Sepasang Kekasih di Sukoharjo Ditangkap Polisi Karena Aborsi

Sepasang kekasih berinisial DF dan SH ditangkap aparat Polres Sukoharjo lantaran diduga melakukan praktik aborsi janin berusia tujuh bulan. Mereka nekat melakukan aborsi di rumah SH lantaran belum siap menikah.

Sepasang Kekasih di Sukoharjo Ditangkap Polisi Karena Aborsi

SOLOPOS.COM - ilustrasi aborsi. (Solopos-Dok)

Solopos.com, SUKOHARJO — Sepasang kekasih berinisial DF dan SH ditangkap aparat Polres Sukoharjo lantaran diduga melakukan praktik aborsi janin berusia tujuh bulan. Mereka nekat melakukan aborsi di rumah SH lantaran belum siap menikah.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Senin (12/8/2019), DF dan SH kerap melakukan hubungan suami istri sejak 2018. SH diketahui mengandung pada Februari.

Padahal, mereka belum siap berumah tangga. Akhirnya mereka sepakat membeli obat aborsi untuk menggugurkan kandungan. Obat aborsi yang dicampur minuman soda langsung diminum SH pada Selasa (6/8/2019).

Kala itu warga setempat memergoki DF tengah menggali tanah untuk memakamkan mayat janin yang sudah diaborsi. Mereka lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Nguter.

Tak berapa lama kemudian, polisi mendatangi rumah SH di Desa Daleman, Kecamatan Nguter. Setiba di lokasi kejadian, petugas mendapati janin telah meninggal.

“SH yang lemah tak berdaya sehingga langsung dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Nambangan, Selogiri, Wonogiri,” kata Iptu Wahyudiyanto, mewakili Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Gede Yoga Sanjaya, saat ditemui wartawan di kantornya, Senin.

Mayat bayi yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki dan berusia kandungan sekitar tujuh bulan. Sehari-hari, DF dan SH bekerja sebagai buruh pabrik di wilayah Nguter.

Mereka berkenalan dan menjalin hubungan asmara. DF merupakan warga Kecamatan Jumapolo, Karanganyar. Sedangkan SH merupakan warga Desa Daleman, Kecamatan Nguter.

Saat ini, SH masih trauma dan lemas sehingga belum bisa dimintai keterangan oleh polisi. “Kami sudah memeriksa sekitar 10 saksi termasuk warga setempat. Jika kondisi kesehatan SH sudah membaik tetap bakal dimintai keterangan untuk menguatkan alat bukti,” ujar dia.

Tak menutup kemungkinan penyidik bakal memintai keterangan saksi ahli dari kalangan dokter. Keterangan dari saksi ahli menjadi pertimbangan penyidik dalam mengusut kasus dugaan praktik aborsi itu.

Lebih jauh, Wahyudiyanto menambahkan DF telah ditahan di Mapolsek Nguter. Dia dijerat Pasal 75 ayat (1) UU No. 35/2009 juncto Pasal 348 KUHP tentang aborsi dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.

“Penyidik masih mendalami kasus ini. Jika diperlukan penyidik bakal memeriksa saksi ahli,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.

Kasus Covid-19 Tambah 22.404, Jateng Penyumbang Terbanyak

Dari kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 22.404 hari ini, Jateng berkontribusi 3.218.

Lima Makanan dan Minuman Ini Mampu Atasi Dehidrasi

Jangan abaikan rasa haus apalagi di musim kemarau, karena itu salah satu sinyal bahwa tubuh Anda sedang mengalami dehidrasi.

12 Daerah di Jawa-Bali Naik ke PPKM Level 4, Ini Daftarnya

Sebanyak 12 daerah naik ke PPKM Level 4, sembilan daerah turun ke PPKM Level 3, dan satu daerah turun ke PPKM Level 2.

Ada Buruh Kena PHK Belum Dapat Pesangon, FKSPN Karanganyar Mengadu ke DPRD 

FKSPN Karanganyar mengadu ke DPRD tentang masalah buruh berupa pesangon setelah kena PHK dan tali asih buruh meninggal yang belum dibayarkan.

Kelabui Petugas, Seorang Napi Lapas Madiun Kabur

Seorang narapidana atau napi Lapas Klas I Madiun bernama Peprianto kabur dari penjara dengan cara pura-pura ke kamar kecil untuk kencing.