SOLOPOS.COM - Test Ride KTM Duke 250 di GIIAS 2016. (Indonesiaautoshow.com)

Bursa motor Indonesia ada lebih dari satu agen pemegang merek KTM.

Solopos.com, JAKARTA – Di pameran otomotif GIIAS 2016, PT Penta Jaya Laju Motor (PJLM) selaku agen pemegang merek (APM) sepeda motor KTM mengumumkan penurunan harga besar-besaran untuk model RC dan Duke.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

PJLM mengatakan penurunan harga sejumlah sepeda motor KTM menjadi Rp30 juta-Rp40 jutaan itu merupakan bagian dari rencana aliansi Bajaj-KTM di India yang akan membangun pabrik perakitan di Indonesia dalam waktu dekat.

Ekspedisi Mudik 2024

Tetapi ternyata APM KTM di Tanah Air bukan hanya PJLM, salah satu lainnya adalah PT Moto KTM Indonesia milik PT Jaya Selaras Sejahtera (JSS). Pihak JSS menyebut langkah PJLM menurunkan harga seenaknya adalah pelanggaran hukum.

“Siapa pun itu tidak berhak menurunkan harga tanpa persetujuan APM. Itu melanggar hukum. Kami sudah menyiapkan bagian legal untuk kasus ini. Karena hal ini sudah meresahkan konsumen dan diler resmi KTM Indonesia,” ungkap Jimmy Budhijanto, Presiden JSS seperti dilansir laman Detik, Jumat (19/8/2016).

Jimmy juga memberi peringatan apabila ada konsumen membeli motor KTM dari PJLM, maka unitnya tidak berhak mendapat layanan purnajual dari diler milik JSS.

Menanggapi hal itu, Akhmad Zafitra Dalie, Sales & Marketing Division Head PJLM membenarkan JSS juga APM KTM. Tetapi statusnya sebagai APM resmi sudah habis sejak 2015 namun masih diizinkan menjual motor KTM hingga sekarang.

“Awalnya KTM itu satu APM, hanya pergantian saja. Sebelum ada kami PJLM, itu namanya Moto KTM Indonesia. Setelah itu sekarang, policy setahun yang lalu sejak IIMS 2015, itu kan sudah diumumkan bahwa KTM yang pegang adalah dua perusahaa,” terang Akhmad panjang lebar di sela GIIAS 2016.

“Satu penjualan khusus untuk big bike sama dirt bike itu di Bali, Euro Moto Sport. Satu lagi adalah penjualan street bike, itu kami PJLM. Dan waktu itu saat di IIMS 2015 juga sudah ada dari tim KTM Austria sendiri yang datang langsung,” imbuhnya.

Akhmad juga menyebut status resmi PJLM dan Euro Moto dapat dibuktikan di situs resmi Ktm.com. Menurutnya, seandainya PJLM adalah APM tidak resmi tentu pihaknya tidak bisa mendapat unit sepeda motor KTM dan mengikuti pameran GIIAS 2016.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya