Serapan Dana Desa di Jateng Diklaim Lampaui Nasional

Dari 7.809 desa di Jateng untuk Dana Desa [tahun 2021] serapannya sudah mencapai 54,54 persen. Tataran nasional itu baru sekitar 42 persen.

 ilustrasi dana desa.

SOLOPOS.COM - ilustrasi dana desa.

Solopos.com, SEMARANG — Realisasi penggunaan atau serapan Dana Desa (DD) di Jawa Tengah (Jateng) mencapai 45 persen dan diklaim telah melebihi serapan nasional. Selain itu, desa-desa di Jateng telah mengalokasikan 8? dari DD untuk penanganan Covid-19.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng, Sugeng Riyanto.

“Dari 7.809 desa untuk Dana Desa [tahun 2021] serapannya sudah 54,54 persen. Tataran nasional itu baru sekitar 42 persen. Sehingga Jateng tertinggi, ranking atas untuk nasional,” ujarnya seusai acara Rembug Desa Online bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Ganjar Minta Kepala Daerah Di Jateng Percepat Serapan Anggaran

Dikatakan Sugeng, tahun ini Jateng mendapatkan pagu Dana Desa sebanyak Rp8,2 triliun. Kemudian itu diperuntukkan bagi 7.809 desa yang tersebar di 29 kabupaten.

Terkait penggunaannnya untuk penanganan Covid-19, desa-desa di Jateng telah menunaikan kewajibannya. Adapun, besaran dana penanganan Covid-19 minimal 8 persen dari DD.

“Sudah melebihi dari pagu itu. Yang penting satu di Musdessus kan, mereka tetap taat asas patuh. Hal ini karena Dana Desa 8 persen penanggulangan Covid-19 sangat bervariasi. Dulu untuk aman dari Covid-19, sekarang sampai pemulasaraan jenazah, pemakaman belum lagi yang isolasi mandiri butuh dukungan logistik,” sebutnya.

Baca juga: Polda Jateng Bekuk 2 Orang terkait Provokasi Ajakan Demo Penanganan Covid-19

Penggunaan Dana Desa

Kemudian ia menambahkan, penggunaan Dana Desa juga bisa diwujudkan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT). Hal ini sesuai dengan petunjuk dari Kementrian Desa dan Kementrian Keuangan.

Bahkan, lanjutnya, sesuai peraturan dua kementrian tersebut penggunaan Dana Desa untuk BLT, besarannya ditentukan sesuai besaran DD yang diterima. Selanjutnya, untuk desa yang mendapat DD kurang lebih Rp800 juta, maksimal 25?. Desa dengan DD Rp800 juta – Rp1,2 miliar, harus alokasikan 30? Kemudian desa yang mendapatkan DD di atas Rp1,2 miliar harus alokasikan 30? untuk BLT.

“Mengingat sekarang warga yang terdampak kian banyak. Belum tentu terwadahi dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Untuk itulah dari kementrian keuangan dan kementrian desa menerbitkan aturan yang terbaru itu,” sebutnya.

 

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Ganjar Sebut Jateng Segera Bentuk Brinda, Ini Fungsinya

Usulan pembentukan Brinda ini bahkan sudah masuk dalam pembahasan antara Pemprov Jateng dengan DPRD Jateng dalam rapat paripurna.

Hubungan Tak Direstui, Pemuda di Grobogan Nekat Gantung Diri

Cerita keluarga hubungan korban tidak direstui orang tua kekasihnya diduga itu yang membuat pemuda di Grobogan gantung diri.

JoMan Usung Ganjar Jadi Capres, Ini Reaksi Gubernur Jateng

Selama ini, Ganjar memang terkesan acuh setiap ditanya perihal dukungan sejumlah kelompok terkait pencalonannya sebagai presiden pada Pilpres 2024.

Innalillahi, 99 Anak Salatiga Kehilangan Orang Tua Gegara Covid-19

Catatan Pemkot Salatiga, sejak awal pandemi hingga Agustus 2021, sudah ada 99 anak di Salatiga yang kehilangan orang tuanya karena terpapar Covid-19.

Tim Basket Satya Wacana Saints Salatiga Umumkan Pergantian Pelatih

Mantan kapten tim SWSS musim 2010-2011 yaitu Jerry Lolowang terpilih sebagai pengganti Efri Meldi.

Rekonstruksi Pembunuhan Taruna PIP Semarang Digelar, Polisi Temukan Fakta Baru

Polisi menggelar reka ulang penganiayaan taruna PIP Semarang oleh senior yang berujung kematian. Ada sejumlah fakta baru yang terungkap.

Konglomerat Pertama Asia Tenggara Punya Istana di Semarang Seluas 81 Ha, Ini Wujudnya

Konglomerat pertama di Asia Tenggara mempunyai istana megah di Semarang, Jawa Tengah yang konon katanya luasnya mencapai 81 hektare.

Kecanduan Film Porno Buyarkan Mimpi Calon Dokter Spesialis

Ia dijerat dengan Pasal 281 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan.

Desa Binaan UKSW Salatiga Jadi Desa Wisata Terbaik 2021 Versi BCA Award

Desa Wisata Tingkir Lor binaan UKSW Salatiga berhasil menjuarai ajang Bakti BCA - Desa Wisata Award 2021 kategori foto desa wisata terbaik menggunakan smartphone.

Berhentikan Pengendara Motor hingga Terjatuh, Polisi Semarang Dihukum Disiplin

Video saat Bripka Amir menghentikan pengendara hingga terjatuh itu tersebar di media sosial.

Vaksinasi Covid-19 di GOR Sukarno Grobogan Diserbu Warga

Target semula vaksinasi di GOR Sukarno Grobogan hanya 1.000 orang namun ketika pendaftaran dibuka, masuk 1.200 orang.

Termasuk Getuk Ketek, Ini 4 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Selalu Diincar

Salatiga yang berada di perlintasan Jogja, Solo, dan Semarang (Joglosemar) memiliki oleh-oleh khas yang diincar para pelancong.

Konglomerat Pertama Asia Tenggara Ternyata dari Semarang, Ini Sosoknya

Ternyata konglomerat pertama di Asia Tenggara berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Adakah yang tahu sosoknya?

Liburan Murah Meriah di Umbul Senjoyo Salatiga, Berenang Sambil Menyantap Bakwan Jembak

Umbul Senjoyo berada di salah satu desa di ujung Kota Salatiga. Hawanya sejuk, airnya jernih serta masih terjaga kebersihannya.

Alvin Lie Unggah Video Polisi Semarang Jatuhkan Pengendara Motor, Ini Tanggapan Polda Jateng

Mantan anggota DPR dari PAN, Alvin Lie, mengkritik cara polisi Semarang menghentikan pengendara sepeda motor yang melanggar aturan dengan menjatuhkannya.