SERANGAN HACKER : Ribuan PNS Ketahuan Ikut Situs Perselingkuhan Ashley Madison
Tampilan depan situs Ashley Madison (Istimewa)

Serangan hacker membuat ribuan member situs perselingkuhan Ashley Madison bocor.

Solopos.com, NEW YORK -- Serangan hacker terhadap situs Ashley Madison mulai berdampak luas. Kabarnya, ribuan pekerja pemerintah alias PNS di AS kedapatan menjadi anggota klub esek-esek ini.

Dilaporkan Reuters, Kamis (20/8/2015), data yang diumbar hacker yang menamakan diri Impact Team itu berukuran hampir 10 GB dan disinyalir memuat 37 juta anggota Ashley Madison.

Tertulis alamat email, nama user sampai fantasi seks para anggota. Banyak alamat email aparat pemerintah atau PNS Amerika Serikat dan Inggris yang berakhiran .gov turut ada di data tersebut. Dilaporkan kalau sudah pasti ada 15 ribu alamat email milik aparat pemerintah atau tentara. Terdapat pula nama artis sampai eksekutif penting perusahaan

"Orang-orang malang itu harus mengahadapi hal ini di ranah publik. Hal itu sungguh bisa menghancurkan," ucap Michele Weiner Davis, seorang terapis pernikahan.

Diberitakan sebelumnya, Ashley Madison diretas oleh kelompok hacker Impact Team. Kelompok ini mengancam akan menyebarkan profil-profil pengguna Ashley Madison yang berisikan data paling personal seperti fantasi seksual penggunanya.

"Menemukan dirimu di data ini? Ini adalah karena Avid Life Media (induk Ashley Madison-red) yang mengecewakanmu. Klaim kerugian pada mereka. Kemudian move on dengan kehidupanmu. Mungkin kamu malu sekarang tapi kamu akan bisa melaluinya," demikian kurang lebih pesan dari Impact Team.

Serangan cyber ini terjadi setelah Ashley Madison menyebut tertarik untuk melepas sahamnya senilai US$200 juta ke publik. Pada tahun 2014, situs ini memperoleh pendapatan senilai US$115 juta, dan menargetkan pendapatan senilai US$150 juta untuk tahun 2015.

“Sayang sekali bagi ALM, kamu menjanjikan kerahasiaan yang tak bisa kamu berikan. Kami mempunyai data-data profil yang lengkap dalam database kami, yang akan segera kami rilis jika Ashley Madison tetap online,” lanjut mereka.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho