Seorang pria AS tewas akibat flu babi

WASHINGTON: Seorang pria warga Washington Amerika Serikat yang
terjangkit flu H1N1 atau lebih populer dikenal dengan flu babi (swine
flu), dikabarkan tewas akhir pekan kemarin. Saat ini di negara itu,
sekitar 3.000 warga diduga telah terjangkit flu strain terbaru yang
mematikan itu.

Tingginya mobilitas warga AS ke sejumlah negara, berdampak pada makin
menyebarnya kasus ini ke sejumlah negara, termasuk ke Jepang dan
Australia, dua negara yang memiliki hubungan dekat dengan Indonesia.

Sebelum pengumuman kematian pria Washington tersebut dirilis, pusat
control dan pencegahan (Center for Disease Control and Prevention/CDC)
Amerika Serikat melaporkan sebanyak 2.254 kasus telah terkonfirm flu
babi di negara itu, dengan 104 di antaranya harus dirawat di rumah
sakit. Jumlah ini naik dari sebelumnya sebanyak 1.639.

”Saat ini, hampir 3.000 kemungkinan kasus terkonfirm di United States,”
ujar Dr Anne Schuchat dari U.S CDC, seperti dikutip kantor berita
Reuters Minggu (10/5).

Gubernur Negara bagian Washington Chris Gregoire menggambarkan tewasnya
pria itu sebagai pesan pengingat bahwa ancaman influenza itu sangat
serius dan butuh penanganan ekstra.

Dari Jepang, empat kasus dilaporkan confirmed flu babi. Sedangkan di
Australia, untuk kali pertama dilaporkan kasus seorang wanita yang baru
pulang dari bepergian ke Amerika Serikat. Namun begitu, pejabat
kesehatan di negara itu memastikan wanita yang terjangkit itu sudah
berhasil dipulihkan.

Setidaknya 48 orang telah tewas akibat serangan flu strain terbaru ini
di Meksiko dan masing-masing 1 orang di Canada dan Costa Rica. Laporan
terakhir, sedikitnya 4.200 orang di 30 negara dikabarkan telah
terjangkit virus strain terbaru itu. (Reuters)

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom