Sering Beda Awal Puasa dan Lebaran, Ini Perbedaan NU dan Muhammadiyah

Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah memiliki beberapa perbedaan dalam praktik sosial dan keagamaan.

 Logo Muhammadiyah dan NU

SOLOPOS.COM - Logo Muhammadiyah dan NU

Solopos.com, SOLONahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah beberapa kali sering berbeda dalam penetapan awal Ramadan dan Lebaran. Ini dikarenakan perbedaan metode penentuan awal bulan komariah antara NU dan Muhammadiyah. Jika NU mengedepankan rukyatul hilal atau mengamati hilal sedangkan Muhammadiyah memakai perhitungan astronomi atau hisab.

Seperti tahun ini, NU dan Muhammadiyah berbeda dalam penetapan 1 Ramadan 1443 H. Muhammadiyah menggunakan metode hisab wujudul hilal menetapkan 2 April 2022 sebagai awal puasa, sedangkan NU memutuskan awal Ramadan tahun ini pada 3 April 2022 sama dengan hasil sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag).

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

Kemenag menetapkan awal Ramadan 1443 H pada 3 April 2022 berdasarkan hasil rukyatul hilal pada 101 titik di 34 provinsi. Perukyat di seluruh Indonesia melaporkan tidak dapat melihat hilal.

Baca Juga: Beda Awal Puasa, Ini Pesan Ramadan 1443 H Ketum PBNU dan Muhammadiyah

Namun bukan hanya perbedaan metode penentuan awal bulan komariah yang membedakan NU dan Muhammadiyah. Berikut ini perbedaan antara kedua ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut.

 

Sejarah NU

NU didirikan pada 31 Januari 1926 atau 16 Rajab 1344 H di Kota Surabaya oleh seorang ulama dan para pedagang untuk membela praktik Islam tradisionalis (sesuai dengan mazhab Syafi’i) dan kepentingan ekonomi anggotanya. Organisasi ini dipimpin oleh KH Hasyim Asy’ari sebagi Rais Akbar.

Pandangan keagamaan NU, seperti dikutip dari Wikipedia, dianggap “tradisionalis” karena menoleransi budaya lokal selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Di bidang fikih, NU mengakui mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali, tetapi dalam praktiknya mengandalkan ajaran Syafi’i.

NU yang pernah menjadi partai politik memiliki anggota berkisar 40 juta (2013)  hingga lebih dari 108 juta (2019) yang menjadikannya sebagai organisasi Islam terbesar di dunia.

NU menganut paham Ahlussunah wal Jama’ah, yaitu sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara Nash (Al-Qur’an dan Hadis) dengan Akal (Ijma’ dan Qiyas). Oleh sebab itu sumber hukum Islam bagi warga NU tidak hanya Al-Qur’an, dan As Sunnah saja, melainkan juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empiris.

Maka, di dalam persoalan aqidah, NU merujuk kepada Imam Abul Hasan Al Asy’ari, sedangkan dalam persoalan fikih, NU merujuk kepada Imam Syafi’i, dan dalam bidang tasawuf, NU merujuk kepada Imam Al Ghazali.

Baca Juga: Pemerintah Putuskan 1 Ramadan 1443 H Jatuh Hari Minggu

 

Sejarah Muhammadiyah

Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman Yogyakarta, pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 November 1912 oleh seorang yang bernama Muhammad Darwis, kemudian dikenal dengan KH Ahmad Dahlan.

Ada beberapa motif yang melatarbelakangi berdirinya gerakan ini seperti dikutip dari muhammadiyah.or.id. Di antara adalah keterbelakangan masyarakat muslim dan penetrasi agama Kristen. Ahmad Dahlan, yang banyak dipengaruhi oleh reformis Mesir Muhammad Abduh, menganggap modernisasi dan pemurnian agama dari praktik sinkretis sangat vital dalam reformasi agama ini. Pada tahun 2008, Muhammadiyah dianggap sebagai organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia dengan 29 juta anggota.

Ciri yang melekat pada Persyarikatan Muhammadiyah adalah sebagai gerakan tajdid atau gerakan reformasi. Muhammadiyah sejak semula menempatkan diri sebagai salah satu organisasi yang berkhidmat menyebarluaskan ajaran Agama Islam sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an dan Assunah, sekaligus membersihkan berbagai amalan umat yang terang-trangan menyimpang dari ajaran Islam, baik berupa khurafat, syirik, maupun bid’ah lewat gerakan dakwah.

Selain gerakan pemurnian agama, Muhammadiyah identik dengan pembangunan sekolah Islam modern, berbeda dari pesantren tradisional. Beberapa sekolahnya juga terbuka untuk non-muslim. Pada 2006 ada sekitar 5.754 sekolah milik Muhammadiyah. Muhammadiyah juga berfungsi sebagai organisasi amal yang terlibat dalam pelayanan kesehatan. Pada 2016, memiliki beberapa ratusan klinik dan rumah sakit nirlaba di seluruh Indonesia. Muhammadiyah juga aktif dalam tugas-tugas sukarelawan dan kebencanaan dengan keberadaan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Baca Juga: Hasil Sidang Isbat, Ini Awal Ramadan 1440 H yang Ditetapkan Pemerintah

 

Perbedaan NU dan Muhammadiyah

Selain sejarah, berikut ini beberapa perbedaan antara NU dan Muhammadiyah yang dikenal di masyarakat seperti dikutip dari 99.co:

Nahdlatul Ulama

  • Dipengaruhi KH Kholil Bangkalan, KH Ya’kub, Syaikh Ahmad Amin al-Atthar, Syaikh Sayyid Yamani, Sayyid Sultan Ibn Hasyim, Sayyid Ahmad ibn Hasan al-Atthar, Sayyid Alawy Ibn Ahmad Al-Saqqaf, Sayyid Abas Maliki, Sayid al-Zawawy, Syaikh Shaleh Bafadal dan Syaikh Sultan Hasym al-Dagastany
  • Membaca qunut saat salat subuh
  • Membaca selawat setelah azan
  • Tarawih 20 rakaat
  • Niat salat membaca ushalli
  • Niat puasa dengan membaca nawaitu sauma ghadin, niat wudlu dengan membaca nawaitu wudu’a
  • Tahlilan, Dibaiyah, barjanzi dan selamatan (kenduren)
  • Bacaan zikir setelah salat dengan suara nyaring
  • Azan subuh dengan lafad Ashalatu khair minan naum
  • Azan Jumat dua kali
  • Menyebut Nabi dengan kata Sayyidina Muhammad
  • Salat Id di masjid
  • Menggunakan Mazhab Empat dalam Fikih (Syafii, Maliki, Hambali dan Hanafi)

 

Muhammadiyah

  • Dipengaruhi oleh Syeikh Muhammad Khatib al-Minangkabawi, Syeikh Nawawi al-Bantani, Kiai Mas Abdullah dan Kiai Faqih Kembang, Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Muhammad ibn Abdul Wahhab, Jamaludin al-Afghany, Muhammad Abduh, dan Rasyid Rida
  • Tidak membaca qunut dalam salat Subuh
  • Tidak membaca selawat
  • Tarawih delapan rakaat
  • Niat salat tidak membaca Ushalli
  • Niat puasa dan wudu tanpa dijahr-kan
  • Tidak boleh Tahlilan, Dibaiyah, Berjanzi dan Selamatan (kenduren)
  • Zikir setelah salat dengan suara pelan
  • Azan Subuh tanpa Ashalatu khairu minan Naum
  • Azan Jumat satu kali
  • Tidak menggunakan kata Sayyidina
  • Salat Id di lapangan
  • Tidak terikat pada mahzab dalam fikih

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Lekukan Garis Pantai Jawa Tengah Hasil Pertemuan Sesar Mendatar

+ PLUS Lekukan Garis Pantai Jawa Tengah Hasil Pertemuan Sesar Mendatar

Garis Pantai Utara dan Selatan Jawa Tengah menyempit masuk lebih ke dalam membentuk lekukan (indentasi) dibandingkan dengan garis Pantai Utara dan Selatan Jawa Barat dan Jawa Timur diduga merupakan hasil pertemuan sepasang sesar mendatar besar yang saling berlawanan arah.

Berita Terkini

AS Tuding Putin Masih Bernafsu Kuasai Ukraina, Perang Bakal Lama

Amerika Serikat menuding Presiden Rusia Vladimir Putin masih ingin merebut sebagian besar wilayah Ukraina.

Order Anjlok 30%, Ratusan Karyawan Sepatu Nike Kehilangan Pekerjaan

Perusahaan sepatu Nike yang berada di Tangerang, Banten memberhentikan ratusan pekerja karena terus mengalami penurunan order hingga 30%.

Berlangsung Hangat, Ini Hasil Pertemuan Presiden Jokowi-Putin

Putin menyanggupi untuk memberikan jaminan keamanan pasokan pangan dan pupuk baik dari Rusia maupun dari Ukraina untuk negara-negara berkembang, t

Kasus PMK Tinggi, PMI Grobogan Ajari Peternak Buat Eco Enzyme

Kasus penyakit mulut dan kuku di Grobogan mengundang kepedulian PMI Grobogan untuk mengajari peternak membuat Eco Enzyme.

Dipuji Zelenskyy, Jokowi Pemimpin Asia Pertama yang ke Ukraina

Zelenskyy mengapresiasi kedatangan Jokowi dan berharap konflik Rusia-Ukraina segera berakhir.

Duh, Ratusan Karyawan Sepatu Nike Kehilangan Pekerjaan

Sebanyak 297 karyawan sepatu Nike kehilangan pekerjaan setelah masa percobaan mereka tidak diperpanjang.

Banjir Ban dari China Ancam PHK Massal di Tanah Air

Ribuan pekerja terancam terkena PHK lantaran membeludaknya produk impor ban dari China.

Menjauh dari Kebangkrutan, Garuda Indonesia Juni 2022 Laba Rp119,2 M

Kinerja PT Garuda Indonesia membaik  dan pada Juni 2022 mencatatkan laba Rp119,2 miliar.

Kuliah Umum PSHE FH UKSW Bahas Peluang dan Tantangan G20

Kuliah umum FH UKSW ini menghadirkan Duta Besar Indonesia untuk Austria Dr. (iur). Damos Dumoli Agusman, S.H., M.A. sebagai narasumber tunggal.

Indonesia Resmi Punya 37 Provinsi Baru, Ini 3 Provinsi Barunya

Indonesia resmi memiliki 37 provinsi setelah DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) terkait tiga provinsi baru Papua atau daerah otonomi baru (DOB) Papua.

Ini 5 Kelompok Pelanggan PLN yang Terdampak Kenaikan Tarif Listrik

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan kenaikan tarif listrik ini akan berdampak pada 2,09 juta dari total 83,1 juta pelanggan PLN.

Jalan Tersendat Gugatan Investasi Tabung Tanah

Asfa Davy Bya, pengacara Sri Sukarsi dan Marsiti, Kamis (30/6/2022), menyatakan perkara tabung tanah tersebut belum selesai.

Kenaikan Tarif Listrik Jumat Besok Hanya Berdampak pada Orang Kaya

Tarif listrik yang naik adalah untuk pelanggan berdaya 3.500 VA ke atas yang jumlahnya hanya 2,5 persen dari total pelanggan PLN. 

3 Robot R2C Karya Mahasiswa UKSW Melenggang ke KRI Tingkat Nasional

Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D., mengatakan dengan lolosnya 3 robot R2C ke KRI tingkat nasional adalah hasil baik yang harus diapresiasi dan disyukuri.

Tarif Listrik Naik, Sebanyak 2,09 Juta Pelanggan PLN Kena Dampak

Kenaikan tarif listrik ini akan berdampak pada 2,09 juta dari total 83,1 juta pelanggan PLN.

Rocky Gerung Ingatkan Anies Jebakan Batman Sunny Tanuwidjaja

Rocky Gerung menyebut bergabungnya Sunny Tanuwidjaja ke Anies Baswedan bisa menjadi jebakan Batman.