SOLOPOS.COM - Potongan video yang menunjukkan pangkalan udara Suriah dekat kota Homs, digempur rudal AS, Jumat (7/4/2017).(JIBI/Solopos/Reuters/Syrian TV)

Serangan rudal AS di Suriah menewaskan warga sipil, termasuk anak-anak, meski diklaim hanya menyasar pangkalan pasukan Bashar Assad.

Solopos.com, JAKARTA — Meski diklaim hanya menyasar basis militer Suriah, serangan rudal Amerika Serikat (AS) ke pangkalan militer dekat kota Homs, Jumat (7/4/2017), nyatanya juga membunuh warga sipil. Sedikitnya 9 warga sipil tewas akibat serangan AS tersebut, bahkan empat di antaranya adalah anak-anak.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Kantor Berita Suriah, SANA, menyebutkan warga sipil yang tewas tersebut tinggal di desa dekat pangkalan udara yang diserang AS. Selain menewaskan 9 orang, rudal AS juga melukai lebih dari 7 orang lainnya dan menghancurkan rumah-rumah di desa itu.

Awalnya, Gubernur Homs, Talal Barazi, menyebut jumlah korban tewas sebanyak 7 orang. Belum jelas apakah angka itu merupakan korban yang sama atau terpisah dari 9 orang tersebut.

Serangan itu kemudian dikecam oleh Rusia yang merupakan sekutu pemerintah Suriah menghadapi milisi pemberontak dukungan AS. Presiden Rusia Vladimir Putin mengutuk serangan rudal itu dan menyebutnya sebagai serangan ilegal. Putin memperingatkan hubungan AS-Rusia bisa rusak karena keputusan Donald Trump itu.

Pemerintah AS menyatakan telah memberitahu Rusia soal serangan itu dan berjanji tak akan mengenai pasukan Rusia di Suriah. Serangan dilancarkan dengan dalih untuk menghukum pemerintah Suriah atas dugaan penggunaan senjata kimia mematikan awal pekan ini, meski tudingan itu belum terbukti.

Citra satelit, seperti dikutip Reuters, menunjukkan pangkalan udara Shayrat dihantam rudal. Padahal, pangkalan merupakan basis pasukan khusus Rusia berikut helikopter tempur mereka untuk memerangi ISIS dan kelompok pemberontak Suriah. Meski demikian, pangkalan utama Rusia tidak terkena serangan.

Sebelumnya, Pemerintah Rusia berharap bisa bekerja sama dengan AS memerangi ISIS. Namun, setelah serangan ini, pembicaraan kerja sama itu kini terancam buntu.

“Presiden Putin memandang serangan AS ke Suriah sebagai agresi atas negara berdaulat dan pelanggaran norma hukum internasional,” kata pemerintah Kremlin dalam pernyataan resmi. “Langkah Washington akan berdampak kerusakan besar bagi hubungan AS-Rusia.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya