Serba-Serbi Candi Kethek, Konon Jadi Tempat Pembebasan Kutukan dan Dosa

Candi Kethek merupakan salah satu candi tertinggi di Indonesia yang masih diselimuti misteri.

 Situs Candi Kethek di Jenawi, Karanganyar. (kebudayaan.kemendikbud.go.id)

SOLOPOS.COM - Situs Candi Kethek di Jenawi, Karanganyar. (kebudayaan.kemendikbud.go.id)

Solopos.com, KARANGANYAR — Candi Kethek merupakan salah satu situs cagar budaya yang terdapat di Kabupaten Karanganyar, tepatnya di  Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi. Menjadi salah satu candi tertinggi di Indonesia dengan ketinggian sekitar 1.500 meter dari permukaan laut, keberadaan Candi Kethek diselimuti misteri.

Lokasinya yang jauh di atas bukit di kelilingi pohon pinus membuat aura mistis begitu kental terasa di Candi Kethek. Inilah serba-serbi Candi Kethek yang mungkin belum Anda ketahui.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

1. Istana Kera

Sesuai namanya, sejarah Candi Kethek erat kaitannya dengan kera. Konon, sebelum ditemukan warga di tahun 1842, candi ini dulunya tempat berkumpul para kera. Bahkan ada sebagian orang yang menganggap Candi Kethek merupakan istana kera karena saking banyaknya hewan primata ini yang berkumpul di sana.

Sejarah soal Candi Kethek ini seperti dikutip dari phdi.or.id. Saking banyaknya kera yang berkumpul dan tebalnya semak belukar di kawasan ini membuat penduduk pencari kayu bakar enggan mendekati. Sampai pada waktu tahun 1999 terjadi kebakaran hebat yang membuat kera-kera harus meninggalkan habitatnya.

Sejak saat itulah lokasi Istana kera itu berani didekati penduduk untuk mencari kayu bakar dan ditemukanlah tumpukan/susunan batu-batuan di antara semak belukar yang ternyata berbentuk struktur bangunan berundak-undak.

Baca Juga: Punya Banyak Kesamaan, Ini Beda Candi Cetho dan Sukuh

Candi ini dinamakan demikian karena penduduk setempat mempercayai bagian atas dari candi ini menyerupai Hanoman, tokoh pewayangan berwujud kera putih.

2. Piramida Terpenggal

Bentuk Candi Kethek hampir mirip dengan Candi Sukuh yang berjarak sekitar 11,1 km, yakni menyerupai piramida dengan beberapa tangga atau punden berundak. Bedanya dengan piramida di Mesir, bagian puncak Candi Kethek datar sehingga ada yang menyebutnya piramida terpenggal.

Menurut situ kebudayaan.kemendikbud.go.id, Candi Kethek memiliki empat teras. Masing-masing teras dihubungkan dengan tangga. Pada teras pertama terdapat struktur bangunan di sisi timur laut.

Anak tangga paling bawah terdapat arca kura-kura. Teras kedua dan ketiga masing-masing terdapat dua struktur bangunan di sisi utara dan selatan. Sedangkan pada teras keempat diperkirakan tempat berdirinya bangunan induk atau utama.

3. Relasi dengan Suku Maya dan Aztec

Mengutip borobudurtour.co.id, bentuknya yang menyerupai piramida bertingkat menunjukkan Candi Kethek merupakan bangunan warisan zaman megalitikum alias zaman batu. Gaya ini muncul di era awal kebudayaan Mesir Kuno dan piramida yang dibangun oleh suku Maya, Aztec dan Inca.

4. Dekat dengan Candi Cetho

Candi Kethek bercorak agama Hindu. Lokasinya tak jauh dengan Candi Cetho karena berada satu area. Pengunjung hanya perlu berjalan ke arah timur laut selama 15-20 menit dari Candi Cetho untuk bisa sampai ke Candi Kethek.

Baca Juga: Bukan Mesum, Simbol Erotis di Candi Sukuh dan Candi Cetho

5. Tempat Membebaskan Kutukan dan Dosa

Candi kethek
Arca kura-kura yang ditemukan di Candi Kethek. (kebudayaan.kemendikbud.go.id)

Masih mengutip borobudurtour.co.id, dalam pengalian di tahun 2005, ditemukan arca kura-kura di Candi Kethek. Arca kura-kura merupakan simbol Dewa Wisnu dalam kepercayaan agama Hindu.

Arca kura-kura sering dikaitkan dalam cerita mitologi agama Hindu yaitu cerita Samudramanthana. Cerita ini mengisahkan tentang pengadukan lautan susu untuk mencari Tirta Amerta. Cerita Samudramanthana ini pula yang menunjukkan fungsi Candi Kethek sebagai tempat peruwatan untuk membebaskan seseorang dari kutukan dan dosa.

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

PPDB Solo: 20 SD Negeri Kekurangan Murid, Ini Solusi Dari Disdik Solo

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo menyarankan solusi bagi sekitar 20 SD negeri di Kota Bengawan yang kekurangan pendaftar pada PPDB tahun ajaran 2022/2023.

Pameran Foto Solo Zaman Dulu di Monumen Pers Nasional, Lihat Yuk!

Masyarakat bisa melihat gambaran Solo sekitar tahun 1900an lalu, dalam Pameran Foto Solo Tempo Dulu secara gratis mulai 30 Juni 2022 nanti.

Wah! Mulai Uji Coba, PLTSa Putri Cempo Solo Segera Beroperasi Lur

PLTSa di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, memulai uji coba pengoperasian mesin pengolah sampah menjadi energi listrik pada Selasa (28/6/2022).

Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini: Berawan Tanpa Hujan

BMKG merilis prakiraan cuaca Sragen hari ini bakal cerah berawan tanpa hujan.

Sebelum Beraktivitas Simak Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini Lur

Prakiaan cuaca Karanganyar hari ini akan cerah berawan tanpa turun hujan.

Masih ada 34.000 RTLH di Sragen, Kemiskinan Struktural Jadi Penyebab

Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Sragen masih tinggi meski tiap tahun ada intervensi. Kemiskinan struktural disebut sebagai penyebab.

Prakiraan Cuaca Boyolali Hari Ini Rabu 29 Juni 2022 Potensi Berawan

Inilah prakiraan cuaca wilayah Boyolali sepanjang hari Rabu (29/6/2022) menurut informasi BMKG.

Bersahabat, Cek Yuk Prakiraan Cuaca Kota Solo Hari Ini Rabu 29 Juni

Prakiraan cuaca Kota Solo dari BMKG untuk hari ini, Rabu (28/6/2022), terpantau cukup bersahabat.

Pagi Cerah, Tengok Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini Rabu 29 Juni 2022

Simak prakiraan cuaca wilayah Sukoharjo pada Rabu (29/6/2022) hari ini.

Prakiraan Cuaca Wonogiri Hari Rabu Ini: Cerah Berawan Pagi

Prakiraan cuaca Wonogiri hari ini Rabu 29 Juni 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

Prakiraan Cuaca Klaten Hari Rabu Ini: Cerah Berawan Pagi

Prakiraan cuaca Klaten hari ini Rabu 29 Juni 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

Ini 2 Kecamatan Dengan Tunggakan Pajak Kendaraan Tertinggi Di Solo

Tunggakan pajak kendaraan bermotor Kota Solo paling tinggi ada di dua kecamatan ini dengan nilai yang cukup fantastis.

Giliran Pajang Solo Dapat Pembagian Migor Dan Beras Henry Indraguna

Politikus Partai Golkar yang akan maju sebagai caleg DPR pada Pemilu 2024 Henry Indraguna bagi-bagi beras dan minyak goreng di Pajang, Laweyan, Solo.

Penduduknya Paling Sedikit, Kelurahan Laweyan Solo Hanya Punya 3 RW

Kelurahan Laweyan, Kecamatan Laweyan, yang memiliki jumlah penduduk paling sedikit di Solo hanya terdiri atas tiga RW dan 10 RT.

Suara Ungguli Gabungan 15 Parpol, Modal PDIP Solo Tatap Pemilu 2024

PDIP Solo memiliki modal kuat untuk menatap Pemilu 2024 mendatang jika melihat perolehan suara parpol tersebut pada Pemilu 2019 lalu.

Sempet Terkendala Cuaca, Detour Track Simpang Joglo Solo Sudah 80%

Proses pembuatan detour track atau jalur pengalihan kereta api di Simpang Joglo, Solo, saat ini sudah mencapai 80% meski sempat terkendala cuaca.