Kapten polisi yang bunuh diri karena ketahuan jadi member Ashley Madison. (christophercantwell.com)

Serangan hacker kepada situs Ashley Madison kembali memakan korban.

Solopos.com, SAN ANTONIO -- Kisah tragis dialami seorang anggota kepolisian San Antonio. Polisi ini akhirnya bunuh diri usai ketahuan menjadi salah satu member situs perselingkuhan Ashley Madison.

Dampang serangan hacker di situs Ashley Madison terus meluas. Kasus ini membuat Kapten Michael Gorhum, yang bertugas di San Antonio Police Department, Texas, Amerika Serikat, depresi dan memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Seperti dilansir Dailymail, Selasa (25/8/2015), Gorhum sudah mengabdi di kepolisian selama 25 tahun. Tidak disebutkan secara detail bagaimana ia melakukan bunuh diri, saat ini polisi masih menginvestigasi kasus tersebut dan kaitannya dengan diumbarnya 37 juta data anggota situs selingkuh fenomenal Ashley Madison.

Di halaman Facebook, ucapan duka mengalir untuk Gorhum, baik dari rekan sejawat sesama anggota kepolisian dan temannya.

"Rest in Peace Captain Mike Gorhum. You truly are one of the guys, I've most respected in my Law Enforcement Career, no task too big, no goal too loafty. Never met a stranger, never backed down, always had your partners back or when you were in charge, your Officer's back. Whatever it was, I wish one of us could have reached you, could have told you, "regardless, it will be OK". Love you Mike. This is a hard day. God bless you, and your Family and the Department," tulis rekan Gorhum, sembari memajang foto Gorhum dengan seragam polisi.

"This is heartbreaking, so sad to hear," tulis yang lain.

Selain Gorhum, korban bunuh diri anggota Ashley Madison lainnya diketahui berasal dari Kanada. Kepolisian mengonfirmasikan korban yang tidak disebutkan identitasnya itu tewas Senin kemarin.

Aksi dedemit maya yang mengumbar jutaan data anggota situs selingkuh ini memang berdampak mengerikan. Tak cuma keretakan rumah tangga yang terancam, mereka yang malu dan frustasi pun bisa berujung bunuh diri. Sebab selain menjadi tempat selingkuh, Ashley Madison juga menyimpan fantasi seks terliar para anggotanya.

Saking geramnya, Avid Life Media -- induk perusahaan Ashley Madison yang berbasis di Kanada -- sudah membuat sayembara bagi siapapun yang bisa memberi informasi para pelaku yang menyebut dirinya sebagai Impact Team tersebut. Hadiah yang dijanjikan pun tak tanggung-tanggung, mencapai US$500 ribu atau sekitar Rp7 miliar.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten