Sering Disebut Waduk Cinta, Ini Serba-Serbi Waduk Bayut Sragen

Waduk Bayut di Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Sragen dikenal juga dengan nama Waduk Gebyar. Waduk ini jika dilihat dari atas bentukny menyerupai daun waru yang diidentikan dengan cinta.

 Waduk Gebyar yang juga biasa disebut Waduk Bayut terletak di Desa Jambeyan, Sambirejo, Sragen. (M Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)

SOLOPOS.COM - Waduk Gebyar yang juga biasa disebut Waduk Bayut terletak di Desa Jambeyan, Sambirejo, Sragen. (M Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SRAGEN — Waduk Bayut merupakan salah satu destinasi wisata murah meriah yang bisa Anda jumpai di Kabupaten Sragen. Waduk yang dibangun di era kolonial Belanda ini juga sering disebut dengan nama Waduk Gebyar.

Lokasinya ada di Dusun Mbayut RT 012, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, Sragen.

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Mengutip situs resmi Pemkab Sragen, Waduk Bayut ramai dikunjungi wisatawan, baik hari biasa maupun hari libur. Tempat wisata ini cukup murah dan mudah dijangkau. Harga tiketnya Rp3.000 dan berjarak sekitar 20 km dari kota Sragen.

Ada sejumlah hal yang menarik dari waduk yang berada di ketinggian 312 meter dari permukaan laut (mdpl) tersebut. Berikut serba-serbi Waduk Bayut yang perlu Anda ketahui:

1. Punya Dua Nama

Waduk Bayut dikenal juga dengan sebutan Waduk Gebyar. Waduk ini disebut Waduk Bayut karena lokasinya di Dusun Mbayut. Menurut cerita dari para sesepuh, di lokasi tak jauh dari waduk itu terdapat makam Mbah Buyut atau orang yang dituakan di kampung itu.

Disebut Waduk Gebyar karena pengisian waduk itu menggunakan air yang dialirkan dari Dusun Segebyar, Desa Lempong, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, yang jaraknya tidak berjauhan. Keterangan itu disampaiakan salah seorang warga Sunggingan, Desa Jambeyan, Sugiyono, Solopos.com beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Anggota DPR Janjikan Nelayan WKO & Waduk Ketro di Sragen Dapat Asuransi

2. Dulunya Hutan Nanas

Sugiyono sudah menemui dua orang sesepuh dari Desa Jambeyan yang menceritakan asal muasal berdirinya Waduk Bayut ini. Cerita tentang asal penamaan Waduk Bayut dan Waduk Gebyar itu disampaikan Marto Sarimin, 85, dan Cipto Wiyono, 82. Keduanya merupakan saksi hidup pembangunan Waduk Bayut pada 1950-an.

Menurut Marto Sarimin, sebagaimana disampaikan Sugiyono, sebelum dibangun Waduk Bayut, lokasi itu merupakan hutan nanas. Warga setempat memanfaatkan daun nanas sebagai serat yang dijadikan bahan dasar pembuatan karung dan pakaian.

Lantaran jarang dibersihkan, pakaian yang terbuat dari serat daun nanas itu kerap menjadi sarang kutu. Warga sekitar menyebutnya dengan istilah tuma kathok.

3. Diapit Bukit-Bukit

Waduk Bayut dibangun di area persawahan. Lokasinya diapit beberapa bukit. Oleh warga sekitar, bukit-bukit itu diberi nama Gunung Kunci, Gunung Bon Jambu, dan Gunung Watu Lumbung.

Masing-masing bukit itu punya cerita latar belakang sejarah yang berbeda-beda. Menurut Cipto Wiyono, proses pembangunan Waduk Bayut dilakukan bertahap dalam waktu sekitar lima tahun.

Baca Juga: Misteri Perempuan Berkulit Mirip Ikan di Waduk Gebyar Sragen

4. Waduk Cinta

Peresmian waduk ini dimeriahkan pertunjukan wayang kulit. Selain difungsikan sebagai sarana irigasi, Waduk Bayut biasa dijadikan lokasi mancing. Di kalangan anak muda, sarana irigasi seluas sekitar 9 hektare itu biasa disebut Waduk Cinta.

Disebut Waduk Cinta karena bila dilihat dari ketinggian bentuknya menyerupai lambang hati layaknya daun waru. Tak jauh dari Waduk Mbayut ini juga terdapat Bukit Cinta. Tempat ini biasa dijadikan lokasi pasangan muda-mudi untuk berswafoto dengan berlatar belakang Waduk Mbayut dan Gunung Lawu.

Tertarik untuk berkunjung ke Wadut Bayut? Kuy lah..

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Teknologi Biogas Untuk Selamatkan Air Terjun Ponogoro dari Kotoran Sapi

+ PLUS Teknologi Biogas Untuk Selamatkan Air Terjun Ponogoro dari Kotoran Sapi

Penggunaan teknologi biogas bisa membantu menyelamatkan Objek Wisata Air Terjun Pletuk di Dusun Jurug, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, yang sepi pengunjung karena tercemar limbah kotoran sapi.

Berita Terkini

Makam Jenazah Warga Sragen Dibongkar, Meninggal Tak Wajar?

Jenazah warga Sragen yang diduga meninggal tak wajar diautopsi setelah kuburannya dibongkar.

Sang Legenda! Naik Damar Sasongko Solo-Sukoharjo Serasa Bus Perang

Bus perintis Solo-Jatipuro, Damar Sasongko, merupakan sang legenda di Sukoharjo yang memacu adrenalin penumpang karena serasa menumpang bus perang.

60 Mobil Ikuti Bhayangkara Autoshow di Wonogiri, Ini Keseruannya

Polres Wonogiri menggelar Bhayangkara autoshow yang diikuti 60 peserta mobil modifikasi dari sejumlah daerah di Tanah Air

Baru 6 Hari Dimakamkan, Tim Dokter Polda Jateng Autopsi Warga Sragen

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kanit Pidana Umum Polres Sragen Ipda Setya Pramana mengatakan autopsi ini atas permintaan keluarga karena adanya kecurigaan dan kejanggalan saat meninggal dunia.

Desain Bangunan Pasar Jongke Tak Berubah, Kios Akan Tampak dari Luar

Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Solo, Joko Sartono menjelaskan kios Pasar Kabangan dan Jongke nanti kelihatan dari jalan.

Nostalgia Naik 7 Bus Legend Rute Solo-Sukoharjo, Sensasinya Hmm Mantap

Deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah sampai saat ini masih cukup eksis meskipun jumlah penumpangnya terus menurun.

Gagal Diraih Solo, Ini Potensi 4 Kota Kreatif Unesco di Indonesia

Kota Solo dua kali gagal meraih predikat The Unesco Creative Cities Network (UCCN) atau Kota Kreatif Unesco. Di Indonesia, terdapat empat kota yang sudah dinobatkan sebagai Kota Kreatif Unesco.

Obati Rindu! CFD Klaten di Jl Mayor Kusmanto Diserbu Warga

Penyelenggaraan CFD perdana di Klaten setelah dua tahun tutup akibat pandemi Covid-19 diserbu warga.

Disebut Tak Punya Bumel, Ini Deretan Bus Kota Legend di Sukoharjo

Masih ingat dengan deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah?

Bulan Bakti IIDI, Bagikan 1.000 Telur untuk Anak-Anak di CFD

Sebanyak 1.000 telur dibagikan dalam rangka Bulan Bakti Ikatan Istri Dokter Indonesia, yang mengusung tema dukung program prioritas nasional cegah stunting.

Warga Banjiri CFD Perdana di Jl. Mayor Kusmanto Klaten

Warga membanjiri kawasan jalan Mayor Kusmanto yang digunakan untuk area CFD.

Round Up Masalah PPDB SMA/SMK di Solo: Zonasi - Manipulasi Bikin Pusing

Sederet masalah mewarnai proses PPDB SMA/SMK di Kota Solo pada tahun ini.

Round Up Remaja Wonogiri Hilang - Hamil, Ayah Bayi Masih Misterius

Sosok ayah bayi dalam kandungan remaja Wonogiri yang hilang setahun lalu sampai saat ini belum diketahui dengan pasti.

Murah Banget! Harga Makanan di Warung Pak Solet Makamhaji Mulai Rp8.000

Harga makanan di warung makan Pak Solet, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, murah meriah, mulai Rp8.000 per porsi.

Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini: Bakal Hujan Lama

Prakiraan cuaca di Karanganyar hari ini, Minggu (3/7/2022), hujan akan turun sejak siang hingga malam.

Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini Minggu 3 Juli 2022 Hujan Siang Malam

Inilah prakiraan cuaca untuk kawasan Sukoharjo pada hari Minggu (3/7/2022).