Sepi Job, Band Lokal Unjuk Gigi di Pentas Seni Virtual Yuni-Suroto
Pentas seni virtual (instagram.com-yuni_suroto)

Solopos.com, SRAGEN -- Datangnya pandemi Covid-19 membuat sebagian besar seniman dan dan musisi kehilangan banyak pendapatan. Sejumlah grup band lokal Sragen juga terkena dampak dari pandemi. Mereka lebih banyak menganggur karena banyak rumah makan dan kafe tak lagi memakai jasa mereka setelah mengalami defisit keuangan karena sepinya pengunjung. Panggung yang biasa dipakai untuk pentas seni musik pada malam Minggu pun lebih banyak menganggur.

Berangkat dari persoalan itu, tim sukses pasangan calon bupati dan wakil bupati, Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto mengundang tiga band lokal Sragen untuk tampil dalam acara Pentas Seni Virtual Seniman Sukowati yang digelar di kompleks Ndayu Park Sragen, Jumat (30/10/2020) malam.

Pemkab Sragen Punya Ambulans Jumbo Senilai Rp650 Juta, Dilengkapi Fasilitas Ozon

Tiga band lokal yang unjuk kebolehan di hadapan Yuni-Suroto itu adalah Omah Tetabuhan, Lights On Band dan Don Santos. Omah Tetabuhan merupakah salah satu band lokal Sragen yang mengusung genre unik. Grup band ini mengombinasikan genre musik rock alternatif dengan musik tradisional atau etnik. Seperti namanya, grup band ini menyuguhkan aneka musik yang dimainkan dengan cara dipukul atau ditabuh. Lights On Band merupakan band yang lebih dikenal dengan aliran kempoter atau penggemar Didi Kempot. Sementara Dos Santos merupakan grup band yang mengusung genre rock alternatif murni.

“Semua band akan membawakan lagu-lagu tentang semangat kepemudaan. Karena pentas seni daring mengangkat tema Hari Sumpah Pemuda,” terang ketua panitia pentas seni, Ratno, kepada Solopos.com, Jumat (30/10/2020).

2 Tahun Bertahan di Kios Darurat, Pedagang Pasar Karangpandan Akhirnya Tempati Bangunan Baru

Pentas Wayang

Ini adalah pentas seni virtual keempat yang digelar untuk memeriahkan kampanye daring pasangan Yuni-Suroto. Sebelumnya, pentas seni yang disuguhkan dalam kampanye daring adalah campur sari dari komunitas seniman di Sragen. Lalu pentas tayub serta karawitan serta ketoprak humor dari Komunitas Sedap Malam.

“Khusus untuk pentas seni pekan depan, kami akan menyuguhkan pertunjukan musik keyboard dan akustik yang biasa tampil di kafe-kafe di Sragen. Semua yang berpartisipasi di pentas seni ini memang kami ambilkan dari pegiat seni dan musisi yang ada di Sragen,” papar Ratno.

Menakar Potensi Erupsi Merapi, Sedahsyat Apa?

Sementara pada Sabtu (31/10/2020) malam digelar pentas wayang dengan dalang Ki Basuki Mudho Wibowo dan Ki Temon Guno Hadi Carito. Kedua dalang mementaskan wayang kulit dengan lakon Babat Wonomarto.

 

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom