Setara Institute Nilai Aturan Wajib Jilbab di SMPN 2 Turi Diskriminatif

Setara Institute menilai aturan kewajiban berjilbab bagi siswi muslim di SMPN Turi, Kabupaten Sleman, bentuk diskriminasi.

 Ilustrasi (Dok.SOLOPOS), ISI RAMADAN -- Siswi Kelas XII SMA MTA Solo mengikuti praktik membuat kue kering di ruang sekolah setempat, Jumat (5/8). Selain mengisi aktivitas selama bulan Ramadan, kegiatan itu diharapkan dapat menambah keterampilan dan kemandirian para siswi. (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi (Dok.SOLOPOS), ISI RAMADAN -- Siswi Kelas XII SMA MTA Solo mengikuti praktik membuat kue kering di ruang sekolah setempat, Jumat (5/8). Selain mengisi aktivitas selama bulan Ramadan, kegiatan itu diharapkan dapat menambah keterampilan dan kemandirian para siswi. (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu)

Solopos.com, SLEMAN — Setara Institute menilai aturan wajib berjilbab bagi siswi muslim di SMP Negeri 2 Turi, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, merupakan bentuk diskriminasi. Seharusnya, sekolah tidak perlu mengeluarkan aturan tersebut.

Direktur Riset Setara Institute, Halili Hasan, mengatakan aturan wajib berjilbab di SMPN Turi itu merupakan diskriminasi yang terjadi dalam pengistimewaan oleh pihak sekolah atas sekelompok anak didik di atas yang lain.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

“Terjadi diskriminasi dalam bentuk favoritisme,” kata dia kepada Harianjogja.com (Solopos Media Group), Kamis (30/6/2022).

Halili menyampaikan seharusnya pihak sekolah negeri tidak mengeluarkan aturan tersebut. Menurutnya, SMP Negeri mrupakan lembaga pendidikan milik negara yang berasas Pancasila dan dioperasikan menggunakan APBN. Sedangkan APBN/APBD berasal dari pajak rakyat dari seluruh identitas agama.

Baca Juga: SMPN 2 Turi Wajibkan Siswi Muslim Berjilbab, Disdik Sleman: Revisi!

“Sekolah negeri enggak perlu lah ngatur-ngatur berjilbab atau tidak berjilbab, itu bukan domain mereka, meski sekedar menghimbau,” ucap dia.

Meski saat ini aturan wajib tersebut telah direvisi menjadi diimbau/disarankan, lanjut Halili, perubahan redaksional tersebut tidak mengurangi derajat persoalan.

Menurutnya pihak sekolah belum klir secara perspektif mengenai kebhinekaan, toleransi, inklusivitas, dan penerimaan atas perbedaan.

“Dari mewajibkan ke mengimbau tidak mengurangi derajat persoalan di dalamnya,” kata dia.

Baca Juga: Siap-Siap! Bus Sekolah Gratis Segera Mengaspal di Jalanan Sleman

Dia menyamapaikan kasus semacam ini bukan kali ini saja terjadi, tetapi hingga kini masih terus berulang. Menurutnya hal ini terjadi karena banyak sekolah negeri dan juga ASN di dalamnya belum klir mengenai perspektif kebhinekaan.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Sri Adi Marsanto, menegaskan begitu mendapatkan kabar soal aturan tersebut Disdik Sleman langsung menindaklanjuti. Dia mengaku baru kali ini menemukan kasus semacam ini.

Dia menyebut aturan ini akan direvisi pihak sekolah. Menurutnya, kejadian ini karena ketidaktelitian pihak sekolah.

Baca Juga: Beli Pertalite & Solar Pakai MyPertamina, SPBU Jogja: Siap, Tapi Repot

“Lebih ke arah kekurang telitian, jangan dibawa lebih lanjut. Semua orang bisa melakukan kesalahan redaksional. Kepala sekolah tanda tangan kurang teliti per kalimat, kesalahan seperti itu bisa terjadi pada semua orang. Yang jelas sudah ada komitmen merevisi,” jelasnya.

Belajar dari kasus ini, dia berharap ke depan tidak ada kasus semacam ini lagi. Karena mestinya semua SMP Negeri secara kapasitas dan kapabilitas sudah mumpuni.

“Kalau ini memang salah, pusat tidak membolehkan ada kata-kata wajib dengan alasan apapun. Kalau hanya disarankan saya rasa enggak apa-apa, kalau wajib, sensitif kan,” ujarnya.

Sementara, hingga berita ini ditayangkan, Harianjogja.com sudah berupaya menghubungi pihak sekolah baik dari bidang kesiswaan dan Kepala SMPN 2 Turi, tetapi belum memberikan jawaban mengenai aturan wajib jilbab yang akhirnya direvisi.

Berita ini telah tayang di Harianjogja.com dengan judul Aturan Jilbab SMPN 2 Turi Direvisi, Setara Institute: Ini Tetap Belum Klir

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Temuan Manik-Manik Bekal Kubur Kuno di Perengan Tawangsari Sukoharjo

      + PLUS Temuan Manik-Manik Bekal Kubur Kuno di Perengan Tawangsari Sukoharjo

      Di Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo tepatnya di Situs Perengan, terdapat temuan peninggalan arkeologi berupa manik-manik yang diduga merupakan bekal kubur masyarakat masa kuno.

      Berita Terkini

      Prakiraan Cuaca Jogja Kamis: Berawan Sepanjang Hari

      Simak prakiraan cuaca di Kota Jogja pada Kamis 18 Agustus 2022.

      HUT Ke-77 RI, Ratusan Orang Ikuti Upacara Bendera di Tengah Laut Baron

      Ratusan orang mengikuti upacara untuk memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan RI di tengah laut Baron, Gunungkidul.

      Manusia 4.500 Tahun dari Situs Song Tritis Gunung Kidul

      Kerangka manusia purba yang diduga berusia 4.500 tahun ditemukan di Situs Song Tritis, Dusun Semampir, Semugih, Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta.

      Asyik! KA Bandara YIA Tambah Frekuensi Perjalanan, Jadi 24 Kali Sehari

      KA Bandara YIA menambah frekuensi perjalanannya dari 20 kali sehari menjadi 24 kali sehari.

      Bupati Gunungkidul Pecat Dokter RSUD Saptosari, Ini Penyebabnya

      Seorang dokter berstatus PNS yang bekerja di RSUD Saptosari Kabupaten Gunungkidul dipecat dari jabatannya karena berselingkuh.

      BMKG: Jogja Diprediksi Hujan pada Selasa Siang-Sore Hari

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Jogja pada Selasa 16 Agustus 2022.

      Waduh, Air Hujan di Jogja Mengandung Mikroplastik, Terparah di Tugu

      Hasil penelitian dari Prodi Biologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja menunjukkan air hujan di Kota Jogja mengandung mikroplastik.

      Angin Kencang Terjang Sleman,1 Rumah Roboh & 1 Anak Tertimpa Reruntuhan

      Satu rumah di Kalurahan Jogotirto, Kapanewon Berbah, Sleman, roboh setelah diterjang angin kencang.

      Piknik di Pantai Parangtritis, 2 Pelajar Semarang Terseret Ombak

      Dua pelajar asal Kota Semarang tersert ombak di Pantai Parangtritis.

      Terjatuh di Kamar Mandi, Warga Pati Meninggal di Parangtritis

      Seorang perempuan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Pendopo Cepuri, Parangkusumo, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Bantul.

      Tujuh Kecamatan di Gunungkidul Jadi Kantong Kemiskinan, Mana Saja?

      Tujuh kecamatan di Kabupaten Gunungkidul terpetakan menjadi wilayah kantong kemiskinan.

      Wow! Kerangka Manusia Berusia 4.500 Tahun Ditemukan di Gunungkidul

      Kerangka manusia purba berusia 4.500 tahun ditemukan di Situs Song Tritis, Dusun Semampir, Semugih, Rongkop, Kabupaten Gunungkidul.

      Geger! Mobil Terparkir 5 Tahun di Jogja Tiba-Tiba Terbakar, Kok Bisa?

      Satu unit mobil yang sudah terparkir selama lima tahun tiba-tiba terbakar di Asrama Balai Diklat PU, Kelurahan Purwodirjan, Kemantren Gondomanan, Kota Jogja.

      Top! Indonesia Sabet 8 Medali di Olimpiade Informatika Internasional

      Indonesia meraih delapan medali di ajang International Olympiad in Informatics (IOI) 2022.

      IOI Jadi Asa Indonesia sebagai Kekuatan Digital Asia

      Penyelenggaraan International Olympiad in Informatics (IOI) di Indonesia resmi ditutup, Minggu (14/8/2022) malam.

      Siapkan Payung! Prakiraan Cuaca Jogja Senin: Hujan dari Siang-Sore Hari

      Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Jogja pada Senin 15 Agustus 2022.