Setahun, Pembunuhan Ibu Anak di Subang Mulai Temukan Titik Terang

Seorang yang diamankan itu berinisial S, yang diduga berada di lokasi kejadian saat peristiwa pembunuhan ibu anak di Subang terjadi.

 
Lokasi penemuan jasad ibu dan anak terduga korban pembunuhan di Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada 17 Agustus 2021. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

SOLOPOS.COM - Lokasi penemuan jasad ibu dan anak terduga korban pembunuhan di Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada 17 Agustus 2021. (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

Solopos.com, BANDUNG — Setelah tak jelas hingga satu tahun, kasus pembunuhan ibu anak di Desa Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang terjadi pada Agustus 2021 mulai menunjukkan kemajuan.

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mengamankan satu orang terkait kasus dugaan pembunuhan ibu dan anak masing-masing bernama Tuti, 55, dan Amelia Mustika, 23.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Kabidhumas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Ibrahim Tompo mengatakan seorang yang diamankan itu berinisial S, yang diduga berada di lokasi kejadian saat peristiwa pembunuhan.

“Jadi nama yang bersangkutan ini memang sudah dipegang oleh penyidik, kemudian kami kembangkan,” kata Ibrahim di Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis (11/8/2022).

Baca Juga: 7 Bulan Berselang, Kasus Pembunuhan Ibu Anak di Subang Masih Misterius

Dia menjelaskan penyidik kepolisian mendapat informasi S berkegiatan di sebuah kapal sebagai anak buah kapal (ABK).

Kemudian kapal tersebut dijadwalkan berlabuh di Pelabuhan Muara Angke.

“Penyidik dan penyelidik lapangan melakukan koordinasi dengan Polsek di Muara Angke dan melakukan pengembangan menunggu kapal tersebut dan pada saat itu didapatkan seorang bernama S ini,” tambahnya seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Baca Juga: 7 Bulan Berlalu 188 Saksi Diperiksa, Pembunuhan Subang Masih Misterius

Meski sudah diamankan, S masih berstatus sebagai saksi. Polisi melakukan pemeriksaan kepada S untuk memperdalam terkait dugaan keterlibatan dalam kasus pembunuhan tersebut.

“Ini yang perlu kami perjelas lagi, sehingga kemudian dilakukan pemeriksaan pada yang bersangkutan,” ujar Ibrahim.

Sebagaimana diketahui pada Rabu pagi, 18 Agustus 2021, jasad ibu dan anak, yakni Tuti dan Amelia Mustika ditemukan dalam kondisi tewas di bagasi mobil yang berada di kediamannya di Desa Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Baca Juga: Ini 4 Kasus Besar di Jawa Barat yang Menghebohkan Publik Sepanjang 2021

Polres Subang menyimpulkan dua jasad tersebut merupakan korban pembunuhan. Namun, setelah hampir satu tahun, polisi belum juga menetapkan tersangka atas kasus pembunuhan tersebut.

Sumber: Antara

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Pengamat Politik Menilai Duet Anies Baswedan-AHY Realistis

      Sinyal aliran politik baru itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta itu saat berkunjung ke Kantor Partai Demokrat, Jumat (7/10/2022),

      Anies Baswedan Beri Sinyal Aliran Baru Politik Nasdem, Demokrat dan PKS

      Sinyal aliran politik baru itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta itu saat berkunjung ke Kantor Partai Demokrat, Jumat (7/10/2022),

      Anies Baswedan Menolak ke Pilpres 2019, Siap Bertarung di Pilpres 2024

      Kini, Anies Baswedan yang mantan Rektor Universitas Paramadina Jakarta siap bertarung dalam Pilpres 2024.

      Keahlian Data Science Banyak Dicari, UDB Solo Gelar Visiting Lecturer

      Dosen Sistem Informasi UDB Solo akan diberikan pelatihan penyusunan model inovasi pemebelajaran di bidang data science.

      Bocah Yatim Piatu Korban Tragedi Kanjuruhan jadi Anak Asuh Giring Ganesha

      MA yang orang tuanya meninggal akibat gas air mata polisi bercita-cita menjadi anggota Polri.

      Komnas HAM: Tak Ada Suporter Berniat Bikin Rusuh di Stadion Kanjuruhan

      Mayoritas penonton di Stadion Kanjuruhan meninggal diakibatkan sesak napas sebagai dampak gas air mata yang ditembakkan polisi.

      7 Oktober Ditetapkan Jadi Hari Bakti Pendamping Desa

      7 Oktober merupakan momentum kali pertama para pendamping desa diterjunkan untuk membantu pembangunan Indonesia dari desa atau pinggiran.

      Video Tragedi Kanjuruhan Dihapus Polisi, LPSK: Tidak Profesional

      Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menyatakan penghapusan video sebagai barang bukti tragedi Kanjuruhan, dinilai LPSK sebagai perbuatan yang berlebihan.

      Agar Warga Tertarik, Pemerintah Perlu Beri Diskon Pembelian Kendaraan Listrik

      Biaya manufaktur, supply chain, hingga pembelian unit jadi kendaraan listrik berperan besar dalam mempecepat elektrifikasi sektor transportasi.

      BMKG: Puncak Musim Penghujan pada Desember 2022 hingga Januari 2023

      Sebagian besar wilayah di Indonesia akan memasuki puncak musim penghujan pada Desember 2022 hingga Januari 2023.

      Polri: 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan Kena Pasal Berbeda

      Keenam tersangka tragedi Kanjuruhan dikenakan pasal berbeda sesuai peran masing-masing.

      Anies Kunjungan ke Kantor DPP Partai Demokrat Seusai Deklarasi Capres

      Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkunjungan ke kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Menteng Jakarta Pusat, Jumat (7/10/2022).

      CEO Freeport McMoran Ingin Tambah Jumlah Karyawan Asli Papua

      Chairman of the Board and CEO Freeport McMoRan (FCX) Richard C. Adkerson mengatakan sebagian besar karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) telah didominasi oleh orang Papua asli sejak 1996.

      Bos Freeport McMoRan Janjikan Bangun Smelter di Papua

      Chairman of the Board and CEO Freeport McMoRan (FCX) Richard C. Adkerson mengatakan pihaknya tengah mencari peluang untuk ikut mengembangkan pabrik pemurnian dan pengolahan mineral logam atau smelter di Papua. 

      Bea Cukai Tak Temukan Beras Impor Ilegal di Jambi

      Bea Cukai tidak menemukan beras impor ilegal. Justru menemukan barang selundupan pupuk dan produk kacang-kacangan.

      Kementerian Luar Negeri Pastikan Tidak Ada WNI Korban Penambakan di Thailand

      Kementerian Luar Negeri memastikan tidak ada WNI yang menjadi korban penembakan massal di Thailand