Setahun Pemberlakuan Perbup, Sejumlah Warung Kuliner Daging Anjing Masih Buka Di Karanganyar
Ilustrasi penolakan konsumsi daging anjing (Solopos)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Setahun sejak Peraturan Bupati atau Perbup Karanganyar tentang larangan konsumsi hewan nonpangan, sejumlah warung daging anjing masih nekat buka.

Beberapa waktu lalu, Solopos.com, memperoleh informasi dua warung wilayah Kecamatan Gondangrejo masih menjual daging anjing.

Padahal, Perbup Karanganyar No 74/2019, salah satunya melarang setiap orang atau badan melakukan usaha penjualan/pemotongan daging baik mentah atau olahan dari hewan nonpangan untuk konsumsi.

Klaster Perkantoran Sukoharjo: 8 ASN Positif Covid-19, Menara Wijaya Tutup 10 Hari

Tahun lalu, produk hukum itu dibuat karena muncul penolakan dari salah satu komunitas peduli hewan peliharaan. Perbup Karanganyar ini berujung pada penutupan warung yang menjual kuliner daging anjing.

Adalah Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) dan komunitas Animal Friends Jogja yang menemui Bupati Karanganyar, Juliyatmono, pada tahun lalu.

Bupati kemudian memberikan komitmen kepada mereka untuk menekan konsumsi daging anjing. Salah satu kebijakannya yakni menutup seluruh warung kuliner olahan daging gukguk.

Klaster Keluarga Terus Bermunculan, Positif Covid-19 Solo Tambah 27 Kasus

53 Warung

Pemkab Karanganyar mengawali dengan mendata warung yang menjajakan daging anjing. Pada akhir Juni 2019, dinas terkait mendata 53 warung menjajakan daging anjing.

Setelah pendataan, Pemkab bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Karanganyar memberikan insentif kepada pemilik warung agar mereka beralih usaha.

Pemerintah memberikan "modal" Rp5 juta sebagai ganti rugi bagipemilik warung yang mau menutup usaha kuliner daging anjing.

Tak Datangkan Tokoh Politik, Ini Jurkam dan Metode Kampanye Paslon Bajo Pilkada Solo

Selama memulai usaha baru, sejumlah eks pemilik warung kuliner daging anjing Karanganyar mengaku pendapatan mereka merosot. Ada yang gonta ganti usaha.

Sementara yang lainnya nekat kembali berjualan kuliner olahan daging anjing. Setahun berlalu, sejumlah pedagang masih nekat menjual menu daging anjing.

Akhir bulan lalu, Solopos.com mendapat informasi dua warung Kecamatan Gondangrejo nekat berjualan daging anjing. Warga setempat melaporkan hal itu kepada Bupati Karanganyar.

Gemolong Pemasok Terbesar Anjing Soloraya, Ini Tempat Penampungannya

Bupati menindaklanjuti laporan itu dengan menerjunkan anggota Satpol PP Karanganyar ke warung yang menjual menu olahan daging anjing tersebut.

Memiliki Komunitas

"Mereka bersikeras jualan. Ngakunya tidak termasuk yang mendapat bantuan Rp5 juta dari pemerintah. Kami sita banner warung dan kami data. Tetapi masih nekat berjualan. Mereka beralasan hak asasi manusia dan lain-lain," ujar Kepala Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Yopi Eko Jati Wibowo, kepada Solopos.com, Minggu (27/9/2020).

Dari pemilik warung itu, petugas mendapat informasi pedagang kuliner daging anjing ternyata memiliki komunitas.

Positif Covid-19 Kabupaten Sukoharjo: Dulu Tertinggi, Kini Kesalip Solo dan Boyolali

Satpol PP Karanganyar masih menyelidiki komunitas pemilik warung penjual daging anjing tersebut. Yopi mengakui sejumlah pemilik warung di kecamatan lain juga masih membuka usaha yang sama.

"Ini kan tidak bisa kalau ditangani Satpol PP sendiri. Harus ada tim. Dari tingkat RT hingga dinas terkait di tingkat kabupaten. Kalau lingkungan merespons, saya kok yakin mereka tidak akan nekat berjualan. Butuh sinergi," tuturnya.

Pemanfaatan Lahan Tidur Buahkan Hasil, Wali Kota Solo Panen Perdana

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyampaikan komitmen yang sama dengan setahun lalu. Bupati berharap masyarakat ikut serta mengawasi aktivitas jual beli daging anjing di Karanganyar.

Ia pun mempersilakan masyarakat melapor jika mendapati ada warung kuliner daging anjing.  "Yang mana [masih ada yang berjualan]? Pasti akan kami tindak lanjuti," ujarnya singkat.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom