Serapan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas di Sukoharjo Masih Minim

Kegiatan FGD tersebut bertujuan menyamakan persepsi ihwal serapan tenaga kerja dari kelompok penyandang disabilitas di masing-masing daerah.

 Ilustrasi penyandang disabilitas. (freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi penyandang disabilitas. (freepik)

Solopos.com, SUKOHARJO – Jumlah penyandang disabilitas yang bekerja di sektor formal di Sukoharjo di bawah 100 orang. Minimnya serapan tenaga kerja dari kelompok penyandang disabilitas itu dibahas dalam focus group discussion (FGD) di Hotel Tosan, Solo Baru, Sukoharjo, Jumat (14/1/2022).

PromosiHari Privasi Data Pengingat Urgensi Pengesahan Segera RUU PDP

Kegiatan itu dihadiri Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Sukoharjo, Dinas Sosial (Dinsos) Sukoharjo, BPJS Ketenagakerjaan Sukoharjo, dan Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo. Selain itu, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di Pemkab Boyolali dan Pemkab Wonogiri juga turut menghadiri acara tersebut.

Kepala Disperinaker Sukoharjo, Agustinus Setyono, mengatakan kegiatan FGD tersebut bertujuan menyamakan persepsi ihwal serapan tenaga kerja dari kelompok penyandang disabilitas di masing-masing daerah. Sehingga, pemerintah bisa mencari solusi dan langkah konkret guna mendorong penyandang disabilitas bekerja di sektor formal.

Baca juga: Layanan di Sanggar Inklusi Sukoharjo untuk Anak Penyandang Disabilitas

“Jumlah penyandang disabilitas yang bekerja di sektor formal masih minim. Salah satu kendalanya adalah kualitas sumber daya manusia (SDM),” kata dia. Guna mendongkrak kualitas SDM penyandang disabilitas, pemerintah berencana mengoptimalkan beragam pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK) Sukoharjo. Para penyandang disabilitas bakal dibekali keterampilan khusus yang berguna saat terjun ke dunia kerja.

Misalnya, pelatihan menjahit, otomotif, dan lain sebagainya. Sehingga, mereka tak canggung lagi saat bekerja di sektor formal lantaran telah memiliki skill. “Sebenarnya, program pelatihan kerja terbuka untuk masyarakat termasuk penyandang disabilitas. Tahun ini, kami intensifkan dengan target sasaran kelompok penyandang disabilitas,” ujar dia.

Ketua Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo, Edy Supriyanto, menyampaikan jumlah penyandang disabilitas yang bekerja di sektor formal masih di bawah 100 orang. Angka ini belum memenuhi kuota minimal baik di instansi pemerintah maupun perusahaan.

Baca juga: Begini Keseruan Anak-Anak SD di Polokarto saat Geropyok Tikus di Sawah

Sesuai UU No 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas menyebutkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD wajib mempekerjakan penyandang disabilitas sebanyak 2 persen dari total pekerja. Sedangkan, perusahaan swasta diwajibkan kuotanya sebanyak 1 persen.

Edy tak memungkiri kualitas SDM yang belum mumpuni menjadi penyebab utama minimya serapan tenaga kerja dari kelompok penyandang disabilitas. “Mungkin persentase serapan tenaga kerja dari penyandang disabilitas sekitar 0,01 persen. Sebenarnya, perusahaan-perusahaan di Sukoharjo welcome dan aware terhadap regulasi. Hanya permasalahannya SDM yang belum terampil,” ujar dia.

Hal ini yang menjadi concern dalam menggenjot serapan tenaga kerja dari kelompok penyandang disabilitas secara berkelanjutan. Berdasarkan data Dinsos Sukoharjo, jumlah penyandang disabilitas yang tersebar di 12 kecamatan sebanyak 6.512 orang.

Baca juga: Pelayanan Publik Sukoharjo Dapat Predikat Zona Hijau dari Ombudsman

 

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Event Wisata & Budaya Solo Digadang-gadang Tarik Minat Banyak Wisatawan

Pada masa pandemi, perlu ada beberapa penyesuaian untuk mendukung faktor kesehatan dalam pelaksanaan event-event besar di Kota Solo.

Eks TPA Gebangharjo Wonogiri Disulap Jadi Objek Wisata Bukit New Sogi

Objek wisata di eks TPA Gebangharjo saat ini dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul anak muda yang tinggal di wilayah sekitar.

Ada Pemeliharaan Jaringan, Cek Pemadaman Listrik Wonogiri Hari ini

Berikut ini jadwal pemeliharaan dan pemadaman listrik yang terjadi di Wonogiri, Jawa Tengah, pada hari ini, Sabtu, 29 Januari 2022.

Damkar Sukoharjo Gandeng Semua Perusahaan Punya Hidran Jadi Mitra

Sekitar 20 perusahaan yang berdiri di Sukoharjo saat ini sudah menandatangani MoU dengan Damkar Sukoharjo dalam hal penanganan kebakaran.

Sensasi Makan Pentol Bakar 1 Meter di Sriwedari Solo, Pedasnya Nampol!

Seorang pedagang kuliner di selter barat Pengadilan Negeri Solo membuat inovasi unik yakni pentol bakar sepanjang 1 meter yang tidak hanya enak tapi juga mengenyangkan.

Dihapus pada 2023, Ini Jumlah Pegawai Honorer Pemkot Solo

Pegawai honorer atau tenaga kontrak dengan perjanjian kerja (TKPK) di Kota Solo masih sangat dibutuhkan untuk memenuhi kekurangan jumlah PNS.

Puluhan Pegawai KAI Daop 6 Yogyakarta Jalani Tes Deteksi Narkoba

Puluhan pegawai PT KAI Daop 6 Yogyakarta dari jajaran masinis hingga top management menjalani tes urine deteksi narkoba.

Jalan TMMD Bisa Pangkas Jarak di Sendangmulyo Wonogiri 8,5 Kilometer

TMMD akan membangun jalan baru berstruktur makadam yang menghubungkan Dusun Kraguman dengan Dusun Sendang.

PTM Terbatas 100 Persen Klaten Dievaluasi

Pemkab Klaten masih mengevaluasi kembali kegiatan PTM terbatas dengan mempertimbangkan perkembangan kasus Covid-19.

Kasus Covid-19 Meningkat, Klaten Kembali Perketat Pendatang

Kasus Covid-19 Klaten meningkat berawal dari para perantau yang berdatangan ke Klaten.

Ada Penyelundupan Narkoba, Tes Urine Warga Binaan Rutan Solo Negatif

Hasil tes urine secara acak terhadap 15 penghuni sel narkoba di Rutan Solo diketahui negatif. Tes urine ini menindaklanjuti penyelundupan jeruk berisi benda diduga sabu-sabu.

Peduli, Polres Klaten Bedah Rumah Warga di Karanganom

Kegiatan bedah rumah itu dilakukan bersama Kodim Klaten, Pemerintah Desa (Pemdes) Kunden, sukarelawan, dan elemen warga lainnya di Karanganom dan sekitarnya.

Pemkot Solo Siapkan 3 Lokasi Darurat bagi Pedagang Pasar Mebel Gilingan

Selama pembangunan sentra IKM, sebanyak 85 pedaagang Pasar Mebel Gilingan, Banjarsari, Solo, akan dipindahkan sementara ke pasar darurat di tiga lokasi.

Keren, Desa Pondok Klaten Ubah TPS Liar Jadi Taman-Fasilitas Olahraga

Pembangunan kawasan taman sekaligus fasilitas olahraga di lahan tanah kas desa seluas kurang lebih 5.000 meter persegi itu menjadi bagian penataan wajah desa di Pondok.

Penyelundupan Barang ke Rutan Solo Masih Terjadi, Terus Apa Solusinya?

Penyelundupan barang-barang terlarang ke dalam Rutan Solo masih saja terjadi meski pengamanan dan pemeriksaan sudah sangat ketat.

Menyusut 6.391 Ton, Alokasi Pupuk Subsidi NPK di Wonogiri 34,43 Persen

Alokasi awal pupuk bersubsidi jenis NPK Phonska sebesar 17.752 ton atau 34,43 persen dari rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).