SEPAK BOLA GAJAH : Status 10 Pemain dan 3 Ofisial PSIS Dipulihkan

 Logo PSIS Semarang. (JIBI/Solopos/Dok.)

SOLOPOS.COM - Logo PSIS Semarang. (JIBI/Solopos/Dok.)

Sepak bola gajah, para pemain dan ofisial PSIS yang terhukum statusnya dipulihkan oleh PSIS.

Semarangpos.com, SEMARANG – Jelang kompetisi Divisi Utama bergulir PSIS Semarang mendapat kabar baik. Para pemain dan ofisial PSIS yang terjerat hukuman akibat kasus sepak bola gajah saat melawan PSS Sleman pada kompetisi Divisi Utama musim 2014 lalu statusnya dipulihkan oleh PSSI.

Dengan demikian, para pemain dan ofisial PSIS itu pun bisa kembali tampil di kancah persepakbolaan nasional. Mereka tak lagi dilarang tampil di kompetisi resmi karena hukuman dari PSSI telah dicabut.

Kepastian terkait pemulihan status para pemain dan ofisial PSIS yang terjerat kasus sepak bola gajah itu disampaikan Direktur Kompetisi PSIS, Khairul Anwar, saat dihubungi Semarangpos.com, Senin (23/1/2017). Khairul menyebutkan dari 17 pemain dan ofisial tim yang terkena sanksi baru 13 orang yang statusnya telah dipulihkan.

”Pemulihan status para pemain dan ofisial PSIS itu diputuskan dalam rapat Exco [Komisi Eksekutif] PSSI beberapa waktu lalu. Tapi, suratnya baru kami peroleh Sabtu [21/1/2017] kemarin. Dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, itu ada 13 orang dari PSIS yang hukumannya dicabut. Status mereka dipulihkan dan boleh berkiprah lagi di persepakbolaan Tanah Air,” beber Khairul.

Dari 13 orang yang diampuni itu, 10 di antaranya pemain PSIS. Sementara, tiga orang lainnya merupakan ofisial tim, yakni pelatih Eko Riyadi, asisten pelatih Setiawan, dan pelatih kiper Budi Cipto.

Sementara, ke-10 pemain yang statusnya dipulihkan itu, yakni Saptono, Sunar Sulaiman, Anam Syahrul, Taufik Hidayat, Eli Nasoka, Franky Mahendra, Andi Rohmat, Vidi Hasiholan, dan dua pemain asing Ronald Fagundez dan Julio Alcorse.

Khairul menambahkan 10 pemain yang statusnya sudah dipulihkan ini belum tentu akan kembali bergabung bersama PSIS. Apakah ke-10 pemain ini akan digunakan PSIS atau tidak, keputusan ada ditangan pelatih saat ini, Subangkit.

Meski demikian, ia berharap jika PSIS tak menggunakan, para pemain itu tetap bisa berkiprah di persepakbolaan nasional bersama klub lain.

“Mereka itu juga korban dari sepak bola gajah. Sekarang dengan status yang sudah dipulihkan, semoga ada klub yang berminat menggunakan jasa mereka,” ujar Khairul.

Ke-10 pemain dan tiga ofisial PSIS itu mendapat hukuman berbeda-beda dari PSSI karena terlibat sepak bola gajah. Ada beberapa pemain yang dihukum seumur hidup dan ada juga yang disanksi selama 10 tahun.

Mereka terkena hukuman setelah terlibat sepak bola gajah saat PSIS bermain melawan PSS Sleman pada Babak Perempat Final Divisi Utama 2014. Saat itu, kedua tim sama-sama ingin mengalah dengan cara mencetak gol ke gawang masing-masing. Dalam laga yang menjadi salah satu skandal terburuk persepakbolaan Tanah Air itu PSS akhirnya tampil sebagai pemenang dengan skor 3-2.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Catat! 2.569 Pekerja di Solo Terdampak Covid-19

Sebanyak 2.569 di antaranya terdampak Covid-19, dengan perincian 2.460 dirumahkan dan sisanya mengalami PHK.

Masih Ada 1 Kasus Positif, Satgas Covid-19 Juwiring Klaten Belum Izinkan Pemancingan Buka

Satgas Covid-19 Kecamatan Juwiring, Klaten, belum mengizinkan tempat wisata pemancingan buka karena masih ada kasus positif yang belum sembuh.

Gelontor 25.000 Dosis, Menhub Berharap Bisa Bantu Atasi Ketimpangan Vaksinasi Covid-19 Soloraya

Kementerian Perhubungan menggelontorkan 25.000 dosis vaksin Covid-19 untuk wilayah Soloraya salah satunya ke Boyolali.

KLHK Pantau Keberadaan Macan Tutul di Pegunungan Lasem Rembang

Selain dugaan keberadaan macan tutul, ada pula hewan terancam punah lainnya di Pengunungan Lasem Rembang.

Jelang Uji Coba PTM, Vaksinasi Pelajar SMP Terus Dikebut

Vaksinasi pelajar adalah salah satu upaya Pemkab Bantul untuk mendukung uji coba tatap muka sekolah agar orang tua siswa nyaman dan tenang.

Pembangunan Pabrik Baterai Mobil Listrik Ditarget Selesai sebelum Jokowi Lengser

Kerja sama investasi pembangunan pabrik baterai di Indonesia dilakukan dengan dua negara yaitu LG Chem asal Korea Selatan, dan CATL asal China.

Asyik! Madiun Level 2, Gedung Bioskop Boleh Buka

Wali Kota Madiun, Maidi, memperbolehkan gedung bioskop untuk beroperasi namun jumlah penonton dibatasi dan wajib protokol kesehatan.

Smartphone Baru Xiaomi: Redmi 10 Dijual Rp2 jutaan

Xiaomi meluncur Redmi 10 dengan kamera depan 50MP dan hanya dibanderol seharga Rp2 jutaan.

Setahun, Harta Wagub Naik Hampir Rp40 Miliar, Koleksi 72 Unit Kendaraan

Jika dihitung, kekayaan Ijeck dalam setahun, 2019-2020, naik sekitar Rp39,7 miliar.

Setelah Breksi, Giliran Candi Prambanan Gelar Uji Coba Buka

Candi Prambanan diizinkan melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi.

Pemkab Grobogan Fasilitasi Swab Antigen Peserta Tes CPNS

Link pendaftaran swab antigen bagi peserta tes CPNS sudah diunggal melalui akun Instagram BKPPD Grobogan.

Terungkap! Begini Alur Pembuangan Limbah Ciu yang Cemari Sungai Bengawan Solo

Dua pelaku yang tertangkap polisi Sukoharjo di Polokarto memeragakan alur pembuangan limbah ciu yang mencemari Sungai Bengawan Solo.

Merger Indosat Ooredoo-Tri Belum Akan Berdampak untuk Pelanggan

Merger Indosat Ooredoo dan Tri dikatakan belum akan berdampak kepada pelanggan.

Tayang di Netflix, Ini Rekomendasi Drama Korea Terbaik

Berikut ini sejumlah drama Korea terbaru yang tayang di Netflix.

Leani Ratri Oktila, Bonus Rp13,5 Miliar dan Raket untuk Jokowi

Pebulu tangkis putri Leani Ratri Oktila memberikan kado spesial bagi Jokowi berupa raket yang digunakannya di Paralimpiade Tokyo 2020.

Salut! Polisi Madiun Angkat 100 Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

Dari 166 anak yatim piatu korban Covid-19, 100 di antaranya diangkat menjadi anak asuh anggota Satlantas Polres Madiun Kota.