Sepekan Pasca-Banjir Lahar Dingin Merapi, Mata Air Bebeng Masih Rusak

Banjir lahar dingin Gunung Merapi menyebabkan mata air Kali Bebeng untuk kebutuhan air bersih warga 8 dusun di Sleman tertutup material.

 Ilustrasi endapan lahar akibat banjir lahar dingin Gunung Merapi (JIBI/Solopos/Antara/Ismar Patrizki)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi endapan lahar akibat banjir lahar dingin Gunung Merapi (JIBI/Solopos/Antara/Ismar Patrizki)

Solopos.com, SLEMAN — Sepekan pasca-banjir lahar dingin Gunung Merapi, perbaikan jaringan air bersih dari mata air Bebeng belum juga selesai. Alhasil, kebutuhan air bersih warga 8 dusun di Glagaharjo, Kapenwon Cangkringan, Kabupaten Sleman, masih disuplai dari kiriman truk-truk tangki.

Jogoboyo Kalurahan Glagaharjo, Heri Prasetya, mengatakan perbaikan jaringan air bersih dari mata air Bebeng masih belum dapat dipastikan waktunya. Pasalnya mata air Bebeng yang selama ini menjadi pemasok air bersih bagi kebutuhan warga masih tertutup material Merapi.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Diperkirakan, kata Heri, sumur mata air Bebeng tersebut tertutup material Merapi sedalam lebih dari 10 meter. Kondisi itu akibat dari banjir lahar hujan yang terjadi pada Rabu (1/12/2021) lalu. Material Merapi yang terbawa, menutupi sumur air mata Bebeng dan merusak jaringan pipa air bersih sepanjang 300 meter.

Baca juga: Sopir Truk Tertimbun Lahar Dingin Merapi Ditemukan, Begini Kondisinya

“Titik sumur, di mana mata air Bebeng berada masih dicari karena tertutup material Merapi. Sejak dua hari kemarin sudah ada dua alat berat yang diturunkan untuk mengeruk material Merapi. Nah, yang susah ini mencari titik sumurnya,” kata Heri, Selasa (7/12/2021).

Sembari terus mencati titik sumur mata air Bebeng, lanjut Heri, pemerintah kalurahan juga masih menunggu kedatangan pipa-pipa baru HDPE ukuran 8 inci untuk mengganti jaringan pipa yang rusak. “Kalau titik sumur mata airnya sudah ditemukan, maka jaringan pipanya bisa dipasang. Masalahnya kami masih belum mengetahui kondisi mata airnya seperti apa,” katanya.

Sejak Kamis pekan lalu, atau sehari pasca-banjir lahar dingin Merapi, kebutuhan air bersih warga di 8 dusun di wilayah Glagaharjo disuplai menggunakan truk-truk tanki milik DPU, BPBD, PMI Sleman. Pemda DIY juga ikut mengirim armada untuk pengiriman air bersih bagi 8 padukuhan. “Airnya diambil dari sumur bor yang dibuat tahun lalu. Air bersih yang dikirim ke warga dimasukkan dalam bak hidran. Setiap hari setidaknya 22 rit yang dikirim,” katanya.

Baca juga: Waspada! Merapi 3 Kali Keluarkan Wedus Gembel

Kebutuhan air bersih tersebut, kata Heri hanya untuk kebutuhan primer warga seperti memasak, air minum dan mandi. Air bersih yang dikirim, lanjutnya, belum untuk memenuhi kebutuhan ternak warga. “Sudah ada 32 bak hidran di 8 dusun. Sementara mencukupi untuk kebutuhan primer. Nah untuk kebutuhan ternak, mudah-mudahan sudah ada solusinya,” harap Heri.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Simak! Per 1 Juli Beli Pertalite & Solar di DIY Tidak Pakai MyPertamina

Pertamina memastikan membeli Pertalite dan Solar dengan aplikasi MyPertamina belum diterapkan per 1 Juli 2022, termasuk di DIY.

Belasan Tenda PKL di Kulonprogo Dibongkar, Ganggu Keindahan Kota!

Belasan tenda milik PKL yang terpasang di Alun-alun Wates, Kulonprogo, dibongkar petugas Satpol PP.

Cocok Buat Jalan-Jalan Lur! Prakiraan Cuaca Jogja Selasa: Cerah

prakiraan cuaca di Kota Jogja pada Selasa (28/6/2022) menurut BMKG.

SMPN 2 Turi Wajibkan Siswi Muslim Berjilbab, Disdik Sleman: Revisi!

Kepala SMPN 2 Turi, Kabupaten Sleman, mengeluarkan aturan wajib jilbab bagi siswi yang beragama Islam.

Gali Model Baru Bisnis Media Digital, AMSI Gelar Diskusi di 2 Kota

AMSI melakukan rangkaian kegiatan yang panjang selama 1,5 tahun terakhir dimulai dari assesment anggota AMSI.

Kecamatan Terpadat di Kota Jogja, Luasnya Kurang dari 1 KM Persegi

Berikut ini kecamatan terpadat dan tersepi di Kota Jogja menurut data BPS.

Susah Sinyal,Warga Gunungkidul Harus Berjalan 5 KM untuk Akses Internet

Warga desa di Kabupaten Gunungkidul terpaksa harus berjalan hingga 5 km untuk mendapatkan akses internat.

Siap-Siap! Bus Sekolah Gratis Segera Mengaspal di Jalanan Sleman

Satu unit bus sekolah akan segera beroperasi di jalanan Sleman untuk memfasilitasi pelajar.

Waspada! 4 Anak di Jogja Jadi Korban Pelecehan Seksual

Empat anak di Kota Jogja menjadi korban pelecehan seksual oleh dua pelaku berbeda dengan modus iming-iming uang.

Ini Syarat Menjadi Abdi Dalem Keraton Jogja, Tertarik?

Berikut ini syarat untuk menjadi abdi dalem Keraton Jogja.

Dua Risiko Tsunami Pantai Selatan Yogyakarta

Berdasarkan hasil penelitian, deretan pantai di Yogyakarta terbagi menjadi dua zona risiko tsunami sesuai jenis pantainya karena lokasinya yang keberadaan zona megathrust selatan Jawa, bagian dari zona subduksi antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia.

Abdi Dalem Keraton Jogja Juga Ada Jenjang Karier, Begini Urutannya

Abdi dalem Keraton Yogyakarta ternyata memiliki jenjang karier yang bisa diajukan dalam waktu tertentu.

Abdi Dalem Keraton Jogja Pernah Digaji Rp500 per Bulan

Abdi dalem Keraton Jogja ternyata pernah digaji hanya Rp500 per bulan.

Gaji Abdi Dalem Keraton Jogja di Bawah UMR?

Jumlah gaji abdi dalem Keraton Jogja sangat sedikit, bahkan jauh di bawah UMR.

Prakiraan Cuaca Jogja Senin: Berawan Pagi-Siang, Hujan pada Sore Hari

Berikut ini prakiraan cuaca di Kota Jogja pada Senin (27/6/2022).