Sering Serang Anak-Anak, Sarang Tawon di Tasikmadu Karanganyar Dimusnahkan
Petugas pemadam kebakaran memusnahkan satu sarang tawon di area bermain Griya Karya Sejahtera (GKS) Dusun/Desa Ngijo, Tasikmadu, Karanganyar, Senin (2/9/2019). (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Karanganyar memusnahkan sarang tawon gung di area bermain Griya Karya Sejahtera (GKS) Dusun/Desa Ngijo, Tasikmadu, Karanganyar, Senin (2/9/2019).

Tawon tersebut sering menyerang anak-anak yang tengah bermain di taman tersebut. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar, Kurniadi Maulato, diwakili anggota staf pemadam kebakaran Ari Setyawan, menjelaskan laporan dari warga terkait keberadaan sarang tawon itu masuk pukul 09.00 WIB, Senin.

Tiga personel pemadam kebakaran dan dua personel unit siaga Satpol PP dikerahkan untuk mengatasi sarang tawon tersebut. “Sarang tawon yang berada di pohon matoa itu berukuran sebesar kaleng biskuit yang dihuni kira-kira 50 ekor tawon. Pemusnahan pakai foam lalu disemprot pakai diesel PMK,” ujarnya kepada Solopos.com.

Ari menjelaskan pada tahun ini terdapat penurunan laporan serangan tawon dibanding tahun lalu. Pada tahun ini ada dua laporan per pekan. Sedangkan tahun lalu mencapai lima kali laporan sehari.

“Sudah banyak sukarelawan yang membantu memusnahkan sarang tawon. Kami siap membantu warga menangani hewan liar karena kami memiliki pawang dari masing-masing hewan liar,” ungkapnya.

Ketua RT 009/RW 001 Dusun Ngijo Kulon, Arga Nugraha, menjelaskan sudah ada beberapa anak anak Perum GKS yang menjadi korban keganasan tawon gung tersebut. Di lokasi sarang tersebut ada lokasi bermain anak-anak yang ramai setiap harinya.

"Selain tempat bermain, juga ada pohon matoa yang berbuah lebat. Jadi, ramai sekali anak-anak bermain di sana," ujarnya.

Salah satu warga, Aries Susanto, menjelaskan sarang tawon mulai muncul sekitar dua pekan lalu. Sarang tawon terus membesar dan tawon menyerang anak-anak yang sedang bermain atau memetik buah.

“Anak saya Bening Pangayuh usia dua tahun disengat tawon di kakinya. Beruntung tidak sampai sakit parah. Anak-anak lain diserang ketika memetik buah matoa,” ujarnya.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom