Sepulang dari Solo, Mahasiswa Asal Bengkulu Batuk-batuk & Diisolasi di Asrama Haji Jogja
Ilustrasi virus corona (freepik)

Solopos.com, JOGJA -- Seorang mahasiswa harus rela diisolasi di Asrama Haji Yogyakarta sepulang dari Solo, Jawa Tengah (Jateng). Kini, mahasiswa tersebut termasuk dalam orang dalam pemantauan (ODP) corona di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengatakan mahasiswa yang punya riwayat perjalanan dari Solo itu masuk ke Asrama Haji Yogyakarta dan diisolasi pada Kamis (9/4/2020) dini hari.

Karantina Mandiri, 11.461 Pemudik di Sragen Wajib Lapor RT Harian

"Asrama Haji sudah dipakai oleh satu ODP, yang bersangkutan merupakan mahasiswa dan sudah masuk ke Asrama Haji dini hari tadi dan punya riwayat perjalan dari Solo," terang Sri Purnomo dilansir Detik.com, Kamis.

Mahasiswa asal Bengkulu itu ketika menjalani pemeriksaan menunjukkan gejala virus corona atau Covid-19. Setelah ditelusuri, mahasiswa ini sempat berkontak dengan salah satu temannya yang positif corona.

KA Bias Solo Ditiadakan Sementara, Stasiun Bandara Solo Pilih Tutup

"ODP mengatakan ada keluhan batuk tanggal 23 Maret 2020 setelah kontak dengan temannya dari Kalimantan yang terduga Covid-19. Keluhan lain sesak napas, lesu, tenggorokan sakit, serta diare dari empat hari yang lalu. Sedangkan temannya yang ditemui di Solo itu ada riwayat perjalan dari Surabaya," jelasnya.

Karena muncul gejala tersebut, mahasiswa ini kemudian melakukan pemeriksaan di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta pada 29 Maret 2020. "ODP terlihat batuk dan lesu. Berdasar pemeriksaan itu suhu tubuhnya 36,7 derajat Celcius," tukasnya.

Penemuan Mayat: Pria-Wanita Tewas di Kontrakan Banyuanyar Solo Diduga Keracunan Cairan

Asrama Haji Jadi Tempat Isolasi

Asrama Haji Yogyakarta dipilih sebagai lokasi karantina bagi ODP corona, termasuk mahasiswa yang diisolasi karena berkontak langsung pasien positif corona dan punya riwayat perjalanan dari Solo.

Selain Asrama Haji Yogyakarta, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY juga menyediakan beberapa tempat lainnya, salah satunya hotel.

Sebelum Meninggal, Glenn Fredly Titip Pesan kepada Presiden Jokowi

"Ada wisma, diklat-diklat dan sebagainya bisa kita gunakan. Dan ada teman-teman yang punya hotel sudah berkomunikasi. Daripada ditutup bisa digunakan untuk tinggal, karantina. Sudah ada komunikasi, kita bicara pemda menyediakan apa kebutuhan fasilitasnya, " kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwana X sebagaimana diinformasikan Suara.com, Rabu (2/4/2020).

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik yang datang ke Yogyakarta yang menunjukkan gejala virus corona.

ODP Corona Mulai Karantina di Fasilitas Milik Pemkot Solo

Selain digunakan untuk ODP, Asrama Haji Yogyakarta dan Pusdiklat digunakan sebagai tempat tinggal tenaga medis yang merawat pasien corona.

"Wisma Haji dan Pusdiklat itu nantinya digunakan satu tenaga medis satunya untuk yang bukan [pasien]. Dapur, higienis, jarak fisik bisa dilakukan. Itu jadi patokan dan masih kami terus siapkan. Pusdiklat bisa untuk 150 dan Wisma Haji 300 orang," ucap Sekda DIY Baskara Aji.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom