonogiri bagian selatan maupun timur.

Pengguna jalan itu kebanyakan sepeda motor dan mobil. Kendati bisa dilintasi, volume kendaraan yang melintas masih sedikit.

Sukoharjo Ranking 5 Penarik Investor di Jateng, Tapi Kok Banyak Jalan Rusak

Di sejumlah ruas tertentu pada segmen Mapolres Wonogiri hingga Desa Singodutan masih terlihat ada pekerjaan konstruksi jalan.

Penyelesaiaan pekerjaan JLK itu akan diperpanjang karena sempat ditunda untuk urusan ganti rugi tegakan (penebangan pohon) di sekitar Randu Bang beberapa waktu lalu.

Peringatan Hari Ibu 2019 Dipusatkan di Kota Lama Semarang

Secara umum, pekerjaan sisa itu tinggal pemasangan produk fabrikasi yang diprediksi selesai akhir bulan ini.

“Jalan sudah bisa dipakai. Saat beroperasi penuh, kendaraan berat nanti lewat sini. Kini, Wonogiri punya jalur alternatif pengalihan kepadatan lalu lintas di kota,” kata Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, di Desa Pare, Selogiri, Minggu (15/12/2019).

Anak Kobra Masuk Kamar Warga Ampel Boyolali, Mengitari Kaki Saat Tidur

Ia berharap JLK bisa berkontribusi positif menurunkan angka kemiskinan di Wonogiri. Hal itu seperti terlihat pada program alus dalane yang diklaim ikut berperan pada perkembangan ekonomi warga Wonogiri.

Ingin Lihat Tubuhnya, Janda Madura Rekam Dirinya Bugil

Hasilnya, angka kemiskinan Wonogiri terus turun dari 12 persen kini tinggal 9 persen.

“Kalau secara spesifik, kami harus hitung dulu feasibility-nya seperti apa termasuk potensi ekonomi di lingkungan ini,” urai dia.

Sesuai Wasiat, Ibu di Wonogiri yang Ajak Anaknya Bunuh Diri Dikubur 1 Lubang

Kendati pembangunan JLK selesai, Joko Sutopo masih terus akan menuntaskan program alus dalane pada 2020. Prioritas diberikan kepada jalan-jalan yang beralih status dari jalan desa ke jalan kabupaten.

Gelagat Aneh Ibu Yang Bunuh Diri Pakai Racun Serangga Bareng 2 Anaknya di Wonogiri

Panjang jalan dan nilai anggaran yang diperlukan masih dalam proses inventarisasi.

“Sementara ini, kami fokus penataan wajah kota. Akses kami lengkapi dengan trotoar terbuka untuk seluruh komunitas termasuk di dalamnya kalangan difabel,” terang Joko Sutopo.

Patut Dicoba! Tips Agar Tidak Mendengkur Saat Tidur

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wonogiri, Prihadi Ariyanto, mengatakan JLK memiliki panjang 15,594 km dibagi menjadi dua segmen yakni segmen I dari Desa Bulusulur ke Pencil sepanjang 8,770 km dan segmen II dari Mapolres Wonogiri ke Desa Singodutan sepanjang 6,824 km.

Jadi Office Boy, Pria Jogja Mampu Raup Rp8 Juta/Bulan

Habib Husein Alatas Jadi Tersangka Kasus Pencabulan, Begini Kronologinya

Ia menceritakan pembangunan JLK dirintis Pemkab Wonogiri pada 2010 dengan dana dari pemerintah pusat.

Pembangunan terus berlanjut hingga 2017 dengan dana dari Bantuan Provinsi, DAK, dan DAU. Pembangunan JLK sempat terhenti pada 2018.

Spesifikasi Gahar Asus ROG Phone II, Smartphone Gaming Terkuat di Dunia

Pada 2019, pembangunan JLK berlanjut dengan dana Rp56 miliar untuk menuntaskan sisa ruas JLK sepanjang 5,033 km. Dana itu berasal dari bantuan provinsi Rp41 miliar dan DAU Rp15 miliar.

Ngaku Hamil, Mahasiswi UIN Makassar Dibunuh Pacar Pakai Bantal dan Pisau Dapur

“Alhamdulillah, tahun ini JLK dapat diselesaikan dengan tuntas sehingga dapat langsung digunakan,” kata Prihadi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten