Setahun, 2.800 Tenaga Honorer di Cilacap Diangkat Jadi ASN

Sebanyak 2.800-an tenaga honorer di lingkungan Pemkab Cilacap telah diangkat sebagai ASN, baik CPNS maupun PPPK, dalam kurun waktu 2021-2022.

 Ilustrasi ASN. (Dok. Solopos dok)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi ASN. (Dok. Solopos dok)

Solopos.com, CILACAP — Sekitar 2.800-an tenaga non-ASN atau honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap telah diangkat sebagai aparatur sipil negara (ASN) dalam kurun satu tahun terakhir, yakni sejak 2021 hingga 2022. Ribuan tenaga honorer itu diangkat menjadi ASN baik melalui mekanisme calon pegawai negeri sipil (CPNS) maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihhan Daerah (BKPPD) Kabupaten Cilacap, Achmad Nurlaeli, Kamis (6/10/2022).

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Data terakhir pada Desember [2021] tercatat 9.399 [tenaga honorer] dan pada tanggal 16 September [2022] tercatat 6.503. Artinya, sudah ada 2.800 lebih yang diangkat menjadi ASN baik itu mekanisme CPNS atau PPPK,” ujar Nurlaeli dikutip dari laman Internet resmi Pemkab Cilacap.

Nurlaeli menambahkan mengacu pada Surat Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor B/1511/M.SM.01.00/2022, saat ini terdata ada sekitar 4.109 tenaga honorer di jajaran Pemkab Cilacap. Dengan demikian, masih ada selisih sekitar 2.000-an dari data pada 16 September 2022. Selisih itu, lanjut Nurlaeli, kemungkinan besar merupakan tenaga honorer yang diusulkan menjadi outsourcing yakni sopir, penjaga keamanan, dan petugas kebersihan.

Nurlaeli mengatakan saat ini BKPPD Kabupaten Cilacap tengah melakukan pendataan tenaga non-ASN atau honorer di lingkungan Pemkab Cilacap. Meski demikian, pendataan itu bukan untuk mengangkat tenaga honorer menjadi ASN melainkan untuk memetakan dan mengetahui jumlah tenaga non-ASN di lingkungan Pemkab Cilacap.

Baca juga: Duh, 1.445 Honorer Karanganyar Tak Lolos ke Pendataan BKN

Pemkab Cilacap telah beberapa kali bersurat dengan Menteri PANRB untuk pengangkatan khusus tenaga non ASN menjadi ASN. Baik melalui PPPK maupun CPNS. Terakhir, surat tersebut dikirmkan pada Februari 2022.

Asisten Administrasi Umum, Sumbowo menjelaskan, pemerintah memang telah mengeluarkan peraturan larangan pengangkatan tenaga non-ASN atau honorer. Larangan tersebut tertuang dalam Pasal 8 PP Nomor 48/2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil, serta Pasal 96 PP Nomor 49/2018 tentang Manajemen PPPK.

“Tapi di sisi lain dibutuhkan tenaganya. Dan itu tidak hanya terjadi di Cilacap, tetapi juga di instansi pusat dan seluruh Indonesia. Karena memang tidak konsekuen, yang pensiun banyak tapi tidak ada pengganti”, kata Sumbowo.

Baca juga: 38 Gempa Darat Guncang Jateng pada 2022

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah masih memberikan peluang bagi tiap OPD untuk mengangkat tenaga non-ASN. Meski demikian, ia menilai hal itu menjadi dilema pemerintah daerah.

 

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Perhatian! UMK Kota Semarang 2023 Diusulkan Naik 7,95%, Jadi Segini Besarannya

      Berikut perkiraan UMK Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) tahun 2023 jika besaran kenaikan mencapai 7,95 persen.

      Kabid Dokkes Polda Jateng Sebut Jenis Racun yang Bunuh Keluarga di Magelang

      Pelaku pembunuhan satu keluarga di Magelang diduga menggunakan racun jenis sianida maupun racun jenis arsenik.

      Balai Bahasa Jateng Buka Pelatihan Menulis Puisi & Feature

      Balai Bahasa Jateng membuka Bengkel Literasi untuk pelatihan penulisan feature maupun puisi bagi generasi muda.

      Tega, Bayi Laki-Laki di Pekalongan Dibuang dalam Karung

      Bayi mungil berjenis kelamin laki-laki ditemukan di dalam karung di kawasan Pantai Dewi, Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng).

      Mantul! Desa di Jateng Ini Raih Predikat Desa Antikorupsi Terbaik di Indonesia

      Desa Banyubiru di Kabupaten Semarang dinobatkan sebagai desa antikorupsi terbaik di Indonesia oleh KPK.

      Waspada, Mangkang & Tambak Lorok Semarang Potensi Banjir Rob pada Rabu Besok

      BMKG Tanjung Emas Semarang memberikan peringatan terkait potensi banjir rob di kawasan Mangkang dan Tambak Lorok pada Rabu (30/11/2022).

      Kronologi Pembunuhan Tiga Orang dalam 1 Keluarga di Magelang

      Berikut kronologi pembunuhan tiga orang dalam satu keluarga di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), dengan cara diracun.

      Percepat Penanganan Stunting, Telkomsel Dukung Digitalisasi BKKBN Jateng

      Dukungan Telkomsel kepada BKKBN jateng diwujudkan dalam bentuk kerja sama seperti pengadaan layanan contact center.

      Harum Manis Mutiara Ajaib dari Dieng

      Dataran Tinggi Dieng menyimpan mutiara ajaib beraroma harum yang khas sebagai salah satu kekayaan kuliner.

      Pelaku Pembunuhan Keluarga di Magelang Sempat Tolak Autopsi untuk 3 Korban

      Pelaku pembunuhan tiga orang dalam satu keluarga di Magelang dengan cara memberi racun merupakan anak kedua dari korban.

      Peroleh 4 Mobil Baru, Polres Salatiga Bertekad Tingkatkan Layanan Masyarakat

      Keempat unit kendaraan dinas tersebut merupakan bantuan dari Korlantas, Baharkam Polri, dan BRI Cabang Salatiga.

      KPK Launching Desa Antikorupsi di Banyubiru Kabupaten Semarang

      Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan potensi desa memiliki nilai yang strategis. Hal itu karena desa-desa Indonesia memiliki kekayaan yang begitu luar biasa.

      Pelaku Pembunuhan Keluarga di Magelang Akui Beri Racun ke Orang Tua & Kakak

      Pelaku pembunuhan satu keluarga di Magelang, DD, telah mengakui perbuatan menghabisi orang tua dan kakak dengan memberikan racun.

      Ternyata! Pelaku Pembunuhan Keluarga Magelang Pernah Campur Racun dengan Dawet

      Pelaku pembunuhan keluarga di Magelang yang merupakan anak kedua korban ternyata pernah berusaha menghabisi nyawa korban dengan mencampur racun pada minuman dawet.

      UMK Semarang 2023 bakal Naik 7,95%, Pengusaha Protes

      Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Kota Semarang tahun 2023 diusulkan naik 7,95 persen menjadi Rp3.600.348,78.

      Terkuak! Ini Motif Pelaku Pembunuhan Keluarga di Magelang dengan Racun

      Plt Kapolresta Magelang, AKBP Mochammad Sajarod Zakun, mengungkapkan motif pelaku pembunuhan tiga orang dalam satu keluarga di Mertoyudan Magelang.