Tutup Iklan -->
Sepi Pembeli, Pasar Tradisional di Sukoharjo Tetap Buka Selama KLB Corona
Seorang pedagang empon-empon tengah merapikan dagangan di Pasar Jamu Nguter, Sukoharjo, Selasa (3/3/2020). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO – Pasar tradisional di Sukoharjo sepi sejak status KLB Corona ditetapkan. Jumlah pengunjung pasar setiap hari bisa dihitung dengan jari.

Meski demikian, Pemkab Sukoharjo tidak akan menutup pasar traadisional. Apabila pasar tradisional ditutup maka penghasilan pedagang ikut menurun.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Sukoharjo, Sutarmo. Dia telah memerintahkan setiap lurah pasar menyosialisasikan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan virus corona.

Round Up Darurat Bencana Corona Jateng: 55 Positif, 349 PDP, 6.192 ODP

"Baik pedagang maupun pembeli harus cuci tangan sebelum masuk area pasar. Mereka juga diminta memakai masker," terang dia kepada Solopos.com, Jumat (27/3/2020).

Meski demikian, ada tiga pasar di Sukoharjo yang ditutup sementara guna menghambat laju persebaran virus corona atau Covid-19.

3 Pasar Tutup

Ketiga pasar itu yakni Pasar Hewan di Bekonang dan Tawangsari serta Pasar Gawok. Penutupan Pasar Gawok dimulai sejak 18 Maret 2020 hingga 5 April 2020.

Pasar Hewan Bekonang ditutup mulai 30 Maret 2020 hingga 4 April 2020. Sedangkan Pasar Hewan Tawangsari, Sukoharjo mulai tutup 26 Maret 2020 sampai 5 April 2020.

Tiga pasar tradisional di Sukoharjo yang biasa buka tiap penanggalan Jawa itu ditutup berdasarkan hasil rapat lintas sektoral guna menekan persebaran virus corona.

4 Kali Erupsi Merapi, Tak Ada Hujan Abu di Klaten

Sutarmo telah melaporkan hasil rapat itu kepada Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, dan ketua gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Sukoharjo.

Menurut Sutarmo, ketiga pasar di Sukoharjo itu berpotensi mengundang kerumunan sehingga lebih baik tutup untuk sementara waktu.

"Baik penjual maupun pembeli berasal dari luar Sukoharjo seperti Klaten, Boyolali, Sragen hingga Pacitan, Jawa Timur. Hal ini berpotensi mengundang kerumunan orang banyak yang berdesak-desakan," kata dia, saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (27/3/2020).

Pertimbangan lain yang membuat pasar ditutup yakni pedagang hanya berjualan setiap penanggalan Jawa. Mereka tak berjualan sabar hari seperti pedagang pasar tradisional.

Via Vallen Tes Corona, Positif atau Negatif?

Kemungkinan, ketiga pasar di Sukoharjo itu bakal tutup lebih lama apabila kasus transmisi lokal virus corona tak kunjung mereda.

"Mudah-mudahan persebaran virus corona segera hilang. Sehingga pelaku usaha dan pedagang kembali bangkit untuk berjualan," ujar dia.

Sementara itu, seorang warga Desa Bekonang, Kecamatan Mojolaban, Sugiyarto, mengatakan Pasar Hewan Bekonang buka setiap Kliwon. Sebagian besar pedagang berasal dari daerah lain seperti Boyolali, Sragen dan Ponorogo, Jawa Timur. Begitu pula para pengunjung berasal dari setiap daerah di Soloraya.

Lockdown Kampung Ala Wong Sragen, Bagaimana Aturannya? 

Sugiyarto tak mempermasalahkan penutupan sementara pasar hewan untuk mencegah penularan virus corona.

"Daripada para pedagang dan pembeli terpapar virus lebih baik ditutup sementara hingga kondisi mulai membaik," kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho