Motivator Muda Syafii Efendi menjadi pembicara pada Seminar Character Building di Hotel Griptha Kudus, Jawa Tengah, Minggu (1/9/2019). (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

Semarangpos.com, KUDUS — Sebanyak 1.000 peserta dari berbagai sekolah tingkat SMA/MA dan SMK serta perguruan tinggi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Minggu (1/9/2019), mengikuti Seminar Character Building di Hotel Griptha Kudus. Langkah itu merupakan salah satu upaya mendorong generasi muda mempersiapkan diri menghadapi Revolusi Industri 4.0.

Seminar yang mengusung tema” Building Character In Industrial Revolution 4.0, Siap Menuju Indonesia Mandiri 2034” tersebut, digelar oleh Wirausaha Muda Nusantara yang merupakan organisasi kepemudaan mahasiswa Jawa Tengah-Yogyakarta.

"Kami sangat mendukung seminar yang bertujuan mendorong generasi muda, terutama pelajar untuk benar-benar mempersiapkan diri dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dengan baik," kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Joko Susilo ketika membuka acara seminar  yang juga menghadirkan motivator muda  Syafii Efendi itu.

Ia berharap para pelajar tersebut nantinya bisa tumbuh menjadi generasi mandiri, kuat secara mental maupun akhlaknya. Sebagai generasi muda, kata dia, hindarkan sikap pesimistis karena masih terbuka kesempatan untuk mempersiapkan masa depan menjadi lebih baik.

Ketua Panitia Seminar Character Building Ade Bagus Nugroho mengungkapkan diadakannya seminar ini dalam rangka menjembatani generasi muda agar menjadi generasi dengan mental mandiri. Motivator Syafii Efendi yang menjadi pembicara tunggal dalam seminar tersebut mengingatkan bahwa teknologi akan menggantikan peran manusia yang bisa mengakibatkan terjadinya kebangkrutan, kalah bersaing, dan kemiskinan.

Nantinya, lanjut dia, banyak bidang pekerjaan yang terancam, mulai dari sopir, jasa ojek konvensional, hingga siaran televisi juga mulai disaingi oleh Youtube. Pada kesempatan tersebut, dia juga mengingatkan, bahwa guru juga dituntut kreatif karena saat sekarang sudah ada ruang guru yang memungkinkan siswa belajar secara daring.

Nantinya, kata dia, dunia bahkan akan terkoneksi tanpa ada batasan, termasuk soal bahasa juga sudah ditemukan alat yang memungkinkan seseorang berbicara dengan bahasa asing manapun tanpa harus menguasai bahasa asing tersebut. Karena itulah, ia mengajak, para pelajar untuk mempersiapkan diri dengan baik dan jangan menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang tidak penting, terutama berpacaran.

"Cinta sejati ada setelah menikah, sebelum itu cuma tipu daya saja," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten