Ilustrasi banjir. (Antara/Aprillio Akbar)

Solopos.com, CILACAP – Sepanjang 2019, sejumlah bencana alam melanda wilauah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). Selama kurun waktu satu tahun itu, kerugian yang diakibatkan bencana alam di Kabupaten Cilacap mencapai Rp13,35 miliar.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, sepanjang 2019 tercatat ada sekitar 106 kejadian, yang terdiri dari 6 bencana banjir, 47 tanah longsor, 50 kejadian angin kencang, 1 peristiwa gelombang tinggi, dan 2 kejadian akibat gempa bumi.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy Wijayanto, mengatakan Cilacap merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

“Selama 2019, sejumlah kejadian bencana yang terjadi Cilacap menimbulkan kerugian sekitar Rp13 miliar,” ujar Tri.

Sepanjang 2019 tercatat ada sekitar 843 rumah di Cilacap yang terendam banjir dan tiga di antaranya mengalami kerusakan ringan. Banjir juga berdampak pada sektor pertanian karena merendam sekitar 1.280 hektare lahan pertanian, 57 kolam ikan, dan 38 hektare lahan perkebunan. Kerugian akibat peristiwa itu ditaksir mencapai Rp3 miliar.

Sedangkan untuk tanah longsor mengakibatkan 1 rumah roboh, 6 rumah rusak berat, 2 rumah rusak sedang, dan 18 rumah rusak ringan, dengan kerugian mencapai Rp8,3 miliar. Bencana angin kencang berdampak terhadap 26 rumah roboh, 51 rumah rusak berat, 137 rumah rusak sedang, dan 406 rumah rusak ringan, dengan kerugian mencapai Rp1,9 miliar.

Pada kejadian gempa bumi menyebabkan 1 rumah roboh dan 1 rumah rusak  ringan, dengan kerugian mencapai Rp70 juta.

“Sedangkan peristiwa gelombang tinggi hanya satu kejadian dan tidak menimbulkan kerusakan rumah maupun pengungsian. Hanya mengakibatkan kerusakan pada tanggul sungai,” jelas Tri Komara.

BPBD Kabupaten Cilacap pun mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan. BPBD Cilacap juga mengingatkan warga tentang pentingnya evakuasi mandiri.

Masyarakat diimbau untuk mengenali karakteristik dan potensi kebencanaan di wilayah masing-masing. Sehingga, saat terjadi peristiwa, masyarakat bisa melakukan evakuasi secara mandiri dan meminimalisasi dampak kerugian dan jatuhnya korban jiwa.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten