Tutup Iklan
Paul Pogba (Reuters-David Klein)

Solopos.com, WOLVERHAMPTON — Kasus rasisme belum kunjung berakhir di kompetisi sepak bola Inggris. Setelah aksi rasialisme yang menimpa striker Chelsea, Tammy Abraham, dan gelandang Reading, Yakou Meite, kini giliran gelandang Manchester United (MU), Paul Pogba.

Gelandang asal Prancis itu mendapatkan perlakuan tak mengenakkan saat melawan Wolverhampton Wanderers di Molineux, Selasa (20/8/2019) dini hari WIB. Apa yang menimpa Pogba bahkan menjadi kasus rasisme ketiga di kompetisi Negeri Ratu Elizabeth sepekan terakhir.

Pogba mendapat serangan rasial ketika gagal menyelesaikan penalti di menit ke-68. Sedianya penalti itu bakal diambil Marcus Rashford. Namun Pogba ngotot mengambilalihnya. Apes, tembakan Pogba mampu ditepis Rui Patricio sehingga batal membawa MU unggul 2-1.

Sejumlah fans MU pun memuntahkan kekecewaannya pada pemain 26 tahun tersebut. Saking mangkelnya, beberapa fans United mengeluarkan cemoohan bernada rasis pada Pogba. Tak cuma serangan rasial, eks bintang Juventus itu mendapat intimidasi di media sosial seusai laga berakhir dengan skor 1-1.

Perlakuan yang diterima Pogba pun membuat penggawa United marah. Striker MU, Marcus Rashford, menegaskan aksi rasisme semestinya sudah tak mendapatkan tempat di sepak bola. “Manchester United adalah sebuah keluarga. Pogba adalah bagian besar di keluarga ini. Anda menyerangnya, Anda menyerang kami semua,” ujar Rashford seperti dilansir BBC, Selasa.

United dalam pernyataan resminya tidak menoleransi rasisme yang ditujukan pada Pogba. Setan Merah berjanji akan menindak tegas pelaku dalam waktu dekat. Lebih jauh United mengecam aksi-aksi suporter yang tak bertanggungjawab yang bisa merusak citra klub dan pendukung MU secara keseluruhan.

“Semua orang di Manchester United marah dengan ejekan rasis yang ditujukan kepada Paul Pogba. Kami tidak akan pernah menoleransi semua bentuk rasisme atau diskriminasi. Tim ini sudah lama berkomitmen mengampanyekan hal itu melalui gerakan #AllRedAllEqual,” demikian pernyataan United, dilansir manutd.com.

Belum lama ini kasus rasisme sempat menimpa Tammy Abraham saat Chelsea bersua Liverpool di Piala Super UEFA serta gelandang Reading, Yakou Meite, ketika melawan Cardiff City di Divisi Championship. Masalahnya pun serupa, yakni karena sang pemain gagal mengeksekusi penalti. Organisasi anti-diskriminasi di sepak bola, Kick it Out, mempublikasikan insiden rasisme meningkat hingga 43% musim lalu atau dari 192 kasus menjadi 274 kasus.

Pelatih Chelsea, Frank Lampard, sempat menyerukan pada perusahaan media sosial, khususnya Twitter, untuk ambil andil dalam penanganan kasus rasisme. ”Apakah mereka akan menghentikan orang yang dengan santai memasang apa yang orang lakukan terhadap Tammy? Itu tanggung jawab mereka,” tukas Lampard.

Dilansir The Mirror, pemain seperti Kalidou Koulibaly (Napoli), Pierre-Emerick Aubameyang (Arsenal), Moise Kean (Juventus, kini di Everton), hingga Raheem Sterling (Manchester City) juga sempat mendapatkan serangan rasial musim lalu. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten