Server SID Sragen Diretas, Hanya 1 Desa Yang Selamat
ilustrasi kejahatan siber, hoax. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, SRAGEN -- Sistem Informasi Desa (SID) di 195 desa Kabupaten Sragen terpaksa disetop karena diserang hacker (peretas). Hanya satu desa yang luput dari serangan peretas karena menggunakan server yang dikendalikan langsung dari Kementerian Kominfo.

Desa tersebut yakni Desa Puro, Kecamatan Karangmalang. Perintah penghentian sementara segala aktivitas terkait SID dikeluarkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Sragen belum lama ini.

Surat penghentian sementara kegiatan SID itu berdasarkan surat dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) No. 1760/BSSN/D3/PP.02/06/2019 tertanggal 17 Juni 2019. BSSN menemukan indikasi phising pada SID di wilayah Sragen.

Phising adalah tindakan memperoleh informasi pribadi seperti user ID, password, dan data-data sensitif lainnya dengan menyamar sebagai orang atau organisasi yang berwenang melalui sebuah email.

Kepala DPMD Sragen Joko Suratno membenarkan telah mengeluarkan dan menandatangani surat penghentian aktivitas SID di 195 desa. Surat bernomor 140/556-030/2019 itu dikeluarkan pada 28 Juni 2019.

Joko saat dihubungi Solopos.com, Selasa (2/7/2019), menyampaikan surat tersebut ditujukan kepada camat di 20 kecamatan supaya diteruskan kepada pemerintah desa (pemdes) di wilayah masing-masing.

“Sehubungan dengan hal tersebut, diberitahukan segala kegiatan dan penganggaran terkait dengan SID, termasuk input data pada aplikasi govillage.sragenkab.go.id dan website desa dengan server desa.id dihentikan dulu untuk sementara waktu sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” tulis Joko dalam surat tersebut.

Joko menjelaskan penghentian kegiatan SID tersebut tidak mempengaruhi kegiatan desa karena yang bermasalah hanya aplikasi SID dan website desa. Sementara aplikasi lainnya tetap berjalan seperti biasa, yakni aplikasi sistem keuangan desa (siskeudes), profil desa, dan surat maya.

Terpisah, Kasi Pengembangan Sistem Informasi DPMD Sragen, Airlangga Putra Dewanata, saat ditemui Solopos.com, Selasa, menyampaikan sebelumnya BSSN sudah mendeteksi adanya ulah hacker dalam SID di sejumlah desa beberapa bulan lalu.

Angga, sapaan akrabnya, mengatakan deteksi BSSN itu ditindaklanjuti dengan tinjauan langsung BSSN ke sejumlah kebupatan, salah satunya Sragen. Tinjauan BSSN ke Sragen dilakukan pekan lalu.

"Nah, dari tinjauan BSSN itu kemudian DPMD mengeluarkan surat resmi penghentian sementara kegiatan SID di semua desa, kecuali Desa Puro, Karangmalang. Website Desa Puro menggunakan server langsung dari Kementerian Komunikasi dan Informatika sedangkan 195 desa lainnya menggunakan server desa.id,” ujarnya.

Angga menerangkan indikasi phising yang ditemukan BSSN itu seperti software yang ditanamkan pada sistem server desa.id. Dia menjelaskan data pada database server tidak hilang tetapi database itu bisa diakses oleh hacker di luar negeri.

Data-data yang mestinya rahasia, ujar dia, bisa diakses publik dan dugaannya bisa disalahgunakan untuk penipuan. “Phising ini ternyata sudah masuk ke server sejak 2018 lalu. Dampak yang paling terasa, jalannya server menjadi lemot atau lambat. Sejumlah desa di Indonesia menjadi target hacker ini. Penghentian kegiatan SID itu tidak menganggu pelayanan tetapi hanya menganggu pada website desa,” terangnya.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom