Seratusan BUM Desa Tumbuh di Karanganyar, Apa Saja Usaha Mereka?

Kabupaten Karanganyar memiliki seratusan BUM desa hingga awal 2019. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Karanganyar membagi data Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) hingga November 2018 yakni 73 BUM Desa.

Seratusan BUM Desa Tumbuh di Karanganyar, Apa Saja Usaha Mereka?

SOLOPOS.COM - Kabid Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat dan Teknologi Tepat Guna, Sri Suprapti, menunjukkan hasil produksi BUM Desa Bersama di ruang kerjanya, Jumat (18/1/2019)./Sri Sumi Handayani

Solopos.com, KARANGANYAR — Kabupaten Karanganyar memiliki seratusan BUM desa hingga awal 2019. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Karanganyar membagi data Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) hingga November 2018 yakni 73 BUM Desa.

Jumlah itu belum termasuk BUM desa baru mendaftar setelah November hingga awal Januari. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mewajibkan setiap desa membuat BUM desa. Dari total 162 desa di Karanganyar Dispermades mengklaim sudah ada seraturan BUM desa.

Rata-rata BUM desa mengelola unit usaha simpan pinjam, pengelolaan air bersih, pasar desa, dan lain-lain. Penentuan unit usaha menyesuaikan potensi desa masing-masing. Karanganyar wilayah timur seperti Tawangmangu, Karangpandan, Ngargoyoso menambahkan unit usaha wisata. Wilayah barat dan utara seperti Colomadu, Mojogedang, Kerjo, Jenawi menambahkan pertanian, pengelolaan sampah dan lain-lain.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat dan Teknologi Tepat Guna, Sri Suprapti, menjelaskan BUM desa dibagi menjadi dasar, rintisan, dan berkembang. Rata-rata BUM desa di Karanganyar pada tahap rintisian. Tetapi ada juga BUM desa yang termasuk berkembang seperti di Desa Berjo. Suprapti menjelaskan keberhasilan BUM desa tergantung dari dukungan pihak desa terutama kepala desa.

BUM Desa Berjo mengelola unit usaha wisata, simpan pinjam, warung, dan persewaan. BUM desa memberikan kredit lunak kepada masyarakat yang memiliki usaha bidang pertanian. Berkembang ke pengelolaan wisata alam Air Tejun Jumog. Muncul usaha baru, yakni jasa ojek, parkir, dan penjual sayur di sekitar objek wisata.

“Lewat suntikan modal dari dana desa. Kalau kades kendel menggelontorkan modal ya jalan. Kemendes PDTT sudah mengatur penggunaan dana desa, salah satunya pemberdayaan masyarakat. BUM desa bagian dari pemberdayaan masyarakat. Bikin BUM desa tidak diwajibkan tetapi upaya menambah pendapatan desa,” kata dia saat berbincang dengan Suprapti di ruang kerjanya, Jumat (18/1/2019).

Dia mengakui belum semua desa membentuk. Salah satu penyebab adalah belum semua desa betul-betul paham dan menyadari BUM desa penting. Oleh karena itu, Dispermades merangsang dengan sosialisasi, bimbingan teknik, dan lain-lain. Perempuan berkerudung itu menyebut respons pihak desa positif terlihat dari peningkatan jumlah BUM desa.

“Persoalannya belum semua desa yang sudah bikin ini melapor ke kami. Padahal itu penting untuk pendataan dan penyaluran bantuan dari kabupaten, provinsi, maupun pusat. Selain itu penyertaan modal dari desa belum semua lancar. Tidak diberi batas minimal suntikan dana,” jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dispermades Karanganyar, Utomo Sidi Hidayat, menyampaikan setiap desa harus membentuk BUM desa sesuai potensi desa masing-masing. “Sesuai aturan. Kami harapkan semua desa sudah. Jadi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan desa. Itu sesuai potensi desa masing-masing. Kegiatan, programnya macam-macam,” tutur dia saat dihubungi Solopos.com, Jumat.

Berita Terkait

Berita Terkini

Ahsan/Hendra Awali Olimpiade Tokyo 2020 dengan Mudah

Ahsan/Hendra kemudian akan menghadapi wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, Senin (26/7/2021) pukul 16.00 WIB.

Revitalisasi Pedestrian Jl. Jenderal Sudirman Kota Jogja Segera Dimulai

Revitalisasi pedestrian Jl. Jenderal Sudirman Jogja akan menghabiskan dana senilai Rp20 miliar.

KISAH KADES JENAR: Dulu Hujat Pejabat, Kini Disuntik Vaksin Langsung oleh Bupati Sragen

Akhirnya Kades Jenar bertemu Bupati Sragen dan disuntik vaksin.

Peringati Hari Anak Nasional, Anak di Madiun Dapat Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Kabupaten Madiun mulai melakukan vaksinasi terhadap anak berusia 12 tahun ke atas saat peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli 2021.

Hingga Juli 2021, Ada 125 Kasus Kematian Karena Covid-19 di Kulonprogo

125 kasus kematian akibat Covid-19 selama Juli di Kabupaten Kulonprogo, mayoritas pasien yang sedang dirawat di rumah sakit.

Gubernur Ganjar Sebut Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Sudah 17,28%, Ini Perinciannya

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengaku kena buli dan kecaman akibat informasi yang disampaikan @pandemictalks soal serapan anggaran Covid-19 di Jateng yang disebut terendah.

Mimpi CEO Wardah Salman Subakat Bangun Ekosistem Pendidikan Indonesia

Salman Subakat, yang menduduki jabatan Chief Executive Officer (CEO) Paragon Technology and Innovation mendeskripsikan dirinya dalam empat kalimat.

Tugu Bola, Ikon Baru Desa Sambi Sragen dan Jadi Simbol Pemersatu Warga

Desa Sambi, Kecamatan Sambirejo, Sragen, kini memiliki ikon wilayah yakni Tugu Bola. Tugu ini menjadi simbol pemersatu warga Desa Sambi.

Beredar Kabar Nakes RSUD Ambarawa Ditusuk Keluarga Pasien Covid-19, Ini Klarifikasi Polda Jateng

Video seorang anggota keluarga pasien Covid-19 yang meninggal mencoba menusuk nakes RSUD Ambarawa beredar viral di media sosial. Polda Jateng beri penjelasan.

Digerebek Petugas, Nasib PKL Di Purwodadi Berakhir Bahagia

Kedatangan petugas gabungan membuat pedagang dan sejumlah pembeli yang lagi nongkrong di warung PKL angkringan dekat Stadion Purwodadi kaget.

3 Dosen Meninggal Dunia, UNS Solo Kehilangan Akademisi Terbaik

Tiga dosen UNS Solo meninggal pada Jumat-Sabtu (23-24/7/2021). Ketiga merupakan dosen-dosen terbaik.

Vaksin With A View, Cara Asyik Gairahkan Warga Ikuti Vaksinasi Covid-19

Program ini mengajak warga, khususnya di Desa Wukiharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman untuk turut serta dalam program vaksinasi Covid-19.