Kategori: Nasional

Setahun Pandemi Covid-19, Pemerintah Optimalkan Tracing dan Vaksinasi


Solopos.com/Nugroho Meidinata

Solopos.com, SOLO -- Tercatat pandemi Covid-19 sudah setahun masuk ke Indonesia setelah pemerintah mengumumkan pasien pertama yang terinfeksi virus corona pada 2 Maret 2020 lalu.

Dalam setahun ini, Indonesia tetap melakukan segala upaya untuk segera pulih dari pandemi ini. Termasuk dengan perbaikan sistem kesehatan, di antaranya testing, tracing, treatment (3T) yang terus dijalankan.

Setahun pandemi Covid-19 ini, pemerintah juga melakukan percepatan vaksinasi serta refocusing yang tepat sasaran untuk memberikan optimisme bahwa Indonesia akan segera kembali ke pulih lebih cepat.

Baca Juga: Tak Terpengaruh Covid-19, Pembangunan Taman Milenial Bantul Jalan Terus

Di kesempatan momen setahun pandemi Covid-19 ini, dr Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Kesehatan RI menyampaikan rasa duka mendalam karena pandemi ini telah menyebabkan 36.525 rakyat Indonesia wafat.

“Di samping itu sudah ada 1,3 juta penduduk yang terinfeksi COVID-19. Ini kejadian yang tidak bisa dielakkan, saya paham masyarakat sudah mulai jenuh, tapi harus tetap ada kebersamaan untuk menghadapi ini bersama-sama antara masyarakat dan pemerintah,” jelas dia dalam rilis tertulisnya yang diterima Solopos.com pada Selasa (2/3/2021).

Baca Juga: Sudah 3.586 Warga Karanganyar Terima Vaksin Covid-19 di Tahap II

Intervensi kesehatan yang diupayakan pemerintah melalui program vaksinasi menurut Dante adalah satu bagian dari tiga pilar utama.

“Vaksinasi itu salah satu dari tiga hal yang utama, yang pertama adalah peran serta masyarakat menerapkan 3M [memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan]. Kemudian peran pemerintah dalam menerapkan 3T. Jembatan antara yang dilakukan pemerintah dan masyarakat itu adalah program vaksinasi," ujarnya.

Baca Juga: Zona Integritas, Tekad Grup 2 Kopassus Raih Predikat WBK

Tracing dengan Antigen

Selain vaksinasi, dr. Dante menegaskan akan memperkuat upaya lainnya, salah satunya adalah tracing.

“Proses tracing juga akan kita kuatkan di tingkat Puskesmas dengan mengerahkan semua elemen misalnya para kader, Babinsa, Babinkamtibmas. Stigma masyarakat juga penting karena masih ada rasa takut atau merasa dikucilkan ketika pasien didiagnosis positif Covid-19, ini kendala kita bersama,” tambah dia.

Baca Juga: Kenali Pemicu Trauma pada Anak, Bukan Hanya Pelecehan Seksual

Menurut keterangan Dante, pemerintah mengaku sudah membagikan 700 ribu tes rapid antigen ke Puskesmas di seluruh Indonesia.

“Kemudian akan datang lagi 1 juta alat tes rapid antigen yang akan dibagikan ke puskesmas-puskesmas, masyarakat bisa mendapatkan pemeriksaan gratis di Puskesmas apabila memang kontak erat dengan pasien Covid-19," terang dia.

Baca Juga: Pekan Depan, 23 SMP Kota Solo Simulasi PTM, Mana Saja?

"Saya yakin kalau kita bersama-sama dan membudayakan budaya positif agar tidak lelah, tidak patah semangat, terus optimistis, kita pasti bisa menanggulangi pandemi ini bersama-sama di Indonesia," pungkasnya.

Baca Juga:  Berharta Rp21 Miliar, Ini Sumber Kekayaan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming

Share
Dipublikasikan oleh
Nugroho Meidinata