Sering Menatap Layar Gadget? Waspadai Computer Vision Syndrome

Kelelahan mata karena terlalu lama menatap monitor gadget bisa menyebabkan computer vision syndrome. Kasus ini sering dikeluhkan pasien-pasien di Rumah Sakit Mata Solo.

Senin, 4 Juli 2022 - 12:13 WIB Penulis: Bayu Jatmiko Adi Editor: Anik Sulistyawati | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Dari banyaknya pasien yang datang ke Rumah Sakit Mata Solo, karena keluhan yang mengarah pada gangguan mata computer vision syndrome. (Ilustrasi/Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Di zaman saat ini, gadget sudah menjadi barang kebutuhan sehari-hari. Terlebih pada masa pandemi, dimana proses pembelajaran anak sekolah pun banyak yang dilakukan secara online yang memanfaatkan gadget.

Namun hati-hati,  kelelahan mata karena terlalu lama menatap monitor gadget bisa menyebabkan computer vision syndrome hlo. Berikut ini penjelasan dokter spesialis mata Rumah Sakit Mata Solo, Novianti Primasari.

Menurutnya, secara umum computer vision syndrome muncul sebagai bentuk kelelahan otot mata karena terlalu lama menatap monitor gadget seperti layar komputer atau laptop maupun layar HP.

“Disebut syndrome, karena berisi sekumpulan gejala. Seperti mata terasa capek, pegal, kering, berat, kadang menimbulkan pengelihatan dobel, di beberapa kasus juga pusing. Ketika posisi duduk saat menghadap monitor gadget juga tidak benar, kadang juga disertai otot leher kaku, pusing, sampai muncul rasa sakit di area punggung,” kata dia, Jumat.

Baca Juga: Ada Keluhan Mata, Rumah Sakit Mata Solo Siap Layani Kapan Pun


Dokter spesialis mata Rumah Sakit Mata Solo, Novianti Primasari. (Istimewa)

Dia menyampaikan setelah pandemi Covid-19 muncul, ada kecenderungan kasus computer vision syndrome ini cenderung meningkat di Solo dan sekitarnya.

Hal itu dilihat dari banyaknya pasien yang datang ke Rumah Sakit Mata Solo, karena keluhan yang mengarah pada gangguan mata tersebut. Meski secara terperinci, pihaknya belum bisa menyebutkan secara pasti angkanya.

“Saat pandemi kemarin, kami lihat semakin banyak anak-anak dengan keluhan mata kabur dan minus. Di Rumah Sakit Mata lumayan banyak yang datang karena syndrome ini. Tapi kondisinya masih yang lumayan baik, tidak terlalu parah. Rata-rata usia anak SD,” jelas dia.

Baca Juga: RS Mata Solo Gelar Kegiatan Rutin Pemeriksaan Mata Gratis di CFD

Dari keterangan pasien, sebelumnya pengelihatannya masih optimal. Kemudian di masa pandemi tidak melakukan kontrol, karena mungkin membatasi ke luar rumah. Setelah pandemi longgar, dan mulai menjalani pembelajaran tatap muka, ternyata penglihatannya buram saat melihat papan tulis.

“Ketika dicek, ternyata minus. Bisa jadi saat pandemi itu banyak menatap gadget dan jarang melakukan aktivitas di luar ruangan saat ada sinar matahari,” kata dia. Menurut Novianti, sinar matahari memiliki manfaat baik untuk kesehatan mata. Termasuk mencegah semakin parahnya miopia.

Menurut Novianti, computer vision syndrome masih bisa dicegah. Salah satunya dengan sering mengistirahatkan mata dan menjaga kebiasaan baik saat menatap monitor gadget.

Baca Juga: Tingkatkan Layanan, akan Ada yang Baru di RS Mata Solo Hlo

Dia mengatakan, di era digital saat ini, tidak mudah jika harus menghentikan menggunakan gadget. Apalagi tuntutan pekerjaannya juga banyak.

Bahkan di beberapa sekolah, saat pandemi berlangsung juga banyak menjalankan pembelajaran online yang mau tidak mau harus memanfaatkan gadget. Menurutnya tidak masalah menatap monitor gadget asalkan memperhatikan hal-hal berikut.

“Paling tidak ikuti saja 20-20-20 rule, maksudnya 20 menit melihat layar gadget, 20 detik istirahat, untuk melihat objek sejauh 20 kaki atau sekitar 6 meter. Saat istirahat itu, bisa juga untuk memejamkan mata atau sambil dihangatkan dengan telapak tangan yang sebelumnya digosokkan. Hal itu bisa merilekskan otot mata,” jelas dia.

Baca Juga: Salut! Seorang Polisi di Ciamis Rawat Puluhan Kucing Liar yang Sakit

Selain itu pastikan rungan kerja memiliki kelembapan cukup dan jangan lupa berkedip untuk menjaga mata agar tidak kering. Jika diperlukan bisa menggunakan tetes mata yang khusus untuk melembabkan mata.

Menjaga posisi duduk juga penting agar leher tidak kaku. Pastikan jarak layar dan mata tidak terlalu dekat. Posisi layar monitor diusahakan berada sedikit lebih rendah dari muka, agar pandangan tidak mendongak.

Disebutkan, pencahayaan dari gadget juga memiliki pengaruh besar untuk kesehatan mata. Upayakan jangan terlalu terang dan jangan terlalu redup. Selain itu cahaya ruangan juga harus cukup. Kemudian ukuran huruf di monitor jangan terlalu kecil. Bila ingin konsultasi mengenai kesehatan mata di RS Mata Solo bila hubungi customer service RS Mata Solo di sini.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif