Tutup Iklan
Tim arkeolog dibantu warga melakukan ekskavasi dan menemukan dua buah kubur kuno di Dusun Toho, Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Selasa (26/2/2019). (Solopos/Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Tim arkeolog melakukan penggalian (ekskavasi) di kawasan Situs -gratis-kini-masuk-3-klaster-museum-sangiran-sragen-harus-bayar-rp8.000" title="Dulu Gratis, Kini Masuk 3 Klaster Museum Sangiran Sragen Harus Bayar Rp8.000 ">Sangiran, Sragen, pada Selasa-Minggu (13-25/8/2019). Ada tujuh lokasi yang digali untuk mengungkap temuan baru yang akan memperkaya khasanah kepurbakalaan di Situs Sangiran.

Tim arkeolog yang dipimpin Prof. Dr. Harry Widianto ini merupakan gabungan dari tiga instansi yakni Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Balai Arkeologi Jogja dan Balai Pelestarian Situas Manusia Purba (BPSMP) Sangiran. Ketiga instansi tersebut bernaung di bawah yang bernaung di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Sekarang proses ekskavasi masih berlangsung. Ada tujuh kotak galian, tapi ada kemungkinan jumlah kotaknya ditambah,” jelas Kasi Pemanfaatan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) -sangiran-targetkan-12.000-pengunjung" title="Museum Sangiran Targetkan 12.000 Pengunjung ">Sangiran, Iwan Setiawan, kepada Solopos.com, Selasa (20/8/2019).

Iwan menjelaskan tujuh kotak ekskavasi itu berlokasi di Dukuh Ngampon, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, dan Dukuh Bojong, Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh. Empat dari tujuh kotak itu berada di tebing, sementara tiga kotak lainnya berada di permukaan tanah datar.

Selama sepekan ekskavasi, tim arkeolog menemukan beberapa fosil tulang dan bebatuan yang diduga artefak kuno. Belum diketahui jenis dari fosil tulang dan bebatuan yang ditemukan tim arkeolog tersebut.

“Untuk memastikan jenisnya apa, masih perlu proses lanjutan. Yang jelas, kegiatan ekskavasi ini berlangsung hingga 25 Agustus. Setelah itu, baru ke tahap identifikasi hasil temuan,” papar Iwan.

Ini adalah kali ketiga tim arkeolog melakukan ekskavasi di Situs Sangiran tahun ini. Ekskavasi pertama dilakukan tim arkeolog dari BPSMP -transportasi-solo-sangiran-sumberlawang-tersedia-mulai-2020" title="Layanan Transportasi Solo-Sangiran-Sumberlawang Tersedia Mulai 2020">Sangiran di Desa Bukuran pada Februari lalu.

Ekskavasi itu bertujuan menggali kubur kuno yang kental dengan tradisi zaman megalitikum. Dari kubur kuno itu, tim arkeolog menemukan sejumlah artefak berupa gerabah kuno yang dalam tradisi zaman megalitikum ikut dikubur bersama jenazah.

Ekskavasi kedua digelar di Manyarejo pada April lalu. Hasil ekskavasi itu, tim arkeolog dari BPSMP Sangiran menemukan potongan tulang hewan purba. “Tim tiba di Sangiran pada Selasa [13/8/2019]. Setibanya di lokasi, tim langsung menyurvei dan menentukan lokasi ekskavasi,” ucap Hidayat.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten